JAKARTA – Marcel Radhival atau Pesulap Merah mengaku terganggu dengan teror spam telepon dari berbagai perusahaan pinjaman online (pinjol) yang ia terima setiap hari.
Keluhan itu disampaikan melalui video di kanal YouTube miliknya. Dalam video tersebut, ia menyebut panggilan terus masuk meski nomor-nomor terkait telah diblokir, karena pelaku menggunakan nomor berbeda.
“Tapi tetap saja, besokannya nelepon lagi. Dan neleponnya di pagi hari. Pagi, siang, malam,” keluhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut gangguan itu terjadi di berbagai waktu, mulai pagi hingga malam, dan dinilai semakin meresahkan.
Dalam video yang sama, ia juga membacakan sejumlah komentar warganet yang mengeluhkan hal serupa. Salah satu pengguna mengaku harus mengaktifkan fitur pemblokiran otomatis untuk nomor tak dikenal, namun tetap menerima panggilan dari sekitar 15 nomor berbeda setiap hari.
Keluhan lain datang dari pengguna lama nomor telepon yang merasa terganggu karena terus dihubungi pihak yang mengatasnamakan pinjol, tanpa solusi jelas dari operator seluler.
Sejumlah warganet juga menyoroti respons layanan pelanggan pinjol yang dinilai tidak transparan. Mereka mengaku perusahaan kerap membantah keterlibatan dan melakukan playing victim saat dikonfirmasi.
Selain itu, terdapat keluhan terkait surat keterangan lunas yang tidak kunjung diberikan meski tagihan telah dibayar, sementara penagihan tetap berlangsung.
Berdasarkan isi video, praktik tersebut dinilai kontradiktif karena panggilan yang masuk menyebut nama perusahaan secara jelas, menggunakan skrip promosi yang rapi, serta diduga dijalankan melalui sistem robot marketing.
Setelah membagikan pengalamannya, Pesulap Merah menyebut banyak masyarakat merespons dengan keluhan serupa. Sebagian bahkan mengaktifkan fitur “do not disturb” atau memblokir belasan nomor setiap hari untuk menghindari gangguan.
Sebagai tindak lanjut, ia menghubungi layanan konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di nomor 157. Ia diarahkan untuk melaporkan dugaan pelanggaran melalui portal perlindungan konsumen ke kontak157.ojk.go.id.
Ia juga mencoba menghubungi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), namun tidak tersambung karena layanan telah tutup.
“Ternyata layanan Komdigi ini layanannya Cuma dari jam delapan sampai jam empat sore. Sekarang udah jam empat lima-lima, bearti uah stop melayani telepon ya,” jelasnya.
Pesulap Merah juga menyarankan masyarakat untuk mendokumentasikan panggilan spam sebagai bukti saat melapor ke OJK agar dapat ditindaklanjuti secara resmi. Ia menyatakan akan mendatangi langsung kantor perusahaan pinjol maupun OJK jika dalam 10 hari kerja laporan tidak ditindaklanjuti dan gangguan masih berlanjut.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hai Jakariya
Sumber Berita: YouTube/Pesulap Merah




















