BMKG Ungkap Penyebab Keretakan Tanah yang Rusak Puluhan Rumah di Sukabumi

- Penulis

Sabtu, 7 Desember 2024 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan jalan retak akibat hujan Intensitas tinggi di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sumber: ANTARA

Penampakan jalan retak akibat hujan Intensitas tinggi di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sumber: ANTARA

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan kawasan terdampak bencana keretakan tanah yang merusak puluhan rumah warga di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan laporan dari ANTARA, peristiwa ini menyebabkan sekitar 30 rumah dan satu masjid rusak, sementara 42 kepala keluarga atau sekitar 120 jiwa mengungsi.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan pihaknya menyesuaikan peta cuaca dengan peta kerawanan pergerakan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses ini penting karena hasilnya akan menjadi bahan sosialisasi kami kepada masyarakat untuk bersiap menghadapi dampak susulan,”ujarnya saat meninjau lokasi, Sabtu 7 Desember 2024.

Menurut analisis sementara, hujan deras menjadi pemicu utama keretakan tanah yang terjadi pada Selasa 3 Desember petang lalu.

Data BMKG menunjukkan curah hujan di atas normal telah diprediksi sebelumnya dan disampaikan melalui peringatan dini seminggu sebelum bencana. Informasi ini diperbarui setiap tiga jam melalui kanal resmi BMKG.

PVMBG memetakan wilayah terdampak bencana sebagian besar berada di ketinggian 100-800 meter di atas permukaan laut dengan tingkat kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi.

Kawasan Desa Sukamaju termasuk dalam zona rawan tersebut, terutama jika curah hujan terus meningkat.

Dwikorita menambahkan bahwa tim akan diterjunkan untuk memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai potensi bahaya.

“Nah, tim akan diterjunkan untuk menyosialisasikan langsung potensi bahaya ini ke masyarakat sehingga mereka bisa bersiap-siap menghadapi kemungkinan yang terjadi nantinya,”tuturnya.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana berbasis informasi cuaca dan geologi yang terpadu.

BMKG dan PVMBG mengimbau warga tetap waspada, khususnya di wilayah rawan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia
Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina
BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa
Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta
ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas
Lansia di Lampung Timur Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Diduga Wafat Sepekan Sebelumnya
HMNI dan IWO Lampung Timur Bagikan Takjil Ramadan untuk Pengendara
Dari Jatim ke Sintang, HLY Dibekuk Bawa 1,38 Kg Sisik Trenggiling

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:04 WIB

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 09:22 WIB

Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina

Minggu, 5 April 2026 - 16:07 WIB

BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa

Sabtu, 4 April 2026 - 09:58 WIB

Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta

Senin, 16 Maret 2026 - 23:16 WIB

ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot