Isi Ruko Ludes! Kebakaran Toko Pakaian di Pasar Simpang Sribhawono, Kerugian Ditafsir Capai Miliaran Rupiah

Dampak dari insiden kebakaran ini, ditafsir kerugian mencapai miliaran rupiah.

2 Min Read

FREENTALK – Si jago merah melalap sebuah toko pakaian yang terletak di Jalan Ir. Sutami, Pasar Simpang, Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono pada Senin, 4 Maret 2024. Insiden tersebut menyebabkan seluruh isi ruangan toko tersebut hangus terbakar.

Menurut sumber dari warga sekitar, kebakaran diduga terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. “Kira-kira terjadi pada pukul 2.00 lah,” ungkap Karti, salah satu warga yang menjadi saksi mata.

Para saksi mata lainnya menyatakan bahwa kebakaran dipicu oleh konsleting listrik.

“Dalam rolling toko, menyala kecil memanjang. Seperti dari aliran listrik, kemudian api mulai membesar sekitar jam 02.00 WIB,” ujar Susi, seorang saksi mata lainnya.

Melihat api semakin membesar, seorang warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran di wilayah tersebut.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut saya langsung bergerak bersama tim ke lokasi, pada jam 03.05 wib,” jelas Komadan Regu (Danru) Pemadam Kebakaran (Damkar) Gajah Merah Zona 1 Bandar Sribhawono, Agus Darmawan.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi kejadian menurunkan satu unit armada yang terdiri dari lima personel. Mereka berupaya keras memadamkan api yang masih berkobar hingga pukul 4.26 WIB, dengan bantuan petugas kepolisian setempat dan warga.

Agus memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. “Korban jiwa tidak ada,” ujarnya.

Setelah berupaya sejak pukul 5.00 WIB, tim Damkar akhirnya berhasil menjinakkan api setelah menghabiskan 8 tangki air mobil pemadam kebakaran.

Namun, seluruh barang yang ada di dalam toko, termasuk pakaian pria dan wanita, celana jeans batik, sepatu, sandal, dan kosmetik, telah ludes terbakar tanpa tersisa.

Agus memperkirakan kerugian materiil akibat kebakaran mencapai sekitar 1 miliar Rupiah.

“Perkirakan kerugian materil kurang lebih 1 Milyar. Karena menurut salah satu keluarga korban pemilik toko tersebut, baru saja siangnya habis belanja pakaian,” jelasnya.

Agus juga menyatakan bahwa selama proses pemadaman, ia dan anggotanya merasa kesulitan karena harus melakukan secara manual.

“Kami butuh oksigen, butuh udara bersih untuk menetralisir tubuh kami. Karena tadi yang kami lakukan manual dengan peralatan dan unit Gajah Merah seperti itu,” ungkapnya.***

Ditulis oleh: Hadi Jakariya

Disunting oleh:

Bagikan Artikel ini

Treending Minggu ini

Berita Terbaru

Soal Kematian Driver Ojol Akibat oknum Brimob: HMI Lampung Timur Minta Pemerintah dan DPR Lebih Peka terhadap Nasib Rakyat

LAMPUNG TIMUR - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Lampung Timur menyampaikan…

HMI Kalianda: Rakyat Berdaulat, Bukan untuk Dibabat Polri

Kalianda, 28 Agustus 2025– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kalianda Lampung Selatan…

HMI Cabang Kalianda Audiensi dengan Dinas PPKB Lampung Selatan

Dalam ikhtiar memperkuat sinergitas antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah, Himpunan Mahasiswa…

27 Jurnalis Ikuti Media Visit 2025 PHE OSES di Jakarta

JAKARTA - Sebanyak 27 jurnalis asal Lampung bersama rekan media dari Jakarta…

Jadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Lapor ke IASC

Jakarta - Korban penipuan digital atau scam kini bisa langsung melapor ke…

Rayakan HUT PAN ke- 27, Edy Bisri anggota DPRD Lampung Timur adakan berbagai lomba bagi masyarakat

Pada 23 Agustus 2025, Partai Amanat Nasional (PAN) genap berusia 27 tahun.…

Populer