BMKG Ungkap Penyebab Keretakan Tanah yang Rusak Puluhan Rumah di Sukabumi

- Penulis Berita

Sabtu, 7 Desember 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Penampakan jalan retak akibat hujan Intensitas tinggi di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sumber: ANTARA

Penampakan jalan retak akibat hujan Intensitas tinggi di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sumber: ANTARA

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan kawasan terdampak bencana keretakan tanah yang merusak puluhan rumah warga di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan laporan dari ANTARA, peristiwa ini menyebabkan sekitar 30 rumah dan satu masjid rusak, sementara 42 kepala keluarga atau sekitar 120 jiwa mengungsi.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan pihaknya menyesuaikan peta cuaca dengan peta kerawanan pergerakan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses ini penting karena hasilnya akan menjadi bahan sosialisasi kami kepada masyarakat untuk bersiap menghadapi dampak susulan,”ujarnya saat meninjau lokasi, Sabtu 7 Desember 2024.

Menurut analisis sementara, hujan deras menjadi pemicu utama keretakan tanah yang terjadi pada Selasa 3 Desember petang lalu.

Data BMKG menunjukkan curah hujan di atas normal telah diprediksi sebelumnya dan disampaikan melalui peringatan dini seminggu sebelum bencana. Informasi ini diperbarui setiap tiga jam melalui kanal resmi BMKG.

PVMBG memetakan wilayah terdampak bencana sebagian besar berada di ketinggian 100-800 meter di atas permukaan laut dengan tingkat kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi.

Kawasan Desa Sukamaju termasuk dalam zona rawan tersebut, terutama jika curah hujan terus meningkat.

Dwikorita menambahkan bahwa tim akan diterjunkan untuk memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai potensi bahaya.

“Nah, tim akan diterjunkan untuk menyosialisasikan langsung potensi bahaya ini ke masyarakat sehingga mereka bisa bersiap-siap menghadapi kemungkinan yang terjadi nantinya,”tuturnya.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana berbasis informasi cuaca dan geologi yang terpadu.

BMKG dan PVMBG mengimbau warga tetap waspada, khususnya di wilayah rawan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Seskoad Ingatkan Warga Sukandana Tak Bakar Lahan
Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT
Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur
Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai
Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:34 WIB

Cegah Karhutla, Seskoad Ingatkan Warga Sukandana Tak Bakar Lahan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Karang Taruna Negara Nabung Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Atas Parit Rumah Warga Lampung Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800