Antivirus Karya Anak Bangsa ini dulu jadi kebanggaan, sekarang nasibnya tak seindah dulu

- Penulis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Nasib antivirus lokal karya anak bangsa, Smadav, kini menjadi sorotan. Padahal, perangkat lunak ini pernah menjadi andalan di masanya. Namun, seiring perkembangan teknologi, pamornya perlahan meredup hingga disebut-sebut membuat Indonesia kehilangan potensi keuntungan triliunan rupiah.

“Negara kita rugi triliunan, Guys. Karena ada aplikasi karya anak bangsa yang bukannya dilindungin tapi malah hancur lebur. Nah, Teman-teman pasti tahu dong kalau kamu generasi kelahiran tahun-an pasti tahu yang namanya smadaf,” demikian diungkap kanal YouTube Bennix dalam unggahannya, yang membedah perjalanan Smadav.

Antivirus ini lahir dari tangan Zainuddin Nafarin, pemuda asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada 2006. Awalnya, Smadav dikembangkan sebagai proyek kampus sebelum berkembang menjadi Smadav Software, perusahaan yang fokus pada keamanan siber untuk perangkat berbasis Windows.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Smadav sempat populer karena kemampuannya membersihkan virus-virus lokal, seperti virus Brontok yang sempat mengacaukan ribuan komputer di Indonesia. Bahkan, software ini mampu mendeteksi malware, worm, hingga melindungi flashdisk dari infeksi virus.

“Dan gua termasuk salah satu orang yang hobi dan suka dan mantan pengguna Smadav di eranya. Tapi sekarang kok makin enggak kedengaran?” ujar kanal tersebut.

Namun, di balik kejayaannya, Smadav mulai mengalami kemunduran. Ada sejumlah faktor yang disebut menyebabkan popularitasnya anjlok.

Mulai dari minim inovasi, hilangnya ekosistem warnet dan flashdisk yang dulu jadi pintu utama penyebaran virus, hingga dominasi antivirus bawaan Windows, Defender.

“Jadi ini tragedi, Guys. Ini memang orang Indonesia sayang ya ketika dia bisa bikin produk bagus tapi packaging-nya kurang, brandingnya kurang,” kata Bennix.

Selain itu, ada isu bahwa Smadav justru terdeteksi sebagai virus oleh sistem tertentu. Hal ini menimbulkan persepsi negatif di kalangan pengguna dan mempercepat penurunan kepercayaan publik.

Di saat yang sama, pemerintah dinilai kurang memberi perlindungan dan dukungan terhadap pengembang lokal. Hal ini berbanding terbalik dengan Rusia yang secara tegas mendukung Kaspersky hingga kini menjadi salah satu raksasa antivirus dunia dengan pendapatan triliunan rupiah per tahun.

“Sebetulnya kayak program seperti Smadav antivirus ini yang sekarang sudah ketinggalan zaman itu sebetulnya punya potensi menghasilkan duit ribuan triliun, Guys,” kata Bennix menegaskan.

Kini, nasib Smadav menjadi cermin rapuhnya dukungan negara terhadap karya anak bangsa di bidang teknologi. Padahal, sektor keamanan siber diyakini menjadi industri bernilai besar dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja bila dikelola dengan serius.

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina
BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa
Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta
Aturan Pembatasan Akses Digital Anak Mulai Diterapkan, Pemerintah Surati 8 Platform
ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas
Lansia di Lampung Timur Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Diduga Wafat Sepekan Sebelumnya
HMNI dan IWO Lampung Timur Bagikan Takjil Ramadan untuk Pengendara
Mulai 28 Maret, Pemerintah Nonaktifkan Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 09:22 WIB

Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina

Sabtu, 4 April 2026 - 09:58 WIB

Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta

Senin, 30 Maret 2026 - 13:02 WIB

Aturan Pembatasan Akses Digital Anak Mulai Diterapkan, Pemerintah Surati 8 Platform

Senin, 16 Maret 2026 - 23:16 WIB

ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:33 WIB

Lansia di Lampung Timur Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Diduga Wafat Sepekan Sebelumnya

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot