Konflik Gajah-Manusia di Lampung Timur, WAKO Usul TNWK Gunakan Lebah Madu

Metode penghalauan langsung dinilai berisiko, WAKO mendorong Balai Taman Nasional Way Kambas meniru praktik Afrika yang terbukti menekan konflik gajah hingga 80 persen.

- Penulis

Kamis, 1 Januari 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Lingkungan Warung Konservasi (WAKO), Muklasin./Ist

Aktivis Lingkungan Warung Konservasi (WAKO), Muklasin./Ist

LAMPUNG TIMUR – Aktivis Lingkungan Warung Konservasi (WAKO), Muklasin, minta Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung mengevaluasi model penanganan langsung konflik satwa gajah liar Way Kambas dengan para petani di Lampung Timur.

Model penangan langsung gajah liar dengan memakai bunyi-bunyian, petasan, kembang api, perlu dimodifikasi.

Belajar dari banyak peristiwa sebelumnya, upaya-upaya penghaluan gajah liar secara langsung dapat membahayakan bagi keselamatan petani dan petugas, terbukti beberapa kasus di Lampung Timur telah merenggut korban luka, dan jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teranyar, pada Rabu (31/12/2025) terjadi kepada Kepala Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Darusman yang meninggal dunia akibat serangan gajah liar saat ikut menghalau gajah kembali ke dalam hutan.

Baca Juga :  Pemkab dan Puskesmas Labuhan Maringgai Dampingi Remaja dengan Gangguan Psikosis Akut

WAKO menyarankan Balai TNWK sebagai koordinator penangan konflik, meniru model penangan dari negara Afrika dengan memanfaatkan lebah madu sebagai benteng pertama penghalau gajah.

Masyarakat petani di Kenya, Afrika, membuat sarang-sarang lebah madu di sepanjang perbatasan areal pertanian dengan hutan. Manakala gajah mendekat, lebah madu merespon dengan menyengat gajah-gajah liar.

Cara memanfaatkan lebah madu yang diterapkan oleh negara Afrika perlu dicoba, karena cukup efektif hingga 80 persen mencegah gajah masuk ke area pertanian masyarakat.

WAKO mengapresiasi kerja-kerja semua pihak, para petugas TNI, Polri, Polhut Balai TNWK, Masyarakat Mitra Polhut, NGO lingkungan, semua warga yang selama ini arif menangani konflik dengan gajah, sehingga gajah Way Kambas tetap terlindungi, meskipun petani lebih banyak yang dirugikan secara ekonomi, dan jiwa.

Baca Juga :  Pemkab dan Puskesmas Labuhan Maringgai Dampingi Remaja dengan Gangguan Psikosis Akut

WAKO berkomitken untuk turut membantu memberikan kontribusi nyata atas persoalan pelestarian lingkungan.

Muklasin mengatakan, WAKO turut berduka cita atas meninggalnya Kepala Desa Braja Asri, Darusman setelah mengalami serangan gajah liar saat menggiring gajah liar kembali ke dalam hutan.

Almarhum pak Darusman adalah sosok yang mencintai warganya. Ia adalah aktivis lingkungan, ia melindungi masyarakatnya, memperjungkan kanal sungai sebagai benteng perlindungan dari gajah liar. Aspiranya agar kanal sungainya dibangun, gajah terlindungi, telah diwujudkan pemerintah daerah. Selamat jalan pejuang sang aktivis lingkungan.

Penulis : Muklasin

Editor : Hadi Jakariya

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Drama Comeback : Persib Bungkam Bhayangkara FC 4-2
Bhayangkara FC Kunci Mahkota Persib Bandung Raih Treble Winner
DPD PGK Lamsel Apresiasi A Burhanuddin Masuk Dewan Pendidikan Lampung
Saatnya Indonesia Menggerakkan GNB untuk Meredakan Konflik Iran–Israel dan AS
HMI Lampung Selatan Bersihkan Gedung Eks Kolonial 1883, Dorong Jadi Cagar Budaya
Alasan Tekanan Demonstran, HMI Pertanyakan Konsistensi Kepemimpinan Wali Kota
Soal Jembatan Viral di Way Bungur, Bupati Lampung Timur Pastikan Bangun Jembatan Merah Putih
HMI pinta pemerintah pusat bantu jembatan untuk pelajar Kali Pasir Lampung Timur

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:33 WIB

Drama Comeback : Persib Bungkam Bhayangkara FC 4-2

Kamis, 30 April 2026 - 09:10 WIB

Bhayangkara FC Kunci Mahkota Persib Bandung Raih Treble Winner

Selasa, 14 April 2026 - 01:01 WIB

DPD PGK Lamsel Apresiasi A Burhanuddin Masuk Dewan Pendidikan Lampung

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:41 WIB

Saatnya Indonesia Menggerakkan GNB untuk Meredakan Konflik Iran–Israel dan AS

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:24 WIB

HMI Lampung Selatan Bersihkan Gedung Eks Kolonial 1883, Dorong Jadi Cagar Budaya

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800