3 Jenis Bullying yang Ramai Terjadi Pada Remaja, Orang Tua Wajib Tahu

- Penulis Berita

Minggu, 25 Februari 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

FREENTALK-Mungkin Anda pernah menyaksikan perundungan atau bullying yang mengenaskanhal? Bagaimana perasaan anda saat menyaksikan hal tersebut? Mungkin merasa sedih, takut untuk melangkah membela, bahkan khawatir jika justru menjadi sasaran selanjutnya.

Bagaimana menurut anda perasaan para pelaku perundungan? Apakah mereka tidak memiliki rasa khawatir? Sebenarnya, para pelaku juga merasakan kekhawatiran, terutama akan kemungkinan pembalasan.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi perundungan, semua pihak terlibat, baik pelaku, korban, maupun saksi merasakan kecemasan dan ketakutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh sebab itu, perundungan harus dihentikan atau dicegah agar dapat berkurang atau bahkan berhenti sama sekali.

Seperti diketahui, perundungan atau bullying merupakan tindakan yang mengancam, memaksa, mengolok, atau melukai yang dilakukan oleh satu individu atau sekelompok individu yang biasanya memiliki kekuatan atau posisi sosial yang lebih tinggi daripada korban.

Perundungan bisa terjadi di mana saja, baik saat istirahat di sekolah, di rumah, ataupun di tempat lainnya. Dikutip Freentalkcom dari kanal YouTube kejarcita, berikut adalah tiga jenis perundungan atau bullying yang umum terjadi.

Verbal: Melalui ucapan, seperti memanggil dengan julukan yang merendahkan, komentar rasis, atau ancaman verbal.

Fisik: Meliputi tindakan seperti memukul, menendang, mencuri, atau melakukan sentuhan fisik yang tidak diinginkan.

Cyber: Terjadi di dunia maya melalui media sosial, pesan, atau email, dengan cara menghina, mempermalukan, atau mengancam secara online.

Semua bentuk perundungan tersebut sangat berbahaya karena dapat menyebabkan korban mengalami stres, memiliki masalah sosial, bahkan dapat memicu pikiran untuk bunuh diri jika tidak ditangani dengan serius.

Anak yang menjadi korban perundungan juga berisiko menjadi pelaku perundungan di masa dewasa, memperparah masalah sosial dan menderita akibat dari siklus perundungan ini.

Bagaimana cara mengatasi perundungan? Jangan biarkan perilaku tersebut terus berlangsung, karena bisa semakin parah jika tidak segera ditindaklanjuti.

Jika Anda menyaksikan tindakan perundungan, segera laporkan. Melaporkan bukan berarti Anda hanya menjadi “tukang ngadu”, melainkan menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap kesejahteraan sesama.

Namun, jika Anda ingin langsung menghentikan perundungan di tempat kejadian, pastikan Anda telah memahami cara yang tepat untuk mengatasi situasi tersebut.

Terkadang, campur tangan langsung tanpa pemahaman yang cukup bisa memperburuk situasi, misalnya memicu balasan agresif dari pelaku atau bahkan menarik Anda sendiri ke dalam konflik tersebut.

Mari kita menjadi individu yang sensitif, peduli, dan empati terhadap sesama dengan melaporkan dan menghentikan perundungan, sehingga setiap anak dapat belajar dan tumbuh dengan aman dan nyaman.

Demikian artikel tentang 3 jenis perundungan atau bullying yang penting untuk diketahui, semoga bermanfaat.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Seskoad Ingatkan Warga Sukandana Tak Bakar Lahan
Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT
Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur
Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai
Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

Tim KKL Wilhan Karhutla Dikreg LXVII Seskoad menyerahkan hasil penelitian kepada Pemda dan Kodim Lampung Timur, Sabtu (5/9/2026). Foto: Agus S

Nasional

KKL Wilhan Karhutla Serahkan Hasil Penelitian

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:35 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800 Mahjong Ways 2 Mengenal Fitur Permainan Dan Variasi Simbol Di Setiap Putaran Mahjong Wins 3 Memahami Fitur Scatter Naga Dan Mekanisme Permainannya Starlight Princess 1000 Menjelajahi Fitur Multiplier Dan Animasi Permainan Gates Of Olympus Mengenal Rtp Dan Volatilitas Dalam Game Slot Wild Bounty Showdown Mengulas Karakteristik Fitur Dan Ritme Permainan Sweet Bonanza X100 Memahami Pengganda Nilai Dan Mekanisme Kemenangan Pengalaman Pemain Mahjong Ways Dan Perkembangan Komunitas Game Online Sumut Koi Gate Habanero Mengenal Simbol Emas Fitur Bonus Dan Aturan Permainan Mahjong Wins 3 Mengenal Sistem Multiplier Dan Fitur Bonus Permainan Tren Game Online Di Sumatera Utara Dan Perubahan Minat Pengguna Digital Perkembangan Game Online Mobile Dan Perubahan Kebiasaan Pemain Digital Esports Indonesia Mengenal Kompetisi Tim Dan Strategi Permainan Game Online Multiplayer Membangun Kerja Sama Dalam Tim Virtual Cloud Gaming Mengenal Teknologi Bermain Game Tanpa Perangkat Khusus Tips Menjaga Keamanan Akun Saat Bermain Game Online Pembaruan Game Online Dan Pengaruhnya Terhadap Pengalaman Pemain Komunitas Gamer Online Dan Perannya Dalam Membangun Interaksi Digital Game Online Ringan Untuk Pengguna Ponsel Dengan Kapasitas Penyimpanan Terbatas Mengenal Game Indie Online Dan Ide Kreatif Di Balik Pengembangannya Mengatur Waktu Bermain Game Online Agar Tetap Seimbang Dengan Aktivitas Harian