70 Persen Wartawan Sulit Punya Rumah, Meutya Hafid: Kesejahteraan media adalah kunci

- Penulis

Rabu, 7 Mei 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pekerja media, yang selama ini berjuang tanpa pamrih demi kepentingan publik, juga berhak untuk hidup dengan layak. Ia menyampaikan hal itu dalam peluncuran Program Rumah Bersubsidi untuk Wartawan yang digelar di Cibitung, Bekasi, Selasa 6 Mei 2025.

Program ini, menurut Meutya, merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan mendasar para jurnalis, khususnya hunian yang layak. Inisiatif ini merupakan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan sektor swasta.

“Hari ini kita menegaskan bahwa wartawan, yang telah mengabdi demi kebenaran, juga berhak untuk tinggal di rumah yang layak. Negara tidak hanya hadir dalam mengawasi, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap kesejahteraan mereka,” kata Meutya dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai mantan jurnalis, Meutya memahami betul dinamika dan tantangan yang dihadapi para pekerja media. Profesi ini, katanya, menuntut dedikasi tinggi, bahkan sering kali membuat pelakunya harus menomorduakan kepentingan pribadi.

“Menjadi wartawan bukan sekedar menulis berita, tapi juga menuntut keadilan dan menyuarakan suara rakyat. Namun, banyak dari mereka yang melupakan hak dasar mereka sendiri, termasuk memiliki rumah yang layak,” ucap Meutya.

Fakta di lapangan menunjukkan, sekitar 70 persen pekerja media di Indonesia masih kesulitan memiliki hunian yang layak. Angkanya diperkirakan mencapai 100 ribu jurnalis yang belum memiliki akses terhadap tempat tinggal memadai.

Meutya menekankan bahwa program ini bukan semata soal fisik rumah, melainkan bentuk pengakuan terhadap kontribusi besar pekerja media dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Kesejahteraan media adalah kunci untuk menjaga kualitas demokrasi. Sebuah media yang sehat, tentu saja, harus dimulai dengan kesejahteraan para pekerjanya,” ujar Meutya.

Program Rumah Bersubsidi untuk Wartawan ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal menuju ekosistem media yang lebih sehat dan berkelanjutan. Pemerintah menilai, memperkuat peran jurnalis juga berarti memperkuat fondasi demokrasi Indonesia.

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas
Lansia di Lampung Timur Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Diduga Wafat Sepekan Sebelumnya
HMNI dan IWO Lampung Timur Bagikan Takjil Ramadan untuk Pengendara
Dari Jatim ke Sintang, HLY Dibekuk Bawa 1,38 Kg Sisik Trenggiling
Klarifikasi Soal Zakat, Menag Minta Maaf atas Kesalahpahaman Publik
Soal Jembatan Viral di Way Bungur, Bupati Lampung Timur Pastikan Bangun Jembatan Merah Putih
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Lampung Timur Sabtu Malam
HMI pinta pemerintah pusat bantu jembatan untuk pelajar Kali Pasir Lampung Timur

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 23:16 WIB

ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:57 WIB

HMNI dan IWO Lampung Timur Bagikan Takjil Ramadan untuk Pengendara

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:39 WIB

Dari Jatim ke Sintang, HLY Dibekuk Bawa 1,38 Kg Sisik Trenggiling

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:38 WIB

Klarifikasi Soal Zakat, Menag Minta Maaf atas Kesalahpahaman Publik

Senin, 2 Februari 2026 - 12:43 WIB

Soal Jembatan Viral di Way Bungur, Bupati Lampung Timur Pastikan Bangun Jembatan Merah Putih

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

Ilustrasi, ASN dilarang mudik lebaran pakai mobil dinas. (Times Indonesia/Hadi Jakariya)

News

ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas

Senin, 16 Mar 2026 - 23:16 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot