YouTube Rancang Penonaktifan Akun Anak dan Penghentian Iklan Remaja

Pemerintah minta platform lakukan self assessment hingga Juni seiring pengetatan aturan perlindungan anak di ruang digital

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak dan YouTube./ Kreasi AI

Ilustrasi anak dan YouTube./ Kreasi AI

JAKARTA Pemerintah menyoroti langkah YouTube yang tak hanya membatasi usia pengguna, tetapi juga menyiapkan skema pembersihan akun anak dan penataan ulang iklan di platformnya.

Seperti dikutip dari laman resmi KOMDIGI, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, perusahaan tersebut telah menyampaikan rencana konkret terkait deaktivasi akun secara bertahap serta penghentian iklan yang menyasar kelompok usia muda.

“YouTube juga sudah memberikan rencana untuk deaktivasi akun-akun dan juga akan mengeliminir ke depannya iklan-iklan yang menargetkan anak-anak dan remaja,” kata Meutya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), yang menetapkan batas usia minimum 16 tahun bagi pengguna platform digital berisiko tinggi.

Pemerintah menegaskan implementasi kebijakan tidak dilakukan serentak. Proses berjalan bertahap sambil memastikan kepatuhan platform terlihat nyata di lapangan.

“Ini dilakukan bertahap. Jadi kalau ada yang sudah terdampak dan ada yang belum, itu memang karena prosesnya berjalan,” ujarnya.

Di saat yang sama, pemerintah memberi tenggat jelas. Seluruh platform digital diminta melakukan evaluasi mandiri atas kepatuhan mereka terhadap aturan tersebut.

“Kami mengingatkan agar seluruh platform memberikan self assessment dalam waktu tiga bulan yang akan berakhir di bulan Juni,” ujar Meutya.

Hingga kini, pemerintah mencatat sebagian besar platform global telah menyatakan patuh, sementara sisanya masih dalam proses komunikasi. Kebijakan ini diproyeksikan berdampak langsung pada pengguna di bawah 16 tahun yang berpotensi kehilangan akses akun selama masa transisi.

Meski begitu, data dan konten disebut tetap aman dan dapat diakses kembali setelah pengguna memenuhi batas usia yang ditentukan.

Penulis : Itaul Hasanah

Editor : Hadi Jakariya

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamen Komdigi: Bikin Media Kini Mudah, Tantangannya Bertahan dan Bisa Dijual
Wapres Gibran Tinjau 5 Fasilitas Kampung Nelayan di Lampung Timur
Lonjakan Nikah 2023–2025 Tembus 667 Ribu, Kemenag Jamin Layanan KUA Tetap Jalan Saat WFA
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Lamtim Temukan Harga Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu/Kg
Aturan Malam Takbiran Idulfitri di Bali saat Berbarengan dengan Nyepi
TPG Guru Madrasah Mulai Dicairkan Bertahap Pekan Ini, Kemenag Percepat Penerbitan SKAKPT
Ketegangan AS–Israel–Iran Meningkat, HMI UNU Lampung Desak Diplomasi Perdamaian
Hadapi Disinformasi dan AI, Komdigi Tekankan Peran Media di HPN 2026

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 02:34 WIB

Wamen Komdigi: Bikin Media Kini Mudah, Tantangannya Bertahan dan Bisa Dijual

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:57 WIB

Wapres Gibran Tinjau 5 Fasilitas Kampung Nelayan di Lampung Timur

Kamis, 23 April 2026 - 10:59 WIB

YouTube Rancang Penonaktifan Akun Anak dan Penghentian Iklan Remaja

Rabu, 1 April 2026 - 19:32 WIB

Lonjakan Nikah 2023–2025 Tembus 667 Ribu, Kemenag Jamin Layanan KUA Tetap Jalan Saat WFA

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:08 WIB

Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Lamtim Temukan Harga Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu/Kg

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800