Pernah Berjaya, Kini Gulung Tikar, 7 Perusahaan Besar Indonesia Tumbang di Tengah Sengitnya Persaingan Usaha

- Penulis Berita

Selasa, 1 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

PT. Bata Tbk. Sumber: bataindustrials

PT. Bata Tbk. Sumber: bataindustrials

Minat belanja masyarakat Indonesia terus mengalami kenaikan yang tentunya jadi ladang cuan bagi perusahaan-perusahaan besar yang mencoba mengekspansi pasar Indonesia. Nah, alih-alih cuan, kenyataannya banyak perusahaan yang justru meradang. Kenapa? Karena barengan dengan iklim persaingan usaha yang juga mengalami peningkatan.

Salah satu korban dari iklim persaingan usaha di Indonesia adalah PT Sepatu Bata Tbk. Padahal, bisa dibilang ya, Bata adalah merek alas kaki legendaris di Indonesia yang sudah masuk sejak zaman Hindia Belanda dan bisnisnya pun terbilang berkembang pesat.

Dikutip melalui unggahan video kanal YouTube Daftar Populer, berikut 7 perusahaan ternama di Indonesia yang tutup akibat persaingan usaha yang meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Sepatu Bata

Merk sepatu ini bahkan sempat mengalami masa kejayaan di Indonesia sejak 1980-an dan masih populer sampai tahun 2000-an, apalagi di kalangan anak sekolah. Harga murah, kualitas baik, dan gampang didapat jadi alasan orang beli sepatu ini.

Bahkan dulu ada istilah, kalau nggak pakai sepatu Bata dianggap ketinggalan zaman. Sayangnya, tahun demi tahun tren penjualan sepatu Bata terus mengalami penurunan, apalagi selama 45 tahun belakangan ini. Penurunannya itu nggak tanggung-tanggung, mencapai 49%, dari Rp941 miliar di tahun 2019 menjadi Rp459 miliar di tahun 2020.

Ada beberapa alasan. Pertama, dampak pandemi yang menekan daya beli masyarakat. Tapi penyebab sebenarnya sih karena kalah saing dari banyak produk lain dengan model yang lebih fresh.

Sebagai gantinya, awalnya Bata memutuskan untuk menutup beberapa gerainya. Sampai akhirnya, sepatu Bata harus menghentikan operasional pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat, per 30 April 2024. Imbasnya apa? PHK massal terjadi. Ada 275 karyawannya yang harus dirumahkan.

2. Tupperware

Untuk perusahaan yang satu ini, kita semua pasti nggak asing. Sangat akrab, ya. Bisa dibilang sangat-sangat populer di Indonesia. Bahkan, ada banyak nih ya, kalau barang ini bagi ibu-ibu lebih berharga dari suaminya. Yup, Tupperware, merek wadah makanan plastik yang jadi idola kaum ibu-ibu.

Kabarnya nih, Tupperware tengah dalam kondisi keuangan berdarah-darah dan berada di ambang kebangkrutan. Why? Ibu-ibu pasti tahu fakta ini. Selain produknya yang populer, hal yang populer dari Tupperware adalah strategi pemasarannya yang memakai skema multi-level marketing.

Tupperware memakai strategi yang dikenal dengan Tupperware party sebagai salah satu cara penjualan, ya semacam arisan Tupperware lah.

Strategi ini sangat sukses, tapi dalam dekade terakhir strategi ini tidak lagi efektif. Selain karena harganya tinggi, konsumen lebih milih produk yang lebih murah dengan kualitas yang beda-beda tipis. Dan itu nggak lagi lewat arisan, tapi langsung belanja online.

Masyarakat pun jadi cenderung membandingkan produk Tupperware dengan merek lain berdasarkan harga, sehingga produk ini nggak spesial lagi. Imbasnya apa? Penjualan jadi anjlok.

Selama tahun 2022 sampai tahun 2023, kerugian operasionalnya tercatat sebesar Rp455 miliar. Bahkan, Tupperware juga melakukan PHK ke sebagian karyawannya.

3. JD.id

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, penyebabnya adalah berubahnya kebiasaan masyarakat selama dekade terakhir, di mana transaksi yang biasanya tatap muka jadinya berbasis online.

Makanya, e-commerce atau layanan belanja online menjamur. Yang jadi masalah nih adalah persaingan pasar di kalangan e-commerce sendiri.

Salah satu yang terkena dampak adalah JD.id, anak perusahaan JD.com, perusahaan ritel terbesar di Cina ini terpaksa harus menutup permanen layanannya sejak 31 Maret 2023.

Penyebabnya? Persaingan yang ketat di Asia Tenggara. Setidaknya ada empat saingan besar yang dianggap gagal dikalahkan oleh JD.id di Indonesia. Keempat saingan itu adalah Lazada, Alibaba Group, Shopee, dan Tokopedia.

Nah, empat perusahaan ini tidak tanggung-tanggung bakar duit dengan mengadakan promo besar-besaran untuk menarik pelanggan. Apalagi, kehadiran JD.id pun terbilang cukup terlambat karena startup e-commerce lainnya sudah menancapkan eksistensi kuat di Indonesia.

Bukan cuma di Indonesia nih, di Thailand JD.id juga pamit. Imbasnya apa? Ya, JD.id harus PHK 200an karyawannya.

4. Pegipegi

Startup yang juga mengalami shutdown adalah Pegipegi. Ini adalah platform pemesanan tiket dan hotel yang sudah beroperasi selama 12 tahun. Per tanggal 11 Desember 2023, Pegipegi memilih pamit dengan menyampaikan terima kasih untuk para pelanggan setia yang sudah memanfaatkan platformnya selama ini.

Sama dengan startup lain, Pegipegi ditutup karena banyaknya persaingan dan pendanaan yang makin menipis. Pesaing-pesaingnya seperti Traveloka, Tiket.com, sampai Agoda.

Ditambah, beberapa maskapai penerbangan dan perhotelan juga mengembangkan sendiri website ataupun platform untuk melakukan transaksi jasa mereka.

Nah, masalahnya, perusahaan-perusahaan ini cenderung menawarkan tiket ataupun hotel dengan harga yang lebih murah di beberapa kesempatan.

Bahkan juga memberikan promo dan bonus yang tentunya membutuhkan dukungan modal yang tidak sedikit. Startup OTA yang keuangannya seret seperti Pegipegi pun semakin terpuruk yang tentunya berimbas juga ke para karyawan.

Sejak tahun 2012, diketahui Pegipegi mempunyai total karyawan sekitar 200 sampai 500 orang. Penutupan layanan Pegipegi tentu saja juga berdampak langsung terhadap karyawan.

5. Zenius

Pernah dengar Zenius? Sepertinya semua orang pernah memakai aplikasi ini, mulai dari saat masih tingkat SD sampai bisa ke kampus impian.

Ya, Zenius adalah startup di bidang pendidikan yang sudah beroperasi selama 20 tahun. Kalian sudah tahu kan, startup ini mengumumkan di awal tahun 2024 memilih langkah pemberhentian sementara operasionalnya, atau bahasa sederhananya bangkrut.

Padahal, Zenius pernah menyandang perusahaan edutech pertama yang masuk ke top 10 startup di Indonesia. Penyebabnya? Zenius sendiri tidak menjelaskan secara detail alasan penutupan perusahaannya.

Tapi melihat kondisi sekarang di mana industri edutech di Indonesia semakin kompetitif, pemicunya adalah munculnya banyak pemain baru dan kuat seperti Ruang Guru dan platform edutech lainnya.

Kompetisi ini membuat Zenius harus bersaing lebih keras untuk menarik dan mempertahankan penggunanya. Alasan lainnya, Zenius sedang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pendanaan tambahan atau investor baru untuk menjaga operasional dan pertumbuhan bisnis.

Ditambah, pada tahun 2020 Zenius sempat menggratiskan pembelajaran untuk mendukung proses belajar selama masa pandemi COVID-19, yang diakui juga merupakan fase berat karena berimbas ke bisnis.

Hingga akhirnya, pada tahun 2022 Zenius telah melakukan PHK pada sebagian karyawannya. Padahal, kalau mau dibilang, startup seperti Zenius yang membuat banyak bimbingan belajar offline dan toko buku tutup.

6. Gunung Agung

Salah satunya yang kena imbas dari masifnya edutech adalah toko buku Gunung Agung. Usai melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 350 karyawannya, PT GA 13, pemilik usaha toko buku Gunung Agung, mengumumkan menutup semua gerai miliknya di tahun 2023.

Pengumuman ini cukup mengejutkan karena toko buku ini kini berusia 70 tahun. Hanya tersisa beberapa gerai saja. Kemunculan platform e-commerce pun membuat banyak orang lebih memilih untuk membeli buku secara online dibanding datang langsung ke toko.

Ditambah, pesatnya perkembangan teknologi membuat banyak pecinta buku beralih dari membaca buku fisik ke buku digital. Karena alasan-alasan inilah, toko buku Gunung Agung sulit untuk bertahan di pasar.

Keadaan pun diperparah juga karena pandemi COVID-19 pada tahun 2020 yang membuat toko buku Gunung Agung tidak bisa bertahan dengan tambahan kerugian operasional per bulan yang semakin besar.

7. PT Nyonya Meneer

Bahkan yang sudah lebih lama dari toko buku Gunung Agung juga bisa tetap keok. Perusahaan ini adalah PT Nyonya Meneer. Berdiri selama 98 tahun, PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit pada tahun 2017.

Semua orang pasti tahu produk-produk dari perusahaan ini. Pada tahun 1990-an, perusahaan mengalami perkembangan yang begitu pesat yang membawa nama Nyonya Meneer kian melambung di dunia peracikan jamu tradisional.

Sebenarnya, pada periode 1980-an, bisnis ini sempat dihantam prahara internal yang membuatnya goyah. Tapi setelah masalah itu selesai, bisnis jamu Nyonya Meneer kembali berjalan dengan lancar.

Hanya saja, perusahaan ini tetap tidak bisa mengembangkan manajemennya dalam menghadapi perubahan era. Sekarang sudah terjadi perubahan era, permintaan.

Pada akhirnya, berbagai perusahaan legendaris yang pernah berjaya di Indonesia harus menghadapi realitas keras dari perubahan zaman dan persaingan yang semakin sengit.

Mulai dari Sepatu Bata, Tupperware, JD.id, hingga Nyonya Meneer, semuanya menjadi bukti bahwa kesuksesan masa lalu tak menjamin keberlangsungan di masa depan. Fleksibilitas, inovasi, dan adaptasi terhadap tren yang terus berubah menjadi kunci utama untuk bertahan dalam industri yang semakin kompetitif.

Jika tidak, sebagaimana yang kita lihat, perusahaan sebesar apa pun bisa jatuh dan lenyap dari ingatan masyarakat.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung
2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung
Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai
Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak
IWO Lampung Timur Salurkan Sembako di Tengah Sorotan Oknum LSM dan Wartawan Abal-abal
Pesulap Merah Diteror Telepon Pinjol, Diblokir Muncul Nomor Baru

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:33 WIB

951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:44 WIB

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:03 WIB

2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:15 WIB

Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800 Baccarat Dan Evolusi Game Meja Digital Modern Dragon Tiger Menjadi Alternatif Yang Sering Dibahas Komunitas Mahjong Ways Dan Popularitas Yang Terus Bertahan Hingga Kini Poker Online Kembali Menjadi Sorotan Penggemar Strategi Roulette Tetap Menjadi Permainan Klasik Yang Tidak Kehilangan Pesona Perkembangan Mobile Gaming Global Bersama Mahjong Ways Sic Bo Dan Pengalaman Bermain Yang Ringkas Namun Seru Komunitas Global Masih Rutin Membahas Mahjong Ways Baccarat Kembali Viral Di Kalangan Penggemar Game Meja Blackjack Dan Strategi Yang Sering Diperbincangkan Komunitas Mahjong Ways Menjadi Salah Satu Judul Yang Mudah Dikenali Dragon Tiger Dengan Konsep Yang Sederhana Dan Menarik Poker Dan Perjalanan Panjangnya Di Dunia Game Digital Perkembangan Industri Game Asia Memberikan Sorotan Pada Mahjong Ways Roulette Modern Hadir Dengan Nuansa Yang Lebih Segar Texas Holdem Dan Komunitas Global Yang Terus Berkembang Mahjong Ways Kembali Menarik Minat Penggemar Game Mobile Blackjack Menjadi Pilihan Bagi Pecinta Game Strategi Baccarat Masih Memiliki Daya Tarik Bagi Komunitas Global Sic Bo Dengan Konsep Klasik Yang Tetap Diminati Banyak Komunitas Mengulas Keunikan Mahjong Ways Poker Modern Menghadirkan Pengalaman Yang Semakin Kompetitif Dragon Tiger Kian Dikenal Di Kalangan Pengguna Mobile Perkembangan Mahjong Ways Di Tengah Tren Game Digital Modern Roulette Dengan Tampilan Baru Yang Lebih Interaktif Blackjack Modern Terus Menarik Perhatian Komunitas Mahjong Ways Dan Transformasi Game Bertema Klasik Baccarat Menjadi Topik Yang Sering Muncul Di Forum Game Texas Holdem Dengan Strategi Yang Terus Berkembang Sic Bo Kembali Mencuri Perhatian Penggemar Game Dadu Komunitas Global Menyoroti Popularitas Mahjong Ways Poker Online Dan Inovasi Yang Membuatnya Tetap Relevan Dragon Tiger Masih Sering Masuk Dalam Perbincangan Game Mobile Blackjack Dan Pengalaman Bermain Yang Semakin Modern Mahjong Ways Masih Menjadi Salah Satu Game Yang Paling Banyak Dibahas Roulette Klasik Beradaptasi Dengan Perkembangan Teknologi Baccarat Modern Dengan Gaya Visual Yang Elegan Banyak Pemain Tertarik Pada Konsep Yang Ditawarkan Mahjong Ways Texas Holdem Terus Menjadi Rujukan Pecinta Game Kartu Sic Bo Dan Perubahan Tren Game Meja Digital Komunitas Game Mobile Kembali Mengulas Mahjong Ways Poker Menjadi Bagian Penting Dari Budaya Game Strategi Dragon Tiger Dengan Aturan Yang Mudah Dipelajari Blackjack Tetap Bertahan Sebagai Game Meja Favorit Perkembangan Mahjong Ways Terus Diikuti Komunitas Global Baccarat Dan Perjalanan Menuju Popularitas Digital Roulette Modern Kian Sering Muncul Di Platform Mobile Mahjong Ways Dan Desain Visual Yang Menjadi Ciri Khasnya Texas Holdem Kembali Menarik Minat Generasi Baru Poker Dengan Komunitas Yang Terus Tumbuh Di Berbagai Negara Sic Bo Menjadi Alternatif Game Yang Banyak Dikenal Mahjong Ways Kembali Menjadi Sorotan Di Pasar Game Asia Blackjack Dengan Konsep Klasik Yang Tetap Menarik Dragon Tiger Dan Perkembangan Game Mobile Modern Baccarat Terus Bertahan Di Tengah Persaingan Game Meja Komunitas Game Global Masih Ramai Membicarakan Mahjong Ways Roulette Dan Pengalaman Bermain Yang Lebih Imersif Texas Holdem Kembali Menjadi Pilihan Penggemar Strategi Mahjong Ways Dan Daya Tarik Tema Oriental Yang Ikonik Poker Modern Dengan Berbagai Inovasi Digital Terbaru Blackjack Kembali Menjadi Topik Hangat Di Komunitas Mobile Perkembangan Mahjong Ways Terlihat Seiring Pertumbuhan Game Mobile Baccarat Menghadirkan Pengalaman Klasik Dengan Sentuhan Modern Dragon Tiger Terus Menjadi Pilihan Pemain Yang Menyukai Permainan Cepat Mahjong Ways Tetap Relevan Di Tengah Perubahan Industri Game Digital Komunitas Global Terus Mengikuti Perkembangan Mahjong Ways Dan Game Meja Modern Blackjack Dengan Pembaruan Visual Yang Menarik Perhatian Texas Holdem Terus Bertahan Di Tengah Persaingan Game Kartu Banyak Pemain Menyukai Nuansa Visual Yang Ditawarkan Mahjong Ways Sic Bo Kembali Dilirik Penggemar Game Berbasis Dadu Roulette Dan Daya Tariknya Di Era Digital Modern Komunitas Game Asia Kian Sering Membahas Mahjong Ways Poker Modern Dengan Komunitas Yang Semakin Besar Baccarat Menawarkan Gaya Permainan Yang Tetap Populer Perkembangan Game Bertema Oriental Turut Mengangkat Mahjong Ways Blackjack Dinilai Tetap Relevan Di Era Game Mobile Mahjong Ways Kembali Mengisi Perbincangan Komunitas Game Global Dragon Tiger Dan Tren Game Cepat Yang Terus Berkembang Texas Holdem Masih Menjadi Ikon Game Kartu Strategi Mahjong Ways Hadir Dengan Pengalaman Visual Yang Semakin Elegan Banyak Pemain Mulai Tertarik Menjelajahi Dunia Mahjong Ways Roulette Modern Kembali Naik Daun Di Platform Digital Baccarat Kembali Menjadi Pembahasan Hangat Di Forum Game Sic Bo Dengan Konsep Ringkas Yang Menarik Untuk Diikuti Mahjong Ways Sering Menjadi Pilihan Komunitas Pecinta Game Bertema Asia Blackjack Kembali Mencuri Perhatian Penggemar Game Meja Perkembangan Industri Game Mobile Mendorong Popularitas Mahjong Ways Poker Menjadi Bagian Dari Tren Game Strategi Global Mahjong Ways Dan Evolusi Desain Game Bertema Oriental Dragon Tiger Menawarkan Pengalaman Cepat Yang Disukai Banyak Pemain Roulette Klasik Tampil Dengan Sentuhan Teknologi Modern Komunitas Mobile Gaming Kembali Membahas Mahjong Ways Dan Perkembangannya Baccarat Modern Mulai Menjadi Sorotan Penggemar Game Meja Tren Game Asia Terus Berkembang Bersama Mahjong Ways Blackjack Dengan Konsep Sederhana Yang Mudah Dikenali Pemain Poker Kembali Masuk Daftar Game Yang Sering Dicari Komunitas Sic Bo Menjadi Permainan Yang Banyak Menarik Rasa Penasaran Pengalaman Bermain Yang Lebih Modern Hadir Bersama Mahjong Ways Dragon Tiger Kembali Ramai Dibahas Di Komunitas Game Mobile Roulette Digital Menghadirkan Pengalaman Yang Semakin Interaktif Mahjong Ways Dan Alasan Popularitasnya Tetap Bertahan Poker Online Dan Perubahan Tren Komunitas Game Strategi Baccarat Masih Menjadi Salah Satu Game Meja Yang Sering Dibahas Komunitas Game Global Kembali Menyoroti Perkembangan Mahjong Ways Blackjack Modern Dengan Tampilan Baru Yang Makin Menarik Mahjong Ways Kembali Menjadi Topik Hangat Di Kalangan Penggemar Game Asia Tren Game Meja Digital Kembali Menarik Perhatian Komunitas Global Perkembangan Game Mobile Modern Dan Popularitas Permainan Kartu Digital Banyak Pemain Membahas Pengalaman Visual Yang Ditawarkan Mahjong Ways Mengapa Mahjong Ways Masih Menjadi Perbincangan Di Komunitas Game Mobile