Kisah Carlos Kaiser, Pesepakbola 24 Tahun yang Nyaris Tak Pernah Bermain

Carlos Kaiser tercatat membela banyak klub selama dua dekade, namun dikenal justru karena selalu menemukan cara untuk tak turun ke lapangan.

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Kisah Carlos Kaiser, pesepakbola 24 tahun yang nyaris tak pernah bermain./MWANA SPOTI

Kisah Carlos Kaiser, pesepakbola 24 tahun yang nyaris tak pernah bermain./MWANA SPOTI

Freentalk – Namanya Carlos Henrique de Raposo,  yang lebih dikenal sebagai Carlos Kaiser. Selama 24 tahun, ia tercatat sebagai pesepakbola profesional. Klubnya berderet. Kariernya panjang. Namun, ia nyaris tak pernah bermain sepakbola.

Majalah sepakbola FourFourTwo, menyebut Carlos Kaiser sebagai salah satu fenomena paling absurd dalam sejarah sepakbola Brasil. Ia pernah diklaim membela Botafogo, Fluminense, Vasco da Gama, America, hingga Bangu. Ia juga mengaku berkarier di Meksiko, Amerika Serikat, dan Prancis.

Namun sepanjang karier tersebut, satu pola terus berulang, Carlos Kaiser selalu menemukan cara agar tidak turun ke lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak bermain. Benar-benar tidak bermain,” kata Carlos kepada FourFourTwo. “Karena saya memang tidak mau bermain.”

Dianggap Pemain, Tanpa Mau Bermain

Mantan rekan setimnya di America, Mauricio de Oliveira Anastacio, menyebut Carlos Kaiser ingin berada di dunia sepakbola tanpa menanggung bebannya.

“Dia ingin berada di tengah para pesepakbola dan dianggap sebagai pesepakbola. Tapi dia tidak mau tanggung jawab sebagai pesepakbola.” Mauricio

Menurut laporan FourFourTwo, Carlos Kaiser kerap menghindari pertandingan dengan berpura-pura cedera otot.

Pada era sebelum pemeriksaan medis modern seperti MRI, klaim tersebut sulit dipatahkan. Pelatih dan manajemen lebih memilih menunggu ketimbang mengakui telah salah merekrut pemain.

“Tidak ada yang mau bilang mereka salah pilih,” ujar Carlos Caiser.

Cedera Abadi dan Kartu Merah Penyelamat

Salah satu kisah paling terkenal terjadi saat Carlos masih terdaftar sebagai pemain Bangu. Saat tim tertinggal dan ia diminta masuk sebagai pemain pengganti, Carlos Kaiser justru melompati pagar pembatas dan terlibat keributan dengan suporter.

Hasilnya kartu merah. Ia pun kembali lolos dari kewajiban bermain.

Alih-alih dihukum, ia justru mendapat kontrak baru. Pemilik klub saat itu lebih terkesan pada ceritanya ketimbang marah pada aksinya.

Klubnya Banyak, Tapi Jejaknya Minim

Tidak semua klub yang diklaim Carlos Kaiser mengonfirmasi keberadaannya. Botafogo dan Vasco da Gama tidak membenarkan maupun membantah. Sementara Bangu dan America mengakui ia pernah terdaftar sebagai pemain.

Di Prancis, Carlos Kaiser mengklaim sempat bertahan lama di Gazélec Ajaccio. Namun mantan ofisial klub menyebut namanya tidak tercatat dalam sejarah penting klub.

“Kalau dia memang ada, dia tidak meninggalkan jejak,” ujar salah satu mantan petinggi klub tersebut.

Carlos Kaiser Disukai di Ruang Ganti

Meski kemampuannya di lapangan diragukan, Carlos Kaiser  justru dikenal di ruang ganti. Ia berteman dengan banyak pemain, termasuk nama-nama besar di sepakbola Brasil.

Mantan bek timnas Brasil, Ricardo Rocha, menyebut Carlos Henrique sebagai sosok yang lucu dan mudah bergaul. “Dia menyukai dunia sepakbola. Dia ingin berada di dalamnya,” katanya.

Carlos Kaiser lebih mirip maskot tim ketimbang pemain, seperti hadir di bus, latihan, dan ruang ganti, tapi absen saat pertandingan.

Penyesalan di Ujung Cerita Carlos Caiser

Kini bekerja sebagai pelatih kebugaran di Rio de Janeiro, Carlos mengaku menyimpan rasa bersalah.

“Banyak orang baik menaruh harapan pada saya,” katanya. “Dan saya tidak pernah memberikan hasil.”

Namun bagi sebagian mantan pemain, kisah Carlos Kaiser tetap dikenang bukan hanya sekedar penipu, melainkan keanehan yang nyaris mustahil terulang.

“Untuk bisa menjalani semua itu, meyakinkan banyak klub, dan bertahan selama bertahun-tahun tanpa bermain. itu seni.” kata mantan pemain Vasco, Tato.

Penulis : Hadi Jakariya

Editor : Hadi Jakariya

Sumber Berita: FourFourTwo

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Instagram Sergio Ramos Banjir Komentar Bobotoh, Diajak Gabung Persib
Derby MU Jadi Panggung Debut Berat Michael Carrick
Resmi! John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini Rekam Jejaknya di Level Dunia
13 Gol Tercepat dalam Sejarah Piala Dunia, Satu Diantaranya Tercipta dalam 11 Detik
Fitra Fauzi dan Tita Rosita Terpilih Jadi Wasit Futsal di ASEAN U-16 dan U-19 Championship 2025
Indonesia Raih 80 Emas, Target SEA Games 2025 Tercapai
Bakal Digelar Turnamen Voli Bergengsi, Klub Terbaik di Lampung Timur Siap Bertarung
Gol Frattesi di Extra Time Antar Inter ke Final Liga Champions Usai Drama 7-6 Kontra Barcelona

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 02:19 WIB

Instagram Sergio Ramos Banjir Komentar Bobotoh, Diajak Gabung Persib

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:31 WIB

Derby MU Jadi Panggung Debut Berat Michael Carrick

Senin, 12 Januari 2026 - 09:26 WIB

Kisah Carlos Kaiser, Pesepakbola 24 Tahun yang Nyaris Tak Pernah Bermain

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:22 WIB

Resmi! John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini Rekam Jejaknya di Level Dunia

Senin, 29 Desember 2025 - 08:58 WIB

13 Gol Tercepat dalam Sejarah Piala Dunia, Satu Diantaranya Tercipta dalam 11 Detik

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800