Pernah Berjaya, Kini Gulung Tikar, 7 Perusahaan Besar Indonesia Tumbang di Tengah Sengitnya Persaingan Usaha

- Penulis

Selasa, 1 Oktober 2024 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT. Bata Tbk. Sumber: bataindustrials

PT. Bata Tbk. Sumber: bataindustrials

Minat belanja masyarakat Indonesia terus mengalami kenaikan yang tentunya jadi ladang cuan bagi perusahaan-perusahaan besar yang mencoba mengekspansi pasar Indonesia. Nah, alih-alih cuan, kenyataannya banyak perusahaan yang justru meradang. Kenapa? Karena barengan dengan iklim persaingan usaha yang juga mengalami peningkatan.

Salah satu korban dari iklim persaingan usaha di Indonesia adalah PT Sepatu Bata Tbk. Padahal, bisa dibilang ya, Bata adalah merek alas kaki legendaris di Indonesia yang sudah masuk sejak zaman Hindia Belanda dan bisnisnya pun terbilang berkembang pesat.

Dikutip melalui unggahan video kanal YouTube Daftar Populer, berikut 7 perusahaan ternama di Indonesia yang tutup akibat persaingan usaha yang meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Sepatu Bata

Merk sepatu ini bahkan sempat mengalami masa kejayaan di Indonesia sejak 1980-an dan masih populer sampai tahun 2000-an, apalagi di kalangan anak sekolah. Harga murah, kualitas baik, dan gampang didapat jadi alasan orang beli sepatu ini.

Bahkan dulu ada istilah, kalau nggak pakai sepatu Bata dianggap ketinggalan zaman. Sayangnya, tahun demi tahun tren penjualan sepatu Bata terus mengalami penurunan, apalagi selama 45 tahun belakangan ini. Penurunannya itu nggak tanggung-tanggung, mencapai 49%, dari Rp941 miliar di tahun 2019 menjadi Rp459 miliar di tahun 2020.

Ada beberapa alasan. Pertama, dampak pandemi yang menekan daya beli masyarakat. Tapi penyebab sebenarnya sih karena kalah saing dari banyak produk lain dengan model yang lebih fresh.

Sebagai gantinya, awalnya Bata memutuskan untuk menutup beberapa gerainya. Sampai akhirnya, sepatu Bata harus menghentikan operasional pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat, per 30 April 2024. Imbasnya apa? PHK massal terjadi. Ada 275 karyawannya yang harus dirumahkan.

2. Tupperware

Untuk perusahaan yang satu ini, kita semua pasti nggak asing. Sangat akrab, ya. Bisa dibilang sangat-sangat populer di Indonesia. Bahkan, ada banyak nih ya, kalau barang ini bagi ibu-ibu lebih berharga dari suaminya. Yup, Tupperware, merek wadah makanan plastik yang jadi idola kaum ibu-ibu.

Kabarnya nih, Tupperware tengah dalam kondisi keuangan berdarah-darah dan berada di ambang kebangkrutan. Why? Ibu-ibu pasti tahu fakta ini. Selain produknya yang populer, hal yang populer dari Tupperware adalah strategi pemasarannya yang memakai skema multi-level marketing.

Tupperware memakai strategi yang dikenal dengan Tupperware party sebagai salah satu cara penjualan, ya semacam arisan Tupperware lah.

Strategi ini sangat sukses, tapi dalam dekade terakhir strategi ini tidak lagi efektif. Selain karena harganya tinggi, konsumen lebih milih produk yang lebih murah dengan kualitas yang beda-beda tipis. Dan itu nggak lagi lewat arisan, tapi langsung belanja online.

Masyarakat pun jadi cenderung membandingkan produk Tupperware dengan merek lain berdasarkan harga, sehingga produk ini nggak spesial lagi. Imbasnya apa? Penjualan jadi anjlok.

Selama tahun 2022 sampai tahun 2023, kerugian operasionalnya tercatat sebesar Rp455 miliar. Bahkan, Tupperware juga melakukan PHK ke sebagian karyawannya.

3. JD.id

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, penyebabnya adalah berubahnya kebiasaan masyarakat selama dekade terakhir, di mana transaksi yang biasanya tatap muka jadinya berbasis online.

Makanya, e-commerce atau layanan belanja online menjamur. Yang jadi masalah nih adalah persaingan pasar di kalangan e-commerce sendiri.

Salah satu yang terkena dampak adalah JD.id, anak perusahaan JD.com, perusahaan ritel terbesar di Cina ini terpaksa harus menutup permanen layanannya sejak 31 Maret 2023.

Penyebabnya? Persaingan yang ketat di Asia Tenggara. Setidaknya ada empat saingan besar yang dianggap gagal dikalahkan oleh JD.id di Indonesia. Keempat saingan itu adalah Lazada, Alibaba Group, Shopee, dan Tokopedia.

Nah, empat perusahaan ini tidak tanggung-tanggung bakar duit dengan mengadakan promo besar-besaran untuk menarik pelanggan. Apalagi, kehadiran JD.id pun terbilang cukup terlambat karena startup e-commerce lainnya sudah menancapkan eksistensi kuat di Indonesia.

Bukan cuma di Indonesia nih, di Thailand JD.id juga pamit. Imbasnya apa? Ya, JD.id harus PHK 200an karyawannya.

4. Pegipegi

Startup yang juga mengalami shutdown adalah Pegipegi. Ini adalah platform pemesanan tiket dan hotel yang sudah beroperasi selama 12 tahun. Per tanggal 11 Desember 2023, Pegipegi memilih pamit dengan menyampaikan terima kasih untuk para pelanggan setia yang sudah memanfaatkan platformnya selama ini.

Sama dengan startup lain, Pegipegi ditutup karena banyaknya persaingan dan pendanaan yang makin menipis. Pesaing-pesaingnya seperti Traveloka, Tiket.com, sampai Agoda.

Ditambah, beberapa maskapai penerbangan dan perhotelan juga mengembangkan sendiri website ataupun platform untuk melakukan transaksi jasa mereka.

Nah, masalahnya, perusahaan-perusahaan ini cenderung menawarkan tiket ataupun hotel dengan harga yang lebih murah di beberapa kesempatan.

Bahkan juga memberikan promo dan bonus yang tentunya membutuhkan dukungan modal yang tidak sedikit. Startup OTA yang keuangannya seret seperti Pegipegi pun semakin terpuruk yang tentunya berimbas juga ke para karyawan.

Sejak tahun 2012, diketahui Pegipegi mempunyai total karyawan sekitar 200 sampai 500 orang. Penutupan layanan Pegipegi tentu saja juga berdampak langsung terhadap karyawan.

5. Zenius

Pernah dengar Zenius? Sepertinya semua orang pernah memakai aplikasi ini, mulai dari saat masih tingkat SD sampai bisa ke kampus impian.

Ya, Zenius adalah startup di bidang pendidikan yang sudah beroperasi selama 20 tahun. Kalian sudah tahu kan, startup ini mengumumkan di awal tahun 2024 memilih langkah pemberhentian sementara operasionalnya, atau bahasa sederhananya bangkrut.

Padahal, Zenius pernah menyandang perusahaan edutech pertama yang masuk ke top 10 startup di Indonesia. Penyebabnya? Zenius sendiri tidak menjelaskan secara detail alasan penutupan perusahaannya.

Tapi melihat kondisi sekarang di mana industri edutech di Indonesia semakin kompetitif, pemicunya adalah munculnya banyak pemain baru dan kuat seperti Ruang Guru dan platform edutech lainnya.

Kompetisi ini membuat Zenius harus bersaing lebih keras untuk menarik dan mempertahankan penggunanya. Alasan lainnya, Zenius sedang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pendanaan tambahan atau investor baru untuk menjaga operasional dan pertumbuhan bisnis.

Ditambah, pada tahun 2020 Zenius sempat menggratiskan pembelajaran untuk mendukung proses belajar selama masa pandemi COVID-19, yang diakui juga merupakan fase berat karena berimbas ke bisnis.

Hingga akhirnya, pada tahun 2022 Zenius telah melakukan PHK pada sebagian karyawannya. Padahal, kalau mau dibilang, startup seperti Zenius yang membuat banyak bimbingan belajar offline dan toko buku tutup.

6. Gunung Agung

Salah satunya yang kena imbas dari masifnya edutech adalah toko buku Gunung Agung. Usai melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 350 karyawannya, PT GA 13, pemilik usaha toko buku Gunung Agung, mengumumkan menutup semua gerai miliknya di tahun 2023.

Pengumuman ini cukup mengejutkan karena toko buku ini kini berusia 70 tahun. Hanya tersisa beberapa gerai saja. Kemunculan platform e-commerce pun membuat banyak orang lebih memilih untuk membeli buku secara online dibanding datang langsung ke toko.

Ditambah, pesatnya perkembangan teknologi membuat banyak pecinta buku beralih dari membaca buku fisik ke buku digital. Karena alasan-alasan inilah, toko buku Gunung Agung sulit untuk bertahan di pasar.

Keadaan pun diperparah juga karena pandemi COVID-19 pada tahun 2020 yang membuat toko buku Gunung Agung tidak bisa bertahan dengan tambahan kerugian operasional per bulan yang semakin besar.

7. PT Nyonya Meneer

Bahkan yang sudah lebih lama dari toko buku Gunung Agung juga bisa tetap keok. Perusahaan ini adalah PT Nyonya Meneer. Berdiri selama 98 tahun, PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit pada tahun 2017.

Semua orang pasti tahu produk-produk dari perusahaan ini. Pada tahun 1990-an, perusahaan mengalami perkembangan yang begitu pesat yang membawa nama Nyonya Meneer kian melambung di dunia peracikan jamu tradisional.

Sebenarnya, pada periode 1980-an, bisnis ini sempat dihantam prahara internal yang membuatnya goyah. Tapi setelah masalah itu selesai, bisnis jamu Nyonya Meneer kembali berjalan dengan lancar.

Hanya saja, perusahaan ini tetap tidak bisa mengembangkan manajemennya dalam menghadapi perubahan era. Sekarang sudah terjadi perubahan era, permintaan.

Pada akhirnya, berbagai perusahaan legendaris yang pernah berjaya di Indonesia harus menghadapi realitas keras dari perubahan zaman dan persaingan yang semakin sengit.

Mulai dari Sepatu Bata, Tupperware, JD.id, hingga Nyonya Meneer, semuanya menjadi bukti bahwa kesuksesan masa lalu tak menjamin keberlangsungan di masa depan. Fleksibilitas, inovasi, dan adaptasi terhadap tren yang terus berubah menjadi kunci utama untuk bertahan dalam industri yang semakin kompetitif.

Jika tidak, sebagaimana yang kita lihat, perusahaan sebesar apa pun bisa jatuh dan lenyap dari ingatan masyarakat.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai
Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak
IWO Lampung Timur Salurkan Sembako di Tengah Sorotan Oknum LSM dan Wartawan Abal-abal
Pesulap Merah Diteror Telepon Pinjol, Diblokir Muncul Nomor Baru
Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan Oknum LSM Pemeras Penjual Kosmetik di Lampung Timur
Diperas Rp15 Juta, Usaha Diancam Dihancurkan: Cerita Korban OTT Oknum LSM di Lampung Timur
Polisi Amankan 2.000 Liter Solar Bersubsidi dan Tiga Tersangka di Lampung Timur
TikTok Tutup 780 Ribu Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:15 WIB

Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:42 WIB

Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:17 WIB

IWO Lampung Timur Salurkan Sembako di Tengah Sorotan Oknum LSM dan Wartawan Abal-abal

Sabtu, 25 April 2026 - 17:50 WIB

Pesulap Merah Diteror Telepon Pinjol, Diblokir Muncul Nomor Baru

Minggu, 19 April 2026 - 22:53 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan Oknum LSM Pemeras Penjual Kosmetik di Lampung Timur

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800 Tren Komunitas Online Kembali Diramaikan Mahjong Ways Obrolan Ringan Pengguna Digital Soal Mahjong Wins 3 Pengguna Media Online Menyoroti Fitur Mahjong Ways Percakapan Komunitas Modern Kembali Membahas Mahjong Wins 3 Gaya Visual Yang Unik Membuat Mahjong Ways Sering Dibahas Platform Online Kembali Ramai Karena Mahjong Wins 3 Aktivitas Komunitas Digital Mulai Melirik Mahjong Ways Topik Ringan Yang Sering Muncul Adalah Mahjong Wins 3 Pola Permainan Modern Dalam Mahjong Ways Jadi Sorotan Fenomena Online Yang Terus Berkembang Dengan Mahjong Wins 3 Komunitas Platform Online Kembali Membahas Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Obrolan Harian Pengguna Digital Pengalaman Pemain Online Yang Sering Dikaitkan Dengan Mahjong Ways Tren Media Sosial Modern Kembali Menyoroti Mahjong Wins 3 Ciri Khas Visual Dari Mahjong Ways Jadi Perhatian Forum Digital Kembali Diramaikan Topik Mahjong Wins 3 Kebiasaan Baru Komunitas Online Membahas Mahjong Ways Pembahasan Ringan Platform Online Soal Mahjong Wins 3 Minat Pengguna Digital Terlihat Naik Pada Mahjong Ways Gelombang Tren Online Kembali Mengangkat Mahjong Wins 3 Perbincangan Komunitas Digital Kembali Mengarah Ke Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Bahan Obrolan Ringan Pemain Pengguna Online Mulai Mengulas Fitur Mahjong Ways Tren Online Yang Terus Aktif Kembali Membahas Mahjong Wins 3 Gaya Permainan Yang Unik Dari Mahjong Ways Jadi Sorotan Platform Media Sosial Kembali Meramaikan Mahjong Wins 3 Komunitas Modern Mulai Tertarik Pada Mahjong Ways Fenomena Ringan Pengguna Online Soal Mahjong Wins 3 Percakapan Harian Platform Digital Tentang Mahjong Ways Tren Komunitas Pemain Kembali Dihubungkan Dengan Mahjong Wins 3 Aktivitas Pengguna Online Kembali Menyoroti Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Ringan Media Online Pola Visual Yang Menarik Dalam Mahjong Ways Jadi Perhatian Percakapan Komunitas Modern Mulai Ramai Karena Mahjong Wins 3 Forum Online Kembali Membahas Perkembangan Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Tren Ringan Yang Terus Berjalan Pengguna Digital Kembali Melirik Fitur Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Pembahasan Komunitas Platform Online Minat Pemain Online Terlihat Naik Pada Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Kembali Muncul Di Obrolan Harian Digital Tren Komunitas Online Modern Mulai Membahas Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Bagian Dari Obrolan Digital Pengguna Platform Online Kembali Menyoroti Mahjong Ways Fenomena Ringan Komunitas Yang Terkait Mahjong Wins 3 Gaya Permainan Yang Sering Dibahas Adalah Mahjong Ways Platform Media Sosial Kembali Diramaikan Mahjong Wins 3 Pembahasan Online Yang Terus Aktif Mengenai Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Ringan Komunitas Modern Pengguna Digital Mulai Sering Melirik Mahjong Ways Tren Platform Online Kembali Membawa Mahjong Wins 3 Percakapan Online Kembali Mengangkat Topik Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Bahan Obrolan Ringan Pemain Digital Komunitas Platform Online Mulai Menyoroti Mahjong Ways Fenomena Media Sosial Modern Tentang Mahjong Wins 3 Gelombang Tren Digital Kembali Meramaikan Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Pola Online Yang Semakin Populer Pengguna Komunitas Digital Kembali Membahas Mahjong Ways Topik Ringan Platform Hiburan Soal Mahjong Wins 3 Perhatian Pemain Online Tertuju Pada Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Kembali Jadi Tren Komunitas Modern Perkembangan Komunitas Online Mulai Sering Membahas Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Pusat Obrolan Pengguna Platform Pola Digital Modern Yang Sering Dikaitkan Dengan Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Kembali Muncul Di Percakapan Media Online Aktivitas Komunitas Digital Kini Menyoroti Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Yang Sering Dibahas Pemain Pengguna Online Kembali Melirik Keunikan Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Tren Ringan Platform Digital Percakapan Media Sosial Modern Soal Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Kembali Meramaikan Forum Komunitas Online Minat Komunitas Platform Online Terhadap Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Bahan Pembahasan Ringan Digital Perkembangan Platform Media Online Kembali Ke Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Tren Komunitas Yang Terus Aktif Pemain Modern Online Kembali Menyoroti Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Ringan Yang Terlihat Populer Forum Digital Kembali Ramai Karena Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Pembahasan Online Yang Semakin Ramai Pola Hiburan Digital Modern Terkait Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Kembali Jadi Sorotan Komunitas Pemain Percakapan Harian Pengguna Platform Soal Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Obrolan Ringan Komunitas Online Tren Media Digital Modern Kembali Membahas Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Gelombang Komunitas Online Terbaru Pengguna Online Mulai Tertarik Pada Karakter Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Percakapan Platform Digital Forum Komunitas Modern Kembali Menyoroti Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Fenomena Ringan Media Online Perhatian Pemain Digital Kini Terarah Ke Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Kembali Menjadi Bagian Tren Komunitas Tren Komunitas Online Kembali Membahas Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Bagian Obrolan Ringan Pengguna Pengguna Platform Digital Menyoroti Fitur Mahjong Ways Percakapan Media Online Modern Soal Mahjong Wins 3 Gaya Permainan Yang Unik Dari Mahjong Ways Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 Kembali Muncul Di Forum Komunitas Online Aktivitas Pemain Digital Kini Terarah Ke Mahjong Ways Fenomena Platform Online Yang Terus Ramai Karena Mahjong Wins 3 Perhatian Komunitas Modern Kembali Pada Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Ringan Media Digital Tren Platform Online Kembali Meramaikan Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Bahan Obrolan Ringan Komunitas Pengguna Online Mulai Sering Menyoroti Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Fenomena Media Sosial Modern Forum Komunitas Kembali Membahas Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Yang Sering Muncul Online Percakapan Digital Modern Kembali Terarah Ke Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Tren Ringan Platform Hiburan Pengguna Media Online Kembali Tertarik Pada Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Menjadi Bagian Dari Tren Komunitas Online Wild Bandito Menjadi Bahan Diskusi Pengguna Internet Dalam Sepekan Starlight Princess Sering Disebut Dalam Percakapan Komunitas Online Terkini Pengguna Online Menyoroti Keunikan Mahjong Ways 2 Di Berbagai Forum Mahjong Wins 3 Menjadi Salah Satu Topik Ringan Komunitas Digital Mahjong Wins 3 Menarik Perhatian Pengguna Media Sosial Pekan Ini Mahjong Wins 3 Dan Aktivitas Komunitas Yang Semakin Ramai Mahjong Ways Kembali Muncul Dalam Percakapan Media Digital Populer Mahjong Ways Kembali Menjadi Topik Pembahasan Komunitas Online Hari Ini Mahjong Ways Dan Tren Pengguna Online Yang Terus Berkembang Forum Digital Mulai Sering Membahas Mahjong Ways 2 Di Berbagai Platform