Pesulap Merah Diteror Telepon Pinjol, Diblokir Muncul Nomor Baru

Marcel Radhival mengaku menerima spam panggilan setiap hari meski nomor telah diblokir

- Penulis Berita

Sabtu, 25 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Pesulap Merah atau Marcel Radhival menyampaikan keluhan terkait teror telepon pinjaman online dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya. (Tangkapan layar YouTube Pesulap Merah)

Pesulap Merah atau Marcel Radhival menyampaikan keluhan terkait teror telepon pinjaman online dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya. (Tangkapan layar YouTube Pesulap Merah)

JAKARTA – Marcel Radhival atau Pesulap Merah mengaku terganggu dengan teror spam telepon dari berbagai perusahaan pinjaman online (pinjol) yang ia terima setiap hari.

Keluhan itu disampaikan melalui video di kanal YouTube miliknya. Dalam video tersebut, ia menyebut panggilan terus masuk meski nomor-nomor terkait telah diblokir, karena pelaku menggunakan nomor berbeda.

“Tapi tetap saja, besokannya nelepon lagi. Dan neleponnya di pagi hari. Pagi, siang, malam,” keluhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut gangguan itu terjadi di berbagai waktu, mulai pagi hingga malam, dan dinilai semakin meresahkan.

Dalam video yang sama, ia juga membacakan sejumlah komentar warganet yang mengeluhkan hal serupa. Salah satu pengguna mengaku harus mengaktifkan fitur pemblokiran otomatis untuk nomor tak dikenal, namun tetap menerima panggilan dari sekitar 15 nomor berbeda setiap hari.

Baca Juga :  YouTube Rancang Penonaktifan Akun Anak dan Penghentian Iklan Remaja

Keluhan lain datang dari pengguna lama nomor telepon yang merasa terganggu karena terus dihubungi pihak yang mengatasnamakan pinjol, tanpa solusi jelas dari operator seluler.

Sejumlah warganet juga menyoroti respons layanan pelanggan pinjol yang dinilai tidak transparan. Mereka mengaku perusahaan kerap membantah keterlibatan dan melakukan playing victim saat dikonfirmasi.

Selain itu, terdapat keluhan terkait surat keterangan lunas yang tidak kunjung diberikan meski tagihan telah dibayar, sementara penagihan tetap berlangsung.

Berdasarkan isi video, praktik tersebut dinilai kontradiktif karena panggilan yang masuk menyebut nama perusahaan secara jelas, menggunakan skrip promosi yang rapi, serta diduga dijalankan melalui sistem robot marketing.

Setelah membagikan pengalamannya, Pesulap Merah menyebut banyak masyarakat merespons dengan keluhan serupa. Sebagian bahkan mengaktifkan fitur “do not disturb” atau memblokir belasan nomor setiap hari untuk menghindari gangguan.

Baca Juga :  YouTube Rancang Penonaktifan Akun Anak dan Penghentian Iklan Remaja

Sebagai tindak lanjut, ia menghubungi layanan konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di nomor 157. Ia diarahkan untuk melaporkan dugaan pelanggaran melalui portal perlindungan konsumen ke kontak157.ojk.go.id.

Ia juga mencoba menghubungi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), namun tidak tersambung karena layanan telah tutup.

“Ternyata layanan Komdigi ini layanannya Cuma dari jam delapan sampai jam empat sore. Sekarang udah jam empat lima-lima, bearti uah stop melayani telepon ya,” jelasnya.

Pesulap Merah juga menyarankan masyarakat untuk mendokumentasikan panggilan spam sebagai bukti saat melapor ke OJK agar dapat ditindaklanjuti secara resmi. Ia menyatakan akan mendatangi langsung kantor perusahaan pinjol maupun OJK jika dalam 10 hari kerja laporan tidak ditindaklanjuti dan gangguan masih berlanjut.

Penulis : Hadi Jakariya

Editor : Hai Jakariya

Sumber Berita: YouTube/Pesulap Merah

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Seskoad Ingatkan Warga Sukandana Tak Bakar Lahan
Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT
Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur
Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai
Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

Tim KKL Wilhan Karhutla Dikreg LXVII Seskoad menyerahkan hasil penelitian kepada Pemda dan Kodim Lampung Timur, Sabtu (5/9/2026). Foto: Agus S

Nasional

KKL Wilhan Karhutla Serahkan Hasil Penelitian

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:35 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800