PJ Gubernur Jawa Barat: Tiga Fokus Bisa Percepat Penanganan Banjir Bandang di Sukabumi

- Penulis Berita

Sabtu, 7 Desember 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Eksavator yang didatangkan oleh Dinas PSDA tengah menormalisasi aliran sungai Cipalabuhan, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Sumber: ANTARA

Eksavator yang didatangkan oleh Dinas PSDA tengah menormalisasi aliran sungai Cipalabuhan, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Sumber: ANTARA

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, menyoroti tiga fokus utama untuk mempercepat penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi.

Langkah tersebut, kata Bey, meliputi evakuasi korban, perbaikan akses, dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

“Pertama fokus pada evakuasi warga, kemudian fokus pada akses yang terputus oleh longsor, karena ada beberapa jembatan dan jalan yang putus,” ujar Bey di Palabuhanratu, Sukabumi, usai meninjau beberapa lokasi terdampak, dikutip dari ANTARA, pada Sabtu 7 Desember 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bey menambahkan, distribusi bantuan ke wilayah terisolir akan dilakukan menggunakan jalur laut mengingat akses darat terputus.

“Untuk akses yang terputus lewat kapal, bisa dilakukan,” jelasnya.

Posko Utama dan Kajian Relokasi

Pemprov Jawa Barat bersama BNPB sepakat mendirikan posko utama penanggulangan bencana di Palabuhanratu.

Bey menjelaskan, posko ini akan menjadi pusat koordinasi bantuan agar lebih terorganisir.

“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya, harus ada posko utama. Agar semua bantuan terkoordinasi, tadi saran Deputi BNPB, jadi semua terkontrol dengan baik,” katanya.

Bey juga memastikan warga terdampak tetap berada di pengungsian hingga ada hasil kajian dari PVMBG mengenai kondisi pergerakan tanah di wilayah Cikembar.

Jika lokasi dinyatakan tidak layak huni, pemerintah akan mempertimbangkan relokasi.

Status Tanggap Darurat dan Kompensasi

Soal status tanggap darurat, Bey menyebut sedang dilakukan kajian. Jika status ini ditetapkan, regulasi memungkinkan warga yang terdampak menerima kompensasi kerusakan rumah.

Kalau (ditetapkan) tanggap darurat, sesuai aturan BNPB, yang rusak berat diganti Rp50 juta, sedang Rp30 juta, rusak ringan Rp10 juta, dengan melewati proses asesmen,” ujarnya.

Bey juga meminta Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, untuk meningkatkan kewaspadaan warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai.

Pasalnya, puncak musim hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan akan terjadi pada Januari 2025.

“Keselamatan warga tetap yang utama,” imbuhnya.

Listrik dan Komunikasi Terputus

Bencana ini memutus aliran listrik ke 138.000 rumah. Akibatnya, komunikasi untuk pendataan korban sempat terhambat.

Bey menyebut laporan PLN menunjukkan 57.000 pelanggan sudah kembali menikmati listrik, sementara wilayah lain masih terisolir.

“Yang tidak bisa tersambungkan karena ada jalan yang tidak bisa ditempuh oleh PLN. Jadi data memang agak terhambat, kami akan update lewat Posko Utama Palabuhanratu,” jelasnya.

Dalam kunjungannya, Bey meninjau empat lokasi terdampak, yaitu Desa Sukamaju di Kecamatan Cikembar, Puskesmas Palabuhanratu, Dermaga Palabuhanratu, serta Jembatan Cihaur yang putus.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Seskoad Ingatkan Warga Sukandana Tak Bakar Lahan
Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT
Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur
Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai
Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

Tim KKL Wilhan Karhutla Dikreg LXVII Seskoad menyerahkan hasil penelitian kepada Pemda dan Kodim Lampung Timur, Sabtu (5/9/2026). Foto: Agus S

Nasional

KKL Wilhan Karhutla Serahkan Hasil Penelitian

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:35 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800