Waspada Undangan Pernikahan Palsu via WhatsApp, Ini Cara Menghindari Modus Penipuannya

Penipuan undangan digital dalam bentuk file APK makin marak. Pengguna diminta lebih waspada agar tidak kehilangan data dan akses keuangan.

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penipuan online./Kreasi AI

Ilustrasi penipuan online./Kreasi AI

Jakarta — Modus penipuan online terus berubah mengikuti kebiasaan masyarakat. Salah satu yang belakangan marak adalah pengiriman undangan pernikahan digital palsu melalui WhatsApp dan SMS. Undangan tersebut tidak berbentuk tautan, melainkan file aplikasi berformat APK yang menyimpan malware berbahaya.

Dikutip Freentalk.com pada Kamis (18/12/2025) dari laman SiberMate, file APK itu sengaja disamarkan sebagai undangan pernikahan agar korban tergoda untuk membuka dan menginstalnya. Padahal, begitu aplikasi terpasang, pelaku bisa mengakses data pribadi di ponsel korban secara diam-diam.

Data yang dicuri bukan sekadar kontak atau pesan, tetapi juga informasi sensitif seperti akses mobile banking, dompet digital, hingga kode OTP transaksi keuangan. Dalam banyak kasus, korban baru sadar setelah saldo rekening atau dompet digitalnya terkuras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus Penipuan Dimulai dari Rasa Penasaran

Pola penipuannya relatif seragam. Korban menerima pesan singkat dari nomor tak dikenal yang berisi ucapan singkat dan file undangan pernikahan.

Bahasa yang digunakan biasanya sopan dan terkesan personal, sehingga penerima tidak langsung curiga.

Masalah muncul ketika file tersebut diinstal. Aplikasi palsu akan meminta izin akses ke SMS, kontak, dan sistem ponsel. Dari titik itu, malware bekerja di latar belakang tanpa disadari pengguna.

Ciri Undangan Pernikahan Digital yang Patut Dicurigai

SiberMate mengingatkan, undangan pernikahan digital yang asli umumnya berbentuk tautan website, bukan aplikasi. Jika undangan dikirim dalam bentuk file APK, itu sudah menjadi tanda bahaya.

Selain itu, undangan palsu biasanya datang dari nomor yang tidak dikenal atau tidak tersimpan di kontak. Berbeda dengan undangan asli yang umumnya dikirim langsung oleh pihak pengantin atau keluarga dekat.

Ciri lainnya, undangan palsu meminta pengguna menginstal aplikasi dan memberikan izin akses berlebihan. Undangan digital yang sah tidak pernah meminta izin membaca SMS atau mengontrol perangkat.

Langkah Sederhana Mencegah Jadi Korban

Ada beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan agar tidak terjebak modus ini. Pertama, jangan pernah menginstal file APK yang dikirim melalui WhatsApp atau SMS, apalagi dari sumber yang tidak jelas.

Kedua, lakukan konfirmasi. Jika menerima undangan digital, pastikan terlebih dahulu kepada pengirim melalui jalur komunikasi lain, seperti telepon atau media sosial.

Ketiga, aktifkan pengamanan tambahan pada akun keuangan. Hindari penggunaan OTP berbasis SMS dan beralih ke aplikasi autentikasi yang lebih aman.

Keempat, gunakan aplikasi keamanan untuk memindai file mencurigakan dan pastikan sistem ponsel selalu diperbarui.

Laporkan Jika Menemukan Pesan Mencurigakan

SiberMate juga menyarankan pengguna untuk tidak hanya mengabaikan pesan mencurigakan. Pesan semacam ini sebaiknya dilaporkan melalui fitur pelaporan di WhatsApp agar penyebarannya bisa ditekan.

Selain itu, laporan juga bisa disampaikan ke otoritas keamanan siber agar modus serupa dapat segera diantisipasi.

Ancaman Nya di Balik Undangan Palsu

Penipuan undangan pernikahan digital bukan sekadar gangguan pesan spam. Dampaknya bisa serius, mulai dari pencurian identitas hingga pengurasan rekening tanpa sepengetahuan korban.

Karena itu, kewaspadaan menjadi kunci utama. Undangan pernikahan seharusnya membawa kabar bahagia, bukan pintu masuk kejahatan siber.

Penulis : Hadi Jakariya

Editor : Hadi Jakariya

Sumber Berita: SiberMate

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aturan Pembatasan Akses Digital Anak Mulai Diterapkan, Pemerintah Surati 8 Platform
Mulai 28 Maret, Pemerintah Nonaktifkan Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
Google Fokus Alihkan Search ke Interaksi Berbasis AI
Soal Registrasi Kartu Seluler, Pemerintah Bakal Batasi Maksimal Tiga Nomor Prabayar per Identitas
Nokia Lumia 1020, Smartphone Flagship 2013 dengan Kamera Terlalu Perkasa di Zamannya
Albania Jadi Negara Pertama Angkat Menteri Berbasis Bot AI
Tips dari YouTuber Soal Algoritma, Begini Agar Konten Kamu Sukses di Tahun 2026
WhatsApp Resmi Hadir di Apple Watch, Ini Fitur dan Cara Menggunakannya
Freentalk.com membuka ruang opini untuk semua pembaca yang ingin bersuara. Kami menerima tulisan opini dengan gaya bebas, kritis, dan segar tentang berbagai isu yang sedang bergulir, mulai dari sosial, budaya, politik, hingga pengalaman personal yang layak dibagikan ke publik.Jika kamu merasa punya sudut pandang yang perlu didengar, kirimkan naskah opinimu ke redaksi@freentalk.com. Suaramu penting. Ceritamu kami tunggu.

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:02 WIB

Aturan Pembatasan Akses Digital Anak Mulai Diterapkan, Pemerintah Surati 8 Platform

Sabtu, 7 Maret 2026 - 02:05 WIB

Mulai 28 Maret, Pemerintah Nonaktifkan Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:16 WIB

Google Fokus Alihkan Search ke Interaksi Berbasis AI

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:08 WIB

Soal Registrasi Kartu Seluler, Pemerintah Bakal Batasi Maksimal Tiga Nomor Prabayar per Identitas

Senin, 19 Januari 2026 - 23:08 WIB

Nokia Lumia 1020, Smartphone Flagship 2013 dengan Kamera Terlalu Perkasa di Zamannya

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot