BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa

BGN hentikan operasional dapur SPPG Pondok Kelapa usai insiden dugaan keracunan dalam program MBG

- Penulis Berita

Minggu, 5 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) meminta maaf atas insiden dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dikutip dari bgn co id, BGN menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta menghentikan operasional dapur di lokasi tersebut. Langkah itu disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Jakarta, pada Sabtu (4/4/2026).

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ucap Nanik.

Penghentian operasional dilakukan setelah evaluasi menemukan fasilitas dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), belum memenuhi standar keamanan pangan.

Kasus ini mencuat setelah puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan usai menyantap makanan dari program MBG. Laporan awal diterima pada Kamis (2/4), dengan 36 siswa mengeluhkan sakit perut, diare, dan mual.

Sehari berselang, jumlah warga terdampak bertambah menjadi 60 orang. Seluruhnya telah menjalani perawatan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Baca Juga :  Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta

Menu yang disajikan saat kejadian antara lain spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

BGN menduga penurunan kualitas makanan terjadi akibat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi, sehingga makanan tidak lagi dalam kondisi segar.

BGN menyatakan akan memperketat pengawasan pelaksanaan program MBG guna memastikan standar keamanan pangan terpenuhi dan kejadian serupa tidak terulang.

Penulis : Hadi Jakariya

Editor : Hadi Jakariya

Sumber Berita: bgn co id

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Seskoad Ingatkan Warga Sukandana Tak Bakar Lahan
Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT
Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur
Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai
Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

Tim KKL Wilhan Karhutla Dikreg LXVII Seskoad menyerahkan hasil penelitian kepada Pemda dan Kodim Lampung Timur, Sabtu (5/9/2026). Foto: Agus S

Nasional

KKL Wilhan Karhutla Serahkan Hasil Penelitian

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:35 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800