Lindungi Anak dari Konten Negatif, Pemerintah Tekankan Peran Orang Tua

Pemerintah memperkuat regulasi perlindungan anak di ruang digital, namun menegaskan keluarga tetap menjadi garda terdepan mencegah paparan konten berbahaya.

- Penulis Berita

Rabu, 24 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Menkomdigi Meutya Hafid saat menjadi Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-97 di Kantor Kementerian Komdigi, Senin (22/12/2025)./Komdigi

Menkomdigi Meutya Hafid saat menjadi Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-97 di Kantor Kementerian Komdigi, Senin (22/12/2025)./Komdigi

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat upaya melindungi anak dari paparan konten negatif di ruang digital. Namun, negara menegaskan bahwa peran orang tua tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan anak saat mengakses internet.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pelindungan anak di ruang digital tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, melainkan harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Pernyataan itu disampaikan Meutya saat peringatan Hari Ibu ke-97 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025), di tengah meningkatnya risiko paparan konten negatif terhadap anak di internet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebaik apa pun kebijakan negara, orang tua dan anggota keluarga di rumah tetap paling banyak berperan melindungi keamanan anak di ruang digital,” ujar Meutya, dikutip dari laman resmi Komdigi, Rabu (24/12).

Baca Juga :  Kemkomdigi: 80,63 Persen Menara BTS di Aceh Kembali Berfungsi

Meutya menilai ruang digital kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, peran orang tua, terutama ibu, dinilai sangat vital dalam memastikan anak mengakses internet secara aman dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, pemerintah juga mengambil langkah regulatif untuk memperkuat perlindungan anak. Salah satunya dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Melalui aturan tersebut, platform digital, khususnya media sosial, diwajibkan membatasi akses anak-anak guna melindungi mereka dari konten yang tidak sesuai usia.

Baca Juga :  Seluruh Casis Bintara Brimob Polda Papua Barat Daya Lulus, Siap Pendidikan di SPN Sulsel

“Ini wujud komitmen negara untuk meringankan beban para ibu dan keluarga dalam melindungi anak-anak di era digital. Perlindungan ini mencakup paparan konten negatif seperti pornografi, judi online, eksploitasi seksual, maupun predator digital,” jelas Menkomdigi.

Dalam kesempatan yang sama, Meutya juga memberikan apresiasi kepada para perempuan, khususnya pegawai di lingkungan Kemkomdigi, yang dinilai mampu menjalankan peran ganda sebagai abdi negara sekaligus penggerak utama keluarga.

Ia berharap penguatan peran perempuan dan keluarga dapat menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

“Ketika anak dilindungi, Insyaallah masa depan bangsa akan menjadi lebih terjamin. Perempuan berdaya, anak terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Meutya.

Penulis : Hadi Jakariya

Editor : Hadi Jakariya

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Seskoad Ingatkan Warga Sukandana Tak Bakar Lahan
Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT
Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur
Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai
Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

Tim KKL Wilhan Karhutla Dikreg LXVII Seskoad menyerahkan hasil penelitian kepada Pemda dan Kodim Lampung Timur, Sabtu (5/9/2026). Foto: Agus S

Nasional

KKL Wilhan Karhutla Serahkan Hasil Penelitian

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:35 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800 Mahjong Ways 2 Mengenal Fitur Permainan Dan Variasi Simbol Di Setiap Putaran Mahjong Wins 3 Memahami Fitur Scatter Naga Dan Mekanisme Permainannya Starlight Princess 1000 Menjelajahi Fitur Multiplier Dan Animasi Permainan Gates Of Olympus Mengenal Rtp Dan Volatilitas Dalam Game Slot Wild Bounty Showdown Mengulas Karakteristik Fitur Dan Ritme Permainan Sweet Bonanza X100 Memahami Pengganda Nilai Dan Mekanisme Kemenangan Pengalaman Pemain Mahjong Ways Dan Perkembangan Komunitas Game Online Sumut Koi Gate Habanero Mengenal Simbol Emas Fitur Bonus Dan Aturan Permainan Mahjong Wins 3 Mengenal Sistem Multiplier Dan Fitur Bonus Permainan Tren Game Online Di Sumatera Utara Dan Perubahan Minat Pengguna Digital Perkembangan Game Online Mobile Dan Perubahan Kebiasaan Pemain Digital Esports Indonesia Mengenal Kompetisi Tim Dan Strategi Permainan Game Online Multiplayer Membangun Kerja Sama Dalam Tim Virtual Cloud Gaming Mengenal Teknologi Bermain Game Tanpa Perangkat Khusus Tips Menjaga Keamanan Akun Saat Bermain Game Online Pembaruan Game Online Dan Pengaruhnya Terhadap Pengalaman Pemain Komunitas Gamer Online Dan Perannya Dalam Membangun Interaksi Digital Game Online Ringan Untuk Pengguna Ponsel Dengan Kapasitas Penyimpanan Terbatas Mengenal Game Indie Online Dan Ide Kreatif Di Balik Pengembangannya Mengatur Waktu Bermain Game Online Agar Tetap Seimbang Dengan Aktivitas Harian