LAMPUNG TIMUR — Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menutup sementara seluruh objek wisata alam di kawasan TNWK, Lampung Timur, menyusul atensi publik dan keterbatasan sumber daya manusia dalam penanganan konflik gajah liar.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE.105/T.11/TU/HMS.01.08/B/01/2026 tentang Penutupan Sementara Objek Wisata Alam di Taman Nasional Way Kambas, yang ditetapkan pada 15 Januari 2026 dan mulai berlaku Jumat (16/1/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Dalam surat edaran yang ditandatangani Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, disebutkan penutupan dilakukan sebagai respons atas meningkatnya perhatian masyarakat terhadap konflik gajah dan manusia, serta keterbatasan personel dalam penanganan dan penanggulangan konflik tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Balai Taman Nasional Way Kambas akan melakukan penutupan sementara objek wisata alam di Taman Nasional Way Kambas,” demikian bunyi poin kebijakan dalam surat edaran tersebut.
Penutupan berlaku untuk seluruh aktivitas wisata alam, kecuali kegiatan penelitian, magang, dan pendidikan.
TNWK menegaskan kebijakan ini bersifat sementara sambil menata ulang fokus penanganan konflik satwa liar, khususnya gajah.
Surat edaran itu juga merujuk sejumlah regulasi, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri LHK Nomor P.8 Tahun 2019 tentang pengusahaan pariwisata alam, serta nota dinas terkait pemanfaatan gajah latih dan pembatasan pengembangan wisata berbasis satwa di TNWK.
Langkah penutupan ini muncul beberapa hari setelah ribuan warga desa penyangga hutan yang tergabung dalam Aliansi Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas menggelar aksi unjuk rasa, menuntut penghentian konflik gajah dan tanggung jawab penuh pengelola kawasan konservasi atas kerugian dan korban jiwa.
Sebagai informasi tambahan, Surat edaran tersebut ditembuskan kepada Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Gubernur Lampung, Bupati Lampung Timur, Kapolres Lampung Timur, dan Dandim 0429 Lampung Timur.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya




















