Soal PPN 12 Persen, Menkeu Sebut Keberpihakan pada Rakyat Tetap Terjaga

- Penulis

Minggu, 22 Desember 2024 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Sumber: kemenkeu.go.id

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Sumber: kemenkeu.go.id

Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen merupakan bagian dari upaya untuk menjaga daya beli masyarakat serta menstimulasi prekonomian nasional.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), pada Minggu 22 Desember 2024, melalui konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (16/12), Menkeu menegaskan bahwa kebijakan ini tetap mengedepankan prinsip keadilan dan gotong-royong.

Menurut Sri Mulyani, pajak adalah instrumen penting dalam pembangunan negara. Oleh karena itu, kebijakan PPN 12 persen yang diterapkan bersifat selektif, dengan mengutamakan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang kurang mampu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keadilan adalah dimana kelompok masyarakat yang mampu akan membayarkan pajaknya sesuai dengan kewajiban berdasarkan undang-undang, sementara kelompok masyarakat yang tidak mampu akan dilindungi bahkan diberikan bantuan. Di sinilah prinsip negara hadir,” ungkap Menkeu dalam Konferensi Pers bertajuk “Paket Stimulus Ekonomi untuk Kesejahteraan” ujarnya.

Meskipun tarif PPN naik, Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah tetap melindungi masyarakat dengan mengelompokkan barang dan jasa yang vital bagi kesejahteraan, seperti kebutuhan pokok, jasa pendidikan, jasa kesehatan, dan transportasi umum, yang akan tetap dikenakan tarif PPN 0 persen. Selain itu, beberapa komoditas seperti tepung terigu, gula industri, dan Minyak Kita (dulu minyak curah) juga akan tetap mendapat subsidi dari pemerintah melalui kebijakan Ditanggung Pemerintah (DTP), sehingga beban kenaikan PPN 1 persen ini tidak sepenuhnya ditanggung masyarakat.

Di sisi lain, kenaikan tarif PPN juga akan diterapkan pada barang dan jasa yang tergolong mewah, seperti makanan premium, layanan rumah sakit kelas VIP, serta pendidikan dengan standar internasional yang berbiaya mahal.

Pemerintah juga memberikan berbagai insentif untuk kelompok masyarakat menengah ke bawah, seperti bantuan pangan dan diskon listrik hingga 50 persen.

Untuk sektor bisnis, khususnya UMKM, berbagai insentif perpajakan juga disiapkan, seperti perpanjangan masa berlaku PPh Final 0,5 persen dan insentif PPh 21 DTP untuk industri.

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp265,6 triliun untuk insentif perpajakan pada tahun 2025.

Meski kebijakan pajak terus disesuaikan, Sri Mulyani memastikan bahwa pemerintah tetap mendengarkan masukan dari masyarakat dalam rangka memperbaiki sistem perpajakan yang berkeadilan.

Dengan langkah ini, diharapkan perekonomian dapat terus tumbuh dan masyarakat terlindungi, sambil menjaga keberlanjutan APBN.

“Ini adalah sebuah paket lengkap komprehensif. Dengan terus melihat data, mendengar semua masukan, memberikan keseimbangan dan menjalankan tugas kita untuk menggunakan APBN dan perpajakan sebagai instrumen menjaga ekonomi, mewujudkan keadilan dan gotong royong,” tutup Menkeu.***

Berita Terkait

Adhitia Pratama Ketuai Golkar Lampung Timur Periode 2025–2030
Enam Sekolah Terdampak Banjir di Sumut Terima Internet Gratis dari Pemerintah
Warga Bandar Agung Bangun Jalan Secara Swadaya, Perhatian Pemerintah Diharapkan
MBK Ventura Salurkan CSR dan Gelar Literasi Keuangan di Labuhan Maringgai
67 KPM PKH di Sekampung Pilih Graduasi Sukarela, Tunjukkan Kemandirian Ekonomi
Dua Pria Ditangkap di Lampung Timur, Polisi Temukan Sabu dalam Bungkus Rokok
Pemerintah Pastikan 2.500 Desa Belum Terhubung Bisa Nikmati Internet pada 2026
Jurnalis iNews TV Dikeroyok saat Liput Dugaan OTT di Lampung Tengah, Ketua IWO Lampung Bereaksi

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:47 WIB

Adhitia Pratama Ketuai Golkar Lampung Timur Periode 2025–2030

Senin, 15 Desember 2025 - 10:06 WIB

Enam Sekolah Terdampak Banjir di Sumut Terima Internet Gratis dari Pemerintah

Minggu, 14 Desember 2025 - 13:39 WIB

Warga Bandar Agung Bangun Jalan Secara Swadaya, Perhatian Pemerintah Diharapkan

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:16 WIB

MBK Ventura Salurkan CSR dan Gelar Literasi Keuangan di Labuhan Maringgai

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:48 WIB

67 KPM PKH di Sekampung Pilih Graduasi Sukarela, Tunjukkan Kemandirian Ekonomi

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

Suasana saat warga Bandar Agung, gotong royong bangun jalan dari hasil swadaya. Minggu (14/12/2025)./Man/An

Berita Terbaru Lampung Timur

Warga Bandar Agung Bangun Jalan Secara Swadaya, Perhatian Pemerintah Diharapkan

Minggu, 14 Des 2025 - 13:39 WIB