Pernah Berjaya, Kini Gulung Tikar, 7 Perusahaan Besar Indonesia Tumbang di Tengah Sengitnya Persaingan Usaha

- Penulis Berita

Selasa, 1 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

PT. Bata Tbk. Sumber: bataindustrials

PT. Bata Tbk. Sumber: bataindustrials

Minat belanja masyarakat Indonesia terus mengalami kenaikan yang tentunya jadi ladang cuan bagi perusahaan-perusahaan besar yang mencoba mengekspansi pasar Indonesia. Nah, alih-alih cuan, kenyataannya banyak perusahaan yang justru meradang. Kenapa? Karena barengan dengan iklim persaingan usaha yang juga mengalami peningkatan.

Salah satu korban dari iklim persaingan usaha di Indonesia adalah PT Sepatu Bata Tbk. Padahal, bisa dibilang ya, Bata adalah merek alas kaki legendaris di Indonesia yang sudah masuk sejak zaman Hindia Belanda dan bisnisnya pun terbilang berkembang pesat.

Dikutip melalui unggahan video kanal YouTube Daftar Populer, berikut 7 perusahaan ternama di Indonesia yang tutup akibat persaingan usaha yang meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Sepatu Bata

Merk sepatu ini bahkan sempat mengalami masa kejayaan di Indonesia sejak 1980-an dan masih populer sampai tahun 2000-an, apalagi di kalangan anak sekolah. Harga murah, kualitas baik, dan gampang didapat jadi alasan orang beli sepatu ini.

Bahkan dulu ada istilah, kalau nggak pakai sepatu Bata dianggap ketinggalan zaman. Sayangnya, tahun demi tahun tren penjualan sepatu Bata terus mengalami penurunan, apalagi selama 45 tahun belakangan ini. Penurunannya itu nggak tanggung-tanggung, mencapai 49%, dari Rp941 miliar di tahun 2019 menjadi Rp459 miliar di tahun 2020.

Ada beberapa alasan. Pertama, dampak pandemi yang menekan daya beli masyarakat. Tapi penyebab sebenarnya sih karena kalah saing dari banyak produk lain dengan model yang lebih fresh.

Sebagai gantinya, awalnya Bata memutuskan untuk menutup beberapa gerainya. Sampai akhirnya, sepatu Bata harus menghentikan operasional pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat, per 30 April 2024. Imbasnya apa? PHK massal terjadi. Ada 275 karyawannya yang harus dirumahkan.

2. Tupperware

Untuk perusahaan yang satu ini, kita semua pasti nggak asing. Sangat akrab, ya. Bisa dibilang sangat-sangat populer di Indonesia. Bahkan, ada banyak nih ya, kalau barang ini bagi ibu-ibu lebih berharga dari suaminya. Yup, Tupperware, merek wadah makanan plastik yang jadi idola kaum ibu-ibu.

Kabarnya nih, Tupperware tengah dalam kondisi keuangan berdarah-darah dan berada di ambang kebangkrutan. Why? Ibu-ibu pasti tahu fakta ini. Selain produknya yang populer, hal yang populer dari Tupperware adalah strategi pemasarannya yang memakai skema multi-level marketing.

Tupperware memakai strategi yang dikenal dengan Tupperware party sebagai salah satu cara penjualan, ya semacam arisan Tupperware lah.

Strategi ini sangat sukses, tapi dalam dekade terakhir strategi ini tidak lagi efektif. Selain karena harganya tinggi, konsumen lebih milih produk yang lebih murah dengan kualitas yang beda-beda tipis. Dan itu nggak lagi lewat arisan, tapi langsung belanja online.

Masyarakat pun jadi cenderung membandingkan produk Tupperware dengan merek lain berdasarkan harga, sehingga produk ini nggak spesial lagi. Imbasnya apa? Penjualan jadi anjlok.

Selama tahun 2022 sampai tahun 2023, kerugian operasionalnya tercatat sebesar Rp455 miliar. Bahkan, Tupperware juga melakukan PHK ke sebagian karyawannya.

3. JD.id

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, penyebabnya adalah berubahnya kebiasaan masyarakat selama dekade terakhir, di mana transaksi yang biasanya tatap muka jadinya berbasis online.

Makanya, e-commerce atau layanan belanja online menjamur. Yang jadi masalah nih adalah persaingan pasar di kalangan e-commerce sendiri.

Salah satu yang terkena dampak adalah JD.id, anak perusahaan JD.com, perusahaan ritel terbesar di Cina ini terpaksa harus menutup permanen layanannya sejak 31 Maret 2023.

Penyebabnya? Persaingan yang ketat di Asia Tenggara. Setidaknya ada empat saingan besar yang dianggap gagal dikalahkan oleh JD.id di Indonesia. Keempat saingan itu adalah Lazada, Alibaba Group, Shopee, dan Tokopedia.

Nah, empat perusahaan ini tidak tanggung-tanggung bakar duit dengan mengadakan promo besar-besaran untuk menarik pelanggan. Apalagi, kehadiran JD.id pun terbilang cukup terlambat karena startup e-commerce lainnya sudah menancapkan eksistensi kuat di Indonesia.

Bukan cuma di Indonesia nih, di Thailand JD.id juga pamit. Imbasnya apa? Ya, JD.id harus PHK 200an karyawannya.

4. Pegipegi

Startup yang juga mengalami shutdown adalah Pegipegi. Ini adalah platform pemesanan tiket dan hotel yang sudah beroperasi selama 12 tahun. Per tanggal 11 Desember 2023, Pegipegi memilih pamit dengan menyampaikan terima kasih untuk para pelanggan setia yang sudah memanfaatkan platformnya selama ini.

Sama dengan startup lain, Pegipegi ditutup karena banyaknya persaingan dan pendanaan yang makin menipis. Pesaing-pesaingnya seperti Traveloka, Tiket.com, sampai Agoda.

Ditambah, beberapa maskapai penerbangan dan perhotelan juga mengembangkan sendiri website ataupun platform untuk melakukan transaksi jasa mereka.

Nah, masalahnya, perusahaan-perusahaan ini cenderung menawarkan tiket ataupun hotel dengan harga yang lebih murah di beberapa kesempatan.

Bahkan juga memberikan promo dan bonus yang tentunya membutuhkan dukungan modal yang tidak sedikit. Startup OTA yang keuangannya seret seperti Pegipegi pun semakin terpuruk yang tentunya berimbas juga ke para karyawan.

Sejak tahun 2012, diketahui Pegipegi mempunyai total karyawan sekitar 200 sampai 500 orang. Penutupan layanan Pegipegi tentu saja juga berdampak langsung terhadap karyawan.

5. Zenius

Pernah dengar Zenius? Sepertinya semua orang pernah memakai aplikasi ini, mulai dari saat masih tingkat SD sampai bisa ke kampus impian.

Ya, Zenius adalah startup di bidang pendidikan yang sudah beroperasi selama 20 tahun. Kalian sudah tahu kan, startup ini mengumumkan di awal tahun 2024 memilih langkah pemberhentian sementara operasionalnya, atau bahasa sederhananya bangkrut.

Padahal, Zenius pernah menyandang perusahaan edutech pertama yang masuk ke top 10 startup di Indonesia. Penyebabnya? Zenius sendiri tidak menjelaskan secara detail alasan penutupan perusahaannya.

Tapi melihat kondisi sekarang di mana industri edutech di Indonesia semakin kompetitif, pemicunya adalah munculnya banyak pemain baru dan kuat seperti Ruang Guru dan platform edutech lainnya.

Kompetisi ini membuat Zenius harus bersaing lebih keras untuk menarik dan mempertahankan penggunanya. Alasan lainnya, Zenius sedang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pendanaan tambahan atau investor baru untuk menjaga operasional dan pertumbuhan bisnis.

Ditambah, pada tahun 2020 Zenius sempat menggratiskan pembelajaran untuk mendukung proses belajar selama masa pandemi COVID-19, yang diakui juga merupakan fase berat karena berimbas ke bisnis.

Hingga akhirnya, pada tahun 2022 Zenius telah melakukan PHK pada sebagian karyawannya. Padahal, kalau mau dibilang, startup seperti Zenius yang membuat banyak bimbingan belajar offline dan toko buku tutup.

6. Gunung Agung

Salah satunya yang kena imbas dari masifnya edutech adalah toko buku Gunung Agung. Usai melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 350 karyawannya, PT GA 13, pemilik usaha toko buku Gunung Agung, mengumumkan menutup semua gerai miliknya di tahun 2023.

Pengumuman ini cukup mengejutkan karena toko buku ini kini berusia 70 tahun. Hanya tersisa beberapa gerai saja. Kemunculan platform e-commerce pun membuat banyak orang lebih memilih untuk membeli buku secara online dibanding datang langsung ke toko.

Ditambah, pesatnya perkembangan teknologi membuat banyak pecinta buku beralih dari membaca buku fisik ke buku digital. Karena alasan-alasan inilah, toko buku Gunung Agung sulit untuk bertahan di pasar.

Keadaan pun diperparah juga karena pandemi COVID-19 pada tahun 2020 yang membuat toko buku Gunung Agung tidak bisa bertahan dengan tambahan kerugian operasional per bulan yang semakin besar.

7. PT Nyonya Meneer

Bahkan yang sudah lebih lama dari toko buku Gunung Agung juga bisa tetap keok. Perusahaan ini adalah PT Nyonya Meneer. Berdiri selama 98 tahun, PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit pada tahun 2017.

Semua orang pasti tahu produk-produk dari perusahaan ini. Pada tahun 1990-an, perusahaan mengalami perkembangan yang begitu pesat yang membawa nama Nyonya Meneer kian melambung di dunia peracikan jamu tradisional.

Sebenarnya, pada periode 1980-an, bisnis ini sempat dihantam prahara internal yang membuatnya goyah. Tapi setelah masalah itu selesai, bisnis jamu Nyonya Meneer kembali berjalan dengan lancar.

Hanya saja, perusahaan ini tetap tidak bisa mengembangkan manajemennya dalam menghadapi perubahan era. Sekarang sudah terjadi perubahan era, permintaan.

Pada akhirnya, berbagai perusahaan legendaris yang pernah berjaya di Indonesia harus menghadapi realitas keras dari perubahan zaman dan persaingan yang semakin sengit.

Mulai dari Sepatu Bata, Tupperware, JD.id, hingga Nyonya Meneer, semuanya menjadi bukti bahwa kesuksesan masa lalu tak menjamin keberlangsungan di masa depan. Fleksibilitas, inovasi, dan adaptasi terhadap tren yang terus berubah menjadi kunci utama untuk bertahan dalam industri yang semakin kompetitif.

Jika tidak, sebagaimana yang kita lihat, perusahaan sebesar apa pun bisa jatuh dan lenyap dari ingatan masyarakat.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai
Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung
2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung
Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai
Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:33 WIB

951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:44 WIB

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800 Mahjong Ways Dan Fenomena Komunitas Mobile Yang Terus Berkembang Laporan Media Menempatkan Mahjong Ways Sebagai Topik Game Yang Menarik Perkembangan Industri Mobile Kembali Menyoroti Konsistensi Mahjong Ways Mahjong Ways Masih Memiliki Tempat Di Tengah Pasar Game Yang Kompetitif Media Online Mengulas Popularitas Mahjong Ways Dari Sudut Pandang Baru Banyak Pengguna Kembali Melirik Mahjong Ways Di Tengah Tren Game Asia Mahjong Ways Hadir Dalam Gelombang Baru Pembahasan Media Gaming Sorotan Terbaru Membahas Alasan Komunitas Masih Mengenal Mahjong Ways Perkembangan Visual Mobile Membuat Mahjong Ways Kembali Menarik Perhatian Mahjong Ways Dan Transformasi Pengalaman Game Di Era Perangkat Mobile Laporan Komunitas Digital Kembali Mengangkat Nama Mahjong Ways Media Game Asia Melihat Mahjong Ways Sebagai Fenomena Yang Belum Meredup Mahjong Ways Terus Mencuri Sorotan Di Tengah Perubahan Tren Digital Tren Media Gaming Kembali Diramaikan Oleh Pembahasan Mahjong Ways Perkembangan Ekosistem Mobile Membuka Perhatian Baru Pada Mahjong Ways Mahjong Ways Kembali Menjadi Sorotan Setelah Komunitas Digital Bertumbuh Laporan Industri Game Membahas Perjalanan Mahjong Ways Di Pasar Asia Media Digital Mengungkap Alasan Mahjong Ways Tetap Mudah Dikenali Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Saat Tren Game Mobile Terus Berubah Sorotan Komunitas Melihat Evolusi Visual Yang Hadir Dalam Mahjong Ways Perkembangan Game Mobile Global Memberikan Panggung Baru Bagi Mahjong Ways Mahjong Ways Dan Popularitas Tema Asia Yang Kembali Dibahas Media Laporan Terkini Menyoroti Konsistensi Mahjong Ways Di Industri Game Komunitas Digital Menilai Mahjong Ways Masih Mampu Menarik Perhatian Mahjong Ways Kembali Ramai Di Media Setelah Tren Mobile Gaming Menguat Ulasan Media Game Membahas Rahasia Daya Tarik Visual Mahjong Ways Tren Platform Mobile Membawa Mahjong Ways Ke Generasi Pemain Yang Lebih Luas Mahjong Ways Menjadi Bagian Dari Transformasi Hiburan Digital Modern Media Gaming Kembali Mengulas Perjalanan Mahjong Ways Dari Waktu Ke Waktu Laporan Komunitas Menunjukkan Mahjong Ways Tetap Menjadi Topik Diskusi Perkembangan Industri Game Asia Kembali Memberi Momentum Pada Mahjong Ways Mahjong Ways Mencuri Sorotan Berkat Konsep Yang Tetap Mudah Dikenali Media Online Melihat Fenomena Mahjong Ways Dari Perspektif Hiburan Digital Tren Mobile Modern Kembali Mendorong Perbincangan Seputar Mahjong Ways Mahjong Ways Masih Jadi Topik Utama Di Sejumlah Komunitas Game Laporan Media Gaming Mengulas Popularitas Mahjong Ways Di Era Mobile Perkembangan Desain Game Modern Membawa Sorotan Baru Pada Mahjong Ways Mahjong Ways Dan Alasan Konsep Klasik Masih Bisa Bertahan Di Era Digital Komunitas Global Kembali Menjadikan Mahjong Ways Sebagai Bahan Pembahasan Media Game Menyoroti Perubahan Tren Yang Membuat Mahjong Ways Tetap Relevan Mahjong Ways Kembali Mendapat Perhatian Di Tengah Pertumbuhan Game Mobile Laporan Digital Mengulas Perjalanan Mahjong Ways Dalam Industri Hiburan Tren Game Asia Terbaru Kembali Membawa Mahjong Ways Ke Permukaan Mahjong Ways Dan Fenomena Visual Oriental Yang Mudah Menarik Perhatian Media Gaming Asia Menyoroti Konsistensi Popularitas Mahjong Ways Perkembangan Komunitas Online Membuat Mahjong Ways Kembali Jadi Topik Mahjong Ways Masih Mendapat Tempat Di Tengah Ramainya Game Generasi Baru Laporan Terbaru Media Game Mengupas Fenomena Mahjong Ways Tren Hiburan Digital Membuat Pembahasan Mahjong Ways Kembali Meningkat Mahjong Ways Dan Daya Tarik Tema Tradisional Yang Dikemas Modern Sorotan Media Internasional Melihat Perkembangan Game Bertema Mahjong Ways Komunitas Mobile Menilai Mahjong Ways Tetap Menarik Untuk Diperbincangkan Mahjong Ways Kembali Masuk Dalam Radar Media Gaming Digital Perkembangan Industri Kreatif Memberikan Perspektif Baru Pada Mahjong Ways Laporan Komunitas Game Membahas Kenapa Mahjong Ways Masih Dikenal Mahjong Ways Dan Perjalanannya Menjaga Identitas Di Tengah Tren Modern Media Online Kembali Menyoroti Popularitas Mahjong Ways Di Pasar Asia Tren Mobile Gaming Memberikan Energi Baru Bagi Pembahasan Mahjong Ways Mahjong Ways Menjadi Contoh Bagaimana Tema Klasik Bertahan Di Era Digital Laporan Media Terkini Mengangkat Perjalanan Popularitas Mahjong Ways Perkembangan Ekosistem Game Asia Kembali Menempatkan Mahjong Ways Di Sorotan Mahjong Ways Terus Dibahas Di Media Berkat Identitas Visual Yang Kuat Komunitas Digital Kembali Menyoroti Evolusi Game Mahjong Ways Media Gaming Membahas Bagaimana Mahjong Ways Mengikuti Perubahan Zaman Tren Game Mobile Modern Tetap Memberikan Ruang Bagi Mahjong Ways Mahjong Ways Dan Fenomena Popularitas Yang Terus Bertahan Di Komunitas Laporan Industri Digital Kembali Menampilkan Mahjong Ways Sebagai Sorotan Perkembangan Pasar Game Mobile Membuat Mahjong Ways Semakin Sering Dibahas Sorotan Komunitas Global Kembali Mengarah Pada Perkembangan Mahjong Ways Tren Media Gaming Modern Menempatkan Mahjong Ways Dalam Pembahasan Terbaru Mahjong Ways Dan Perjalanan Popularitasnya Di Tengah Transformasi Digital Media Game Mengupas Alasan Mahjong Ways Masih Punya Basis Komunitas Kuat Laporan Industri Melihat Mahjong Ways Sebagai Bagian Dari Evolusi Mobile Gaming Mahjong Ways Kembali Menjadi Sorotan Dalam Laporan Tren Game Digital Perkembangan Platform Mobile Membuat Mahjong Ways Tetap Banyak Dibicarakan Komunitas Online Kembali Ramai Mengulas Pengalaman Digital Mahjong Ways Media Gaming Terkini Menyoroti Fenomena Mahjong Ways Yang Belum Meredup Mahjong Ways Dan Transformasi Game Mobile Yang Menarik Perhatian Media Tren Game Asia Masih Menjadikan Mahjong Ways Sebagai Salah Satu Sorotan Laporan Media Gaming Menelusuri Popularitas Mahjong Ways Di Komunitas Mahjong Ways Terus Mendapat Sorotan Karena Gaya Yang Mudah Diingat Perkembangan Industri Game Kembali Membawa Mahjong Ways Ke Panggung Media Media Online Menilai Mahjong Ways Masih Kuat Di Tengah Persaingan Laporan Khusus Media Membahas Alasan Mahjong Ways Terus Menarik Perhatian Mahjong Ways Dan Perubahan Visual Yang Membuatnya Tetap Relevan Komunitas Mobile Gaming Kembali Menjadikan Mahjong Ways Topik Hangat Mahjong Ways Menjadi Bagian Dari Cerita Perkembangan Game Digital Asia Sorotan Media Game Mengulas Konsistensi Mahjong Ways Menjaga Popularitas Tren Hiburan Mobile Global Kembali Mendorong Popularitas Mahjong Ways Mahjong Ways Masih Menjadi Nama Yang Familiar Di Komunitas Gaming Media Gaming Modern Mengulas Mengapa Mahjong Ways Tetap Populer Tren Game Bertema Oriental Kembali Menguntungkan Popularitas Mahjong Ways Perkembangan Platform Digital Turut Membawa Mahjong Ways Semakin Dikenal Mahjong Ways Kembali Mencuat Setelah Komunitas Menyoroti Gaya Visualnya Mahjong Ways Menjadi Salah Satu Topik Yang Terus Hidup Di Media Game Sorotan Media Digital Kembali Mengarah Ke Perjalanan Mahjong Ways Komunitas Game Asia Masih Rutin Membicarakan Daya Tarik Mahjong Ways Mahjong Ways Dan Perubahan Pengalaman Mobile Yang Semakin Modern Laporan Industri Melihat Tren Mahjong Ways Yang Belum Kehilangan Momentum Perkembangan Game Modern Belum Menggeser Popularitas Mahjong Ways Laporan Khusus Mengulas Fenomena Mahjong Ways Di Kalangan Komunitas Digital Perubahan Pasar Mobile Kembali Memberikan Sorotan Besar Pada Mahjong Ways Mahjong Ways Dinilai Tetap Relevan Di Tengah Berubahnya Selera Pemain Media Gaming Membahas Mahjong Ways Dari Sisi Visual Dan Popularitas Ulasan Terkini Melihat Daya Tarik Desain Yang Dimiliki Mahjong Ways Mahjong Ways Kembali Viral Di Komunitas Setelah Tren Game Asia Menguat Media Online Menyoroti Alasan Mahjong Ways Sering Muncul Dalam Pembahasan Perkembangan Hiburan Mobile Membuka Babak Baru Untuk Mahjong Ways Banyak Komunitas Menilai Mahjong Ways Masih Punya Daya Tarik Kuat Tren Game Mobile Global Kembali Membawa Mahjong Ways Menjadi Topik Populer Mahjong Ways Dan Perjalanan Dari Konsep Klasik Menuju Era Digital Laporan Media Game Mengulas Perubahan Tren Yang Menguntungkan Mahjong Ways Mahjong Ways Kembali Jadi Bahan Diskusi Setelah Popularitasnya Menguat Sorotan Industri Melihat Bagaimana Mahjong Ways Bertahan Di Pasar Mobile Fenomena Digital Membawa Mahjong Ways Kembali Ramai Di Media Gaming Media Gaming Asia Kembali Menempatkan Mahjong Ways Dalam Sorotan Perkembangan Tren Mobile Memberikan Momentum Baru Bagi Mahjong Ways Mahjong Ways Dan Identitas Visual Yang Membuatnya Mudah Dikenali Komunitas Laporan Terbaru Membahas Daya Tarik Mahjong Ways Bagi Komunitas Mobile Komunitas Mobile Kembali Ramai Membahas Pengalaman Visual Mahjong Ways Mahjong Ways Tetap Menarik Perhatian Di Tengah Gelombang Game Generasi Baru Mahjong Ways Menjadi Topik Hangat Setelah Tren Game Oriental Kembali Naik Ulasan Media Digital Melihat Perjalanan Panjang Popularitas Mahjong Ways Mahjong Ways Dan Fenomena Game Bertema Asia Yang Terus Bertahan Media Game Menyoroti Popularitas Mahjong Ways Di Tengah Persaingan Mobile Perkembangan Industri Gaming Kembali Mengangkat Nama Mahjong Ways Laporan Komunitas Game Menunjukkan Mahjong Ways Masih Ramai Diperbincangkan Mahjong Ways Kembali Mencuri Perhatian Di Tengah Perkembangan Game Mobile Asia Tren Hiburan Digital Terbaru Kembali Membawa Mahjong Ways Ke Pusat Sorotan Sorotan Media Gaming Mengulas Alasan Mahjong Ways Terus Jadi Perbincangan