JAKARTA – Pengguna Roblox di Indonesia yang belum melakukan verifikasi usia kini tak lagi bebas berkeliaran di ruang komunikasi. Sistem langsung “mengunci” mereka ke dalam kategori akun anak, tanpa akses chat, tanpa celah interaksi yang liar.
Kebijakan ini berjalan seiring penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), yang untuk pertama kalinya menembus platform game global.
Indonesia bahkan menjadi negara pertama yang mendorong regulasi perlindungan anak hingga level ini—dan Roblox termasuk yang tunduk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikutip dari laman resmi Komdigi, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemerintah masih terus memperbarui implementasi aturan tersebut. Pada fase awal, kebijakan menyasar delapan platform digital, termasuk Roblox.
“Roblox menjadi salah satu platform yang telah menyampaikan komitmen kepatuhan setelah melalui pembahasan intensif, mengingat karakteristiknya sebagai platform game yang memiliki perbedaan dengan media sosial,” jelas Meutya dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (30/04/2026).
Langkah paling terasa bagi pengguna ada di titik ini: verifikasi usia. Tanpa itu, fitur komunikasi seperti chat otomatis mati.
“Bagi pengguna yang tidak melakukan verifikasi maka fitur komunikasi seperti chat akan otomatis dinonaktifkan. Ini penting untuk mencegah interaksi dengan pihak yang tidak dikenal,” tegas Meutya.
Dari total sekitar 45 juta pengguna Roblox di Indonesia, sekitar 23 juta di antaranya diperkirakan masih di bawah 16 tahun. Artinya, jutaan akun kini berada dalam pengawasan lebih ketat.
Platform juga mulai memilah konten berdasarkan usia. Pengguna di bawah 13 tahun, usia 13–15 tahun, hingga di atas 16 tahun akan melihat katalog game yang berbeda,tidak lagi satu etalase untuk semua.
Di sisi lain, kontrol kini berpindah ke tangan orang tua. Fitur pengaturan waktu bermain (screen time) memungkinkan mereka menentukan kapan dan berapa lama anak bisa mengakses game.
Vice President Global Public Policy Roblox, Nicky Jackson Colaco, menilai aturan ini sebagai salah satu yang paling ketat secara global.
“Fitur-fitur yang kami hadirkan di Indonesia merupakan salah satu yang paling ketat secara global dan disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan regulasi di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, pengguna yang belum melakukan verifikasi usia akan secara otomatis dimasukkan ke dalam akun anak tanpa akses komunikasi.
Orang tua juga akan mendapatkan kontrol penuh terhadap aktivitas akun anak tanpa perlu melakukan pengaturan tambahan.
“Kami berterima kasih atas kepemimpinan Menkomdigi dan dedikasi tim Komdigi. Indonesia menjadi salah satu negara yang memimpin dalam keselamatan anak di ruang digital, dan kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya ini,” tutup Nicky.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya
Sumber Berita: Komdigi




















