Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) meminta maaf atas insiden dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Dikutip dari bgn co id, BGN menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta menghentikan operasional dapur di lokasi tersebut. Langkah itu disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Jakarta, pada Sabtu (4/4/2026).
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ucap Nanik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghentian operasional dilakukan setelah evaluasi menemukan fasilitas dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), belum memenuhi standar keamanan pangan.
Kasus ini mencuat setelah puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan usai menyantap makanan dari program MBG. Laporan awal diterima pada Kamis (2/4), dengan 36 siswa mengeluhkan sakit perut, diare, dan mual.
Sehari berselang, jumlah warga terdampak bertambah menjadi 60 orang. Seluruhnya telah menjalani perawatan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.
Menu yang disajikan saat kejadian antara lain spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.
BGN menduga penurunan kualitas makanan terjadi akibat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi, sehingga makanan tidak lagi dalam kondisi segar.
BGN menyatakan akan memperketat pengawasan pelaksanaan program MBG guna memastikan standar keamanan pangan terpenuhi dan kejadian serupa tidak terulang.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya
Sumber Berita: bgn co id




















