LAMPUNG TIMUR – Kepala Dusun 2 Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur Parsidi, menyoroti kebiasaan sebagian warga yang dinilai hanya mengeluh tanpa diikuti tindakan nyata. Pesan itu disampaikan saat ia memimpin langsung kegiatan gotong royong pembangunan jembatan swadaya di Kecamatan Labuhan Maringgai, Sabtu (4/5/2026).
“Jangan mengandalkan anggaran pemerintah terus. Tapi sebagai warga juga harus punya tanggung jawab membangun desa sebagai bukti peduli terhadap lingkungan. Bukan hanya mengeluh ke pemerintah tanpa ada tindakan,” tegas Kadus.
Puluhan warga Dusun 2 terlibat dalam pembangunan tersebut. Mereka bahu-membahu mengecor dan menyusun batu pondasi jembatan di atas aliran sungai yang selama ini hanya dilintasi jembatan darurat dari batang kelapa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi jembatan lama dinilai membahayakan, terutama bagi anak sekolah dan petani yang melintas setiap hari. Warga kemudian sepakat menggalang iuran untuk membangun jembatan permanen.
Kegiatan gotong royong itu juga melibatkan pengurus LPM serta BPD Desa Sriminosari. Mereka ikut membantu proses pembangunan sekaligus mengawasi penggunaan dana swadaya warga agar tetap transparan.
Parsidi menegaskan, keberadaan jembatan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas warga. “Kalau rusak, hasil tani gak bisa keluar, anak sekolah bahaya. Daripada nunggu yang gak pasti, lebih baik kami bergerak. Ini bentuk cinta kami ke desa,” ujarnya.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya




















