TikTok resmi memperkenalkan fitur baru bertajuk Nearby Feed yang memungkinkan pengguna melihat konten berdasarkan lokasi terdekat. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menemukan berbagai hal di sekitar mereka, mulai dari restoran, acara, hingga destinasi lokal, selama bepergian atau berada di domisili masing-masing.
Peluncuran Nearby Feed dilakukan secara bertahap di sejumlah negara Eropa, yakni Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman. Sebelumnya, TikTok sempat menguji fitur serupa pada 2022 dengan menjangkau pengguna terbatas di kawasan Asia Tenggara.
Dalam keterangan resminya, TikTok menjelaskan mekanisme kerja fitur tersebut. “Postingan di Nearby Feed ditampilkan kepada orang-orang berdasarkan lokasi, topik konten, dan waktu konten diposting,” tulis TikTok dalam keterangan resminya, dikutip dari TechCrunch, Rabu (10/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskan, Fitur Nearby Feed memungkinkan pengguna melihat berbagai konten lokal, seperti informasi perjalanan, acara, kuliner, serta layanan lainnya, yang disesuaikan dengan minat dan pola interaksi mereka di TikTok.
“Bagi kreator, ini berarti postingan publik mereka mungkin tersedia bagi orang-orang yang berada di kota atau wilayah tempat mereka memposting atau menandai lokasi atau layanan,” demikian penjelasan perusahaan.
Fitur berbasis lokasi ini hanya dapat digunakan oleh pengguna berusia 18 tahun ke atas. TikTok menegaskan bahwa berbagi lokasi bersifat opsional. Jika diaktifkan, aplikasi dapat menggunakan data lokasi berbasis GPS untuk memberikan rekomendasi yang lebih akurat. Khusus pengguna iOS, akan muncul indikator visual saat lokasi diakses.
Sebaliknya, konten tidak akan muncul di Nearby Feed apabila pengguna berusia di bawah 18 tahun, menggunakan akun privat, atau mengatur kiriman hanya untuk teman maupun diri sendiri.
Nearby Feed dapat diakses langsung dari halaman utama TikTok, dengan nama tab yang menyesuaikan lokasi pengguna.
Namun hingga kini, TikTok belum mengungkapkan kapan fitur tersebut akan tersedia di wilayah lain.
Sumber: TechCrunchu




















