TN Way Kambas Tutup Sementara Objek Wisata Usai Aksi Warga Desa Penyangga

Penutupan dilakukan mulai 16 Januari 2026 sebagai respons konflik gajah dan keterbatasan SDM penanganan satwa liar.

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TN Way Kambas tutup sementara objek wisata./btn_waykambas

TN Way Kambas tutup sementara objek wisata./btn_waykambas

LAMPUNG TIMUR — Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menutup sementara seluruh objek wisata alam di kawasan TNWK, Lampung Timur, menyusul atensi publik dan keterbatasan sumber daya manusia dalam penanganan konflik gajah liar.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE.105/T.11/TU/HMS.01.08/B/01/2026 tentang Penutupan Sementara Objek Wisata Alam di Taman Nasional Way Kambas, yang ditetapkan pada 15 Januari 2026 dan mulai berlaku Jumat (16/1/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, disebutkan penutupan dilakukan sebagai respons atas meningkatnya perhatian masyarakat terhadap konflik gajah dan manusia, serta keterbatasan personel dalam penanganan dan penanggulangan konflik tersebut.

Balai Taman Nasional Way Kambas akan melakukan penutupan sementara objek wisata alam di Taman Nasional Way Kambas,” demikian bunyi poin kebijakan dalam surat edaran tersebut.

Penutupan berlaku untuk seluruh aktivitas wisata alam, kecuali kegiatan penelitian, magang, dan pendidikan.

TNWK menegaskan kebijakan ini bersifat sementara sambil menata ulang fokus penanganan konflik satwa liar, khususnya gajah.

Surat edaran itu juga merujuk sejumlah regulasi, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri LHK Nomor P.8 Tahun 2019 tentang pengusahaan pariwisata alam, serta nota dinas terkait pemanfaatan gajah latih dan pembatasan pengembangan wisata berbasis satwa di TNWK.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Langkah penutupan ini muncul beberapa hari setelah ribuan warga desa penyangga hutan yang tergabung dalam Aliansi Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas menggelar aksi unjuk rasa, menuntut penghentian konflik gajah dan tanggung jawab penuh pengelola kawasan konservasi atas kerugian dan korban jiwa.

‎Sebagai informasi tambahan, Surat edaran tersebut ditembuskan kepada Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Gubernur Lampung, Bupati Lampung Timur, Kapolres Lampung Timur, dan Dandim 0429 Lampung Timur.

Penulis : Hadi Jakariya

Editor : Hadi Jakariya

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia
Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina
BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa
Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta
ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas
Lansia di Lampung Timur Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Diduga Wafat Sepekan Sebelumnya
HMNI dan IWO Lampung Timur Bagikan Takjil Ramadan untuk Pengendara
Dari Jatim ke Sintang, HLY Dibekuk Bawa 1,38 Kg Sisik Trenggiling

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:04 WIB

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 09:22 WIB

Polsek Way Bungur Sikat Balap Liar, 11 Remaja Terjaring dan Dibina

Minggu, 5 April 2026 - 16:07 WIB

BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban, Setop Dapur SPPG Pondok Kelapa

Sabtu, 4 April 2026 - 09:58 WIB

Belum Penuhi Panggilan, Komdigi Kembali Panggil YouTube dan Meta

Senin, 16 Maret 2026 - 23:16 WIB

ASN Kemenag Dilarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot