Pemerintah Gelontorkan Rp840 Miliar, Mobil Hybrid Dapat Insentif Pajak Mulai Januari 2025

- Penulis

Senin, 16 Desember 2024 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Mulai 1 Januari 2025, pemerintah resmi memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen untuk mobil berteknologi hybrid. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta produsen mobil hybrid di Indonesia segera mendaftarkan merek mereka agar dapat memanfaatkan insentif tersebut.

Saya minta agar para produsen mobil-mobil hybrid yang ada di Indonesia segera mendaftarkan merek-mereknya kepada kami, agar tahun depan, mulai 1 Januari, sudah bisa menikmati insentif,” ujar Agus dalam konferensi pers, Senin 16 Desember 2024, seperti dikutip dari ANTARA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah memperkirakan anggaran sebesar Rp840 miliar untuk mendukung program insentif PPnBM bagi kendaraan hybrid.

Agus menegaskan, pemberian insentif ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah. 

Salah satu syarat utama bagi produsen mobil hybrid untuk berpartisipasi adalah nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang harus dipenuhi.

Dukungan untuk Kendaraan Listrik

Selain mobil hybrid, pemerintah juga memberikan insentif signifikan untuk kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Insentif tersebut meliputi:

PPN DTP 10 persen untuk kendaraan KBLBB completely knocked down (CKD).

PPnBM DTP 15 persen untuk KBLBB impor completely built-up (CBU) dan CKD.

Bea Masuk nol persen untuk KBLBB CBU.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,52 triliun untuk mendukung PPN DTP KBLBB dan insentif PPnBM 100 persen atas impor maupun produksi dalam negeri.

Merespons Tekanan Industri Otomotif

Menurut Agus Gumiwang, berbagai insentif ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap industri otomotif yang tengah mengalami tekanan. 

Penurunan daya beli masyarakat kelas menengah disebut-sebut menjadi penyebab merosotnya penjualan sektor ini.

“Pemberian insentif ini merupakan jawaban dari pemerintah,” tegas Agus.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina
BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa
Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta
ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas
Lansia di Lampung Timur Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Diduga Wafat Sepekan Sebelumnya
HMNI dan IWO Lampung Timur Bagikan Takjil Ramadan untuk Pengendara
Dari Jatim ke Sintang, HLY Dibekuk Bawa 1,38 Kg Sisik Trenggiling
Klarifikasi Soal Zakat, Menag Minta Maaf atas Kesalahpahaman Publik

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 09:22 WIB

Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina

Sabtu, 4 April 2026 - 09:58 WIB

Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta

Senin, 16 Maret 2026 - 23:16 WIB

ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:33 WIB

Lansia di Lampung Timur Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Diduga Wafat Sepekan Sebelumnya

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:57 WIB

HMNI dan IWO Lampung Timur Bagikan Takjil Ramadan untuk Pengendara

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot