Freentalk – Namanya Carlos Henrique de Raposo, yang lebih dikenal sebagai Carlos Kaiser. Selama 24 tahun, ia tercatat sebagai pesepakbola profesional. Klubnya berderet. Kariernya panjang. Namun, ia nyaris tak pernah bermain sepakbola.
Majalah sepakbola FourFourTwo, menyebut Carlos Kaiser sebagai salah satu fenomena paling absurd dalam sejarah sepakbola Brasil. Ia pernah diklaim membela Botafogo, Fluminense, Vasco da Gama, America, hingga Bangu. Ia juga mengaku berkarier di Meksiko, Amerika Serikat, dan Prancis.
Namun sepanjang karier tersebut, satu pola terus berulang, Carlos Kaiser selalu menemukan cara agar tidak turun ke lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak bermain. Benar-benar tidak bermain,” kata Carlos kepada FourFourTwo. “Karena saya memang tidak mau bermain.”
Dianggap Pemain, Tanpa Mau Bermain
Mantan rekan setimnya di America, Mauricio de Oliveira Anastacio, menyebut Carlos Kaiser ingin berada di dunia sepakbola tanpa menanggung bebannya.
“Dia ingin berada di tengah para pesepakbola dan dianggap sebagai pesepakbola. Tapi dia tidak mau tanggung jawab sebagai pesepakbola.” Mauricio
Menurut laporan FourFourTwo, Carlos Kaiser kerap menghindari pertandingan dengan berpura-pura cedera otot.
Pada era sebelum pemeriksaan medis modern seperti MRI, klaim tersebut sulit dipatahkan. Pelatih dan manajemen lebih memilih menunggu ketimbang mengakui telah salah merekrut pemain.
“Tidak ada yang mau bilang mereka salah pilih,” ujar Carlos Caiser.
Cedera Abadi dan Kartu Merah Penyelamat
Salah satu kisah paling terkenal terjadi saat Carlos masih terdaftar sebagai pemain Bangu. Saat tim tertinggal dan ia diminta masuk sebagai pemain pengganti, Carlos Kaiser justru melompati pagar pembatas dan terlibat keributan dengan suporter.
Hasilnya kartu merah. Ia pun kembali lolos dari kewajiban bermain.
Alih-alih dihukum, ia justru mendapat kontrak baru. Pemilik klub saat itu lebih terkesan pada ceritanya ketimbang marah pada aksinya.
Klubnya Banyak, Tapi Jejaknya Minim
Tidak semua klub yang diklaim Carlos Kaiser mengonfirmasi keberadaannya. Botafogo dan Vasco da Gama tidak membenarkan maupun membantah. Sementara Bangu dan America mengakui ia pernah terdaftar sebagai pemain.
Di Prancis, Carlos Kaiser mengklaim sempat bertahan lama di Gazélec Ajaccio. Namun mantan ofisial klub menyebut namanya tidak tercatat dalam sejarah penting klub.
“Kalau dia memang ada, dia tidak meninggalkan jejak,” ujar salah satu mantan petinggi klub tersebut.
Carlos Kaiser Disukai di Ruang Ganti
Meski kemampuannya di lapangan diragukan, Carlos Kaiser justru dikenal di ruang ganti. Ia berteman dengan banyak pemain, termasuk nama-nama besar di sepakbola Brasil.
Mantan bek timnas Brasil, Ricardo Rocha, menyebut Carlos Henrique sebagai sosok yang lucu dan mudah bergaul. “Dia menyukai dunia sepakbola. Dia ingin berada di dalamnya,” katanya.
Carlos Kaiser lebih mirip maskot tim ketimbang pemain, seperti hadir di bus, latihan, dan ruang ganti, tapi absen saat pertandingan.
Penyesalan di Ujung Cerita Carlos Caiser
Kini bekerja sebagai pelatih kebugaran di Rio de Janeiro, Carlos mengaku menyimpan rasa bersalah.
“Banyak orang baik menaruh harapan pada saya,” katanya. “Dan saya tidak pernah memberikan hasil.”
Namun bagi sebagian mantan pemain, kisah Carlos Kaiser tetap dikenang bukan hanya sekedar penipu, melainkan keanehan yang nyaris mustahil terulang.
“Untuk bisa menjalani semua itu, meyakinkan banyak klub, dan bertahan selama bertahun-tahun tanpa bermain. itu seni.” kata mantan pemain Vasco, Tato.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya
Sumber Berita: FourFourTwo




















