Jalan Tak Biasa Anak Muda Melawan Pengangguran

- Penulis

Minggu, 18 Mei 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angka pengangguran di Indonesia masih mengkhawatirkan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025 mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi ada di Papua (6,92 persen), Kepulauan Riau (6,89 persen), dan Jawa Barat (6,74 persen). Bahkan di pusat ekonomi seperti DKI Jakarta, angka pengangguran masih mencapai 6,18 persen. Ini bukan angka kecil. Ini alarm.

Namun pertanyaannya, apakah kita hanya akan terus menunggu solusi dari pemerintah?

Menunggu Pemerintah adalah Kemewahan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah mahalnya biaya hidup, dari harga beras yang merayap hingga ongkos transportasi yang tak lagi bersahabat, berharap bantuan sepenuhnya datang dari negara adalah kemewahan. Bukan karena negara tak peduli, tapi karena prosesnya terlalu lambat untuk mengimbangi kebutuhan yang terus mendesak.

Di sinilah peran pemuda seharusnya muncul. Bukan hanya sebagai penonton, apalagi sekedar pengeluh di kolom komentar. Tapi menjadi pelaku. Menjadi penggagas solusi dari bawah.

Cara Berpikir Lama, Dunia Baru

Anak muda hari ini harus berani melepaskan cara berpikir lama—yang menganggap satu-satunya puncak karier adalah menjadi pegawai negeri sipil. Dunia kerja sudah berubah drastis. Status “kerja tetap” tak lagi menjamin kesejahteraan jika tak dibarengi kreativitas. Sementara pekerjaan berbasis digital, usaha mikro, bahkan jasa-jasa berbasis komunitas justru menawarkan peluang yang lebih luas.

Lihatlah di sekitar, tempurung kelapa yang dulu dibuang, kini bisa disulap jadi kerajinan tangan bernilai tinggi. Jasa bersih-bersih rumah atau kantor yang dikemas unik dengan sistem langganan digital bisa jadi ladang penghasilan. Konten kreator lokal yang membuat video seputar UMKM di wilayahnya bisa mendongkrak penjualan dan memperkuat ekonomi daerah.

Solusi dari Anak Muda untuk Sesama

Ini bukan mimpi kosong. Anak muda bisa menciptakan ekosistem ekonomi baru yang saling berkesinambungan. Satu usaha kecil membuka lapangan kerja bagi dua atau tiga temannya. Satu akun media sosial bisa menjangkau ratusan pembeli potensial. Satu gagasan sederhana bisa jadi lompatan ekonomi, asal dikerjakan dengan konsisten dan tak malu untuk memulai dari kecil.

Pemerintah tetap perlu hadir, tapi bukan sebagai aktor tunggal. Ia harus menjadi fasilitator yang membuka akses, bukan satu-satunya penentu arah. Karena anak-anak muda hari ini punya senjata yang tak dimiliki generasi sebelumnya: akses informasi dan semangat inovasi.

Menggeser Makna Sejahtera

Sejahtera tak lagi identik dengan gaji bulanan tetap. Sejahtera adalah saat kita bisa hidup mandiri, membantu orang sekitar, dan terus tumbuh. Mungkin, generasi baru ini tak perlu menunggu panggilan kerja dari kantor, tapi menciptakan “kantor” mereka sendiri—dari rumah, dari warung kecil, dari bengkel belakang rumah, dari konten Instagram, atau dari ide sederhana yang diseriusi.

Dan jika 1 dari 10 pemuda Indonesia memilih jalan ini, kita tak lagi bicara soal menurunkan angka pengangguran. Kita sedang bicara tentang membangun ulang wajah ekonomi bangsa dari bawah.

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPD PGK Lamsel Apresiasi A Burhanuddin Masuk Dewan Pendidikan Lampung
Saatnya Indonesia Menggerakkan GNB untuk Meredakan Konflik Iran–Israel dan AS
HMI Lampung Selatan Bersihkan Gedung Eks Kolonial 1883, Dorong Jadi Cagar Budaya
Alasan Tekanan Demonstran, HMI Pertanyakan Konsistensi Kepemimpinan Wali Kota
Pilkada oleh DPRD sebagai Jalan Tengah Memperbaiki Demokrasi dan Menekan Biaya Politik
Mengukur Urgensi Pilkada melalui DPRD
HMI Cabang Deli Serdang: Polemik Lahan TPS3R Harus Disikapi Bijak, Objektif, dan Berdasarkan Hukum
Konflik Gajah-Manusia di Lampung Timur, WAKO Usul TNWK Gunakan Lebah Madu

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 01:01 WIB

DPD PGK Lamsel Apresiasi A Burhanuddin Masuk Dewan Pendidikan Lampung

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:41 WIB

Saatnya Indonesia Menggerakkan GNB untuk Meredakan Konflik Iran–Israel dan AS

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:24 WIB

HMI Lampung Selatan Bersihkan Gedung Eks Kolonial 1883, Dorong Jadi Cagar Budaya

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:15 WIB

Alasan Tekanan Demonstran, HMI Pertanyakan Konsistensi Kepemimpinan Wali Kota

Sabtu, 10 Januari 2026 - 00:10 WIB

Pilkada oleh DPRD sebagai Jalan Tengah Memperbaiki Demokrasi dan Menekan Biaya Politik

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot