Nezar Patria: Bangun Nalar Kritis Hadapi Hoaks dan Manipulasi AI

- Penulis

Kamis, 24 Juli 2025 - 04:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan arti penting membangun daya pikir kritis di tengah derasnya arus hoaks, disinformasi, dan konten manipulatif yang kian canggih seiring perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara Ngobrolin Buku Bareng Wamenkomdigi – Neksus oleh Yuval Noah Harari, yang berlangsung di Perpustakaan Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (21/07/2025) lalu.

Dalam forum tersebut, Nezar secara lugas mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk menghidupkan kembali daya pikir kritis sebagai benteng menghadapi gempuran informasi digital yang semakin sulit dibedakan antara fakta dan manipulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melawan post-truth sebetulnya simpel saja, hidupkan kembali critical thinking atau pemikiran kritis kita. Kuncinya, jangan cepat percaya dengan informasi yang kelihatannya begitu mudah,” tegasnya.

Menurut Nezar, kecanggihan AI telah membuka ruang manipulasi baru yang sebelumnya tidak terbayangkan. Visual dan video realistis berbasis AI kini mampu menciptakan sosok manusia fiktif dengan rupa sangat meyakinkan.

“Bahkan bisa menciptakan sosok manusia yang tidak pernah eksis di dunia, padahal rupanya mirip orang Manado, orang Palembang, orang Jawa, dan sebagainya. Tapi itu (wajah manusia dalam karya AI) tidak pernah ada,” jelasnya.

Nezar mengingatkan bahwa risiko akan semakin besar jika teknologi AI digunakan secara tidak bertanggung jawab, terlebih dalam konteks masyarakat plural seperti Indonesia.

“Yang paling celaka kalau (AI) meniru tokoh-tokoh agama kemudian mengucapkan sesuatu yang mungkin bisa memancing kerusuhan, ketegangan, pertikaian. Nah itu yang paling berbahaya dan potensial terjadi di negara pluralis seperti kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk bijak dalam bermedia sosial. Tidak asal berkomentar, serta menghindari tindakan perundungan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental sesama pengguna.

“Jangan biasakan diri kita asal jeplak. Tonton film-film soal cyberbullying, bagaimana pengaruh media sosial terhadap mental wellness anak-anak muda. Jadi hati-hati dalam mengonsumsi informasi, juga hati-hati dalam memproduksinya, dan gunakan critical thinking,” tandas Nezar Patria.

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia
Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina
BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa
Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta
ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas
Lansia di Lampung Timur Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Diduga Wafat Sepekan Sebelumnya
HMNI dan IWO Lampung Timur Bagikan Takjil Ramadan untuk Pengendara
Dari Jatim ke Sintang, HLY Dibekuk Bawa 1,38 Kg Sisik Trenggiling

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:04 WIB

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 09:22 WIB

Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina

Minggu, 5 April 2026 - 16:07 WIB

BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa

Sabtu, 4 April 2026 - 09:58 WIB

Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta

Senin, 16 Maret 2026 - 23:16 WIB

ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot