LAMPUNG TIMUR — Isu liar yang menyeret nama organisasi pers hingga maraknya ulah oknum LSM dan wartawan abal-abal kian menggerus kepercayaan publik. Di tengah situasi itu, Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lampung Timur memilih langkah konkret: turun langsung ke masyarakat.
Melalui kegiatan bakti sosial dan pembagian sembako kepada warga kurang mampu, IWO Lampung Timur mencoba meredam kecurigaan yang telanjur tumbuh. Aksi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa wajah pers tidak identik dengan ancaman, melainkan kehadiran yang dekat dan memberi manfaat.
Ketua PD IWO Lampung Timur, Andono, menilai kondisi saat ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Ia menyebut ulah segelintir oknum telah menciptakan jarak antara masyarakat dan insan pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat prihatin melihat kondisi saat ini. Karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, masyarakat jadi curiga dan takut pada siapa pun yang bawa kamera atau kartu pers. Padahal, tugas kami adalah melindungi dan memberitakan kebenaran,” ujar.
Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan bukan sekedar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya memulihkan hubungan yang sempat renggang antara pers dan publik.
“Melalui baksos ini, kami ingin menunjukkan bahwa IWO hadir dengan hati. Kami ingin merajut kembali kepercayaan yang sempat renggang. Wartawan yang baik harus dekat dengan rakyat, bukan menakuti rakyat,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua PW IWO Provinsi Lampung, Edi Arsadad, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjaga etika profesi dan menjauh dari praktik menyimpang yang merusak citra pers.
“Kami sangat menyesalkan adanya oknum yang memeras masyarakat dengan modus somasi atau pemberitaan palsu. Itu bukan cara kerja wartawan, itu cara kerja penipu,” kata Edi.
IWO Lampung Timur diketahui kembali menggelar baksos pada Rabu (29/4/2026) dengan menyalurkan 30 paket sembako kepada warga dhuafa. Bantuan didistribusikan ke sejumlah desa di tiga kecamatan, yakni Labuhan Ratu, Sekampung Udik, dan Bandar Sribhawono.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus daerah, Ketua PW IWO Lampung, serta Camat Labuhan Ratu Agustinus Trihandoko. Di lapangan, interaksi antara pengurus dan warga berlangsung hangat, menjadi penanda sederhana bahwa kepercayaan, meski sempat retak, masih punya ruang untuk dipulihkan.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya




















