SUMATERA UTARA — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan bantuan internet gratis kepada enam sekolah terdampak bencana banjir di Provinsi Sumatera Utara. Fasilitas konektivitas tersebut disalurkan melalui kerja sama dengan penyedia layanan internet MyRepublic.
Dikutip Freentalk.com pada Senin (15/12/2025), dari laman resmi KOMDIGI bantuan yang diberikan berupa layanan internet berkecepatan hingga 500 Mbps selama satu tahun.
Program tersebut ditujukan untuk mendukung kembali aktivitas belajar-mengajar yang sempat terganggu akibat bencana banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan dukungan konektivitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah untuk memperkuat pembelajaran berbasis digital.
“Semoga dukungan kemanusiaan dari sisi konektivitas ini dapat menunjang pengajaran digital sejalan dengan program Bapak Presiden,” ujarnya dalam kegiatan Roketin Generasi Tunas Digital di SMA Dharmawangsa Medan, Sabtu (13/12/2025).
Selain penyerahan bantuan internet gratis, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Duta Roketin Generasi Tunas Digital. Program ini ditujukan untuk menumbuhkan budaya digital yang aman dan beretika di lingkungan sekolah.
Para duta yang berasal dari kalangan siswa itu akan bertugas menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Mereka juga akan mengedukasi sesama pelajar mengenai penggunaan ruang digital yang aman dan bertanggung jawab.
“Anak-anak juga diminta untuk mensosialisasikan kepada teman-temannya tentang pentingnya penundaan usia untuk masuk media sosial sesuai dengan tumbuh kembang anak,” tuturnya.
Meutya menegaskan, perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, melainkan harus diperkuat dengan praktik nyata di lingkungan terdekat, termasuk dari orang tua dan tenaga pendidik.
“Kalau anak-anaknya tidak boleh bersosial media, guru-gurunya juga jangan di depan anak-anaknya main sosmed. Jadi guru kita harapkan bisa memberikan contoh yang baik,” kata Meutya.
Ia juga mengingatkan risiko adiksi media sosial pada anak yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang serta kesehatan mental.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya turut mengapresiasi bantuan konektivitas yang diberikan pemerintah kepada sekolah-sekolah terdampak banjir di wilayahnya. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membantu memperkecil kesenjangan digital antar sekolah.
“Kami berkomitmen memastikan bahwa seluruh peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan digital,” katanya.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya
Sumber Berita: KOMDIGI




















