Lampung Timur — Video pelajar dan warga yang menyeberangi Sungai Way Bungur menggunakan perahu kecil viral di media sosial. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur merespons dengan memastikan pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih sebagai solusi awal sebelum jembatan permanen direalisasikan.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan jembatan gantung akan dibangun agar pelajar tidak lagi pergi-pulang sekolah menggunakan perahu yang berisiko.
“Sebagai bentuk afirmasi dan solusi sementara, sambil menunggu jembatan permanen, kami mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih,” kata Ela Siti Nuryamah melalui rilis kepada insan pers saat meninjau lokasi Sungai Way Bungur di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, Minggu (2/2/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peninjauan tersebut dilakukan menyusul viralnya video pelajar dan warga Desa Kali Pasir yang menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil. Menurut Ela, Jembatan Gantung Merah Putih direncanakan akan dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026.
Ia menyebut Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah melakukan koordinasi dan dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal pelaksanaan pembangunan.
“BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” jelasnya.
Ela juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sejatinya telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk melalui skema bantuan presiden. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan.
Untuk pembangunan jembatan permanen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. Sementara kemampuan anggaran daerah baru mencapai sekitar Rp18,99 miliar atau hampir Rp19 miliar, sehingga masih memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Selain jembatan, Ela menegaskan penanganan di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial. Perbaikan tanggul sungai juga menjadi bagian penting dalam solusi jangka panjang karena kondisi tanggul yang selama ini dinilai belum memadai.
“Masalahnya bukan hanya jembatan. Tanggul sungainya juga harus dibenahi karena selama ini pendek dan kurang kuat. Itu yang menyebabkan banjir di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur saat hujan deras,” jelasnya.
Ia menambahkan, derasnya arus sungai kerap memicu longsor pada tanggul sehingga banjir berulang. Oleh karena itu, pembangunan jembatan permanen ke depan harus didahului dengan penyusunan feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) agar konstruksi aman dan berkelanjutan.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya




















