Enam Sekolah Terdampak Banjir di Sumut Terima Internet Gratis dari Pemerintah

Bantuan konektivitas 500 Mbps selama setahun diberikan lewat kerja sama Kementerian Komunikasi dan Digital dengan MyRepublic

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan harapan agar dukungan konektivitas internet dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah untuk memperkuat pembelajaran berbasis digital./KOMDIGI

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan harapan agar dukungan konektivitas internet dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah untuk memperkuat pembelajaran berbasis digital./KOMDIGI

SUMATERA UTARAPemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan bantuan internet gratis kepada enam sekolah terdampak bencana banjir di Provinsi Sumatera Utara. Fasilitas konektivitas tersebut disalurkan melalui kerja sama dengan penyedia layanan internet MyRepublic.

Dikutip Freentalk.com pada Senin (15/12/2025), dari laman resmi KOMDIGI bantuan yang diberikan berupa layanan internet berkecepatan hingga 500 Mbps selama satu tahun.

Program tersebut ditujukan untuk mendukung kembali aktivitas belajar-mengajar yang sempat terganggu akibat bencana banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan dukungan konektivitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah untuk memperkuat pembelajaran berbasis digital.

“Semoga dukungan kemanusiaan dari sisi konektivitas ini dapat menunjang pengajaran digital sejalan dengan program Bapak Presiden,” ujarnya dalam kegiatan Roketin Generasi Tunas Digital di SMA Dharmawangsa Medan, Sabtu (13/12/2025).

Selain penyerahan bantuan internet gratis, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Duta Roketin Generasi Tunas Digital. Program ini ditujukan untuk menumbuhkan budaya digital yang aman dan beretika di lingkungan sekolah.

Para duta yang berasal dari kalangan siswa itu akan bertugas menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Mereka juga akan mengedukasi sesama pelajar mengenai penggunaan ruang digital yang aman dan bertanggung jawab.

“Anak-anak juga diminta untuk mensosialisasikan kepada teman-temannya tentang pentingnya penundaan usia untuk masuk media sosial sesuai dengan tumbuh kembang anak,” tuturnya.

Meutya menegaskan, perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, melainkan harus diperkuat dengan praktik nyata di lingkungan terdekat, termasuk dari orang tua dan tenaga pendidik.

“Kalau anak-anaknya tidak boleh bersosial media, guru-gurunya juga jangan di depan anak-anaknya main sosmed. Jadi guru kita harapkan bisa memberikan contoh yang baik,” kata Meutya.

Ia juga mengingatkan risiko adiksi media sosial pada anak yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang serta kesehatan mental.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya turut mengapresiasi bantuan konektivitas yang diberikan pemerintah kepada sekolah-sekolah terdampak banjir di wilayahnya. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membantu memperkecil kesenjangan digital antar sekolah.

“Kami berkomitmen memastikan bahwa seluruh peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan digital,” katanya.

Penulis : Hadi Jakariya

Editor : Hadi Jakariya

Sumber Berita: KOMDIGI

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia
Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina
BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa
Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta
ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas
Lansia di Lampung Timur Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Diduga Wafat Sepekan Sebelumnya
HMNI dan IWO Lampung Timur Bagikan Takjil Ramadan untuk Pengendara
Dari Jatim ke Sintang, HLY Dibekuk Bawa 1,38 Kg Sisik Trenggiling
Meutya menegaskan, perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, melainkan harus diperkuat dengan praktik nyata di lingkungan terdekat, termasuk dari orang tua dan tenaga pendidik."Kalau anak-anaknya tidak boleh bersosial media, guru-gurunya juga jangan di depan anak-anaknya main sosmed. Jadi guru kita harapkan bisa memberikan contoh yang baik," kata Meutya.

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:04 WIB

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 09:22 WIB

Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina

Minggu, 5 April 2026 - 16:07 WIB

BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa

Sabtu, 4 April 2026 - 09:58 WIB

Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta

Senin, 16 Maret 2026 - 23:16 WIB

ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot