MAYDAY 2025, momentum refleksi pekerja, pemberi kerja, dan pemerintah

- Penulis

Kamis, 1 Mei 2025 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarahnya, Hari Buruh Sedunia lahir dari negara Amerika Serikat. Pada 1 Mei 1884, massa buruh menuntut waktu kerja 8 jam sehari, dari sebelumnya 18 sampai dengan 20 jam sehari. Buruh menuntut pada pemerintah, untuk mengatur perusahaan menerapkan jam kerja yang manusiawi.

Ribuan massa buruh turun ke jalan melakukan aksi demo. Aksi demo buruh ini berlangsung selama beberapa hari. Tragis, aksi buruh tersebut direspon represif aparat, mengakibatkan timbulnya banyak korban luka, dan jiwa.

Peristiwa bersejarah, dan memilukan yang dialami para buruh itu, memantik solidaritas kaum buruh di seluruh dunia. Lalu pada 1886, 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional atau MayDay. Sejak saat itu, sampai dengan sekarang, Mayday terus diperingati oleh jutaan buruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mayday adalah simbol perlawanan buruh atas ketidakadilan yang merela alami. Hari Buruh menjadi momentum menyampaian tuntutan pemenuhan hak-hak yang semestinya mereka terima.

Buruh di Indonesia juga punya sejarah yang panjang, mulai dari zaman kerajaan nusantara, zaman VOC, zaman Hindia Belanda, dan Jepang. Sepanjang sejarahnya, buruh mengalami ketidakadilan.

Setelah Indonesia merdeka 1945, buruh atau tenaga kerja mendapatkan perhatian pemerintah melalui lahirnya sejumlah peraturan perundang-undangan tentang perbutuhan / ketenagakerjaan.

Peraturan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan yang lahir telah banyak mengakomodir kepentingan buruh, pemberi kerja (pengusaha), dan memberi jaminan kepastian hukum akan hak, dan kewajiban bagi kedua belah pihak.

Perangkat hukum ketenagakerjaan juga mengatur peran, fungsi pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan antara tenaga kerja dengan pemberi kerja.

Beberapa peraturan perundangan yang telah lahir antara lain UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, UU No 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, UU No 24 Tahun 2011 tentang BPJS, UU No 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Industrial, dan masih banyak peraturan perundang lainnya baik berupa PP, Kepres/Inpres/Perpres, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

Meski telah banyak lahir peraturan yang melindungi tenaga kerja, dan pengusaha tapi permasalahan ketenagakerjaan masih banyak belum teratasi.

Sulitnya mencari kerja, upah diterima tidak sesuai UMP, dan UMK; kontrak sementara; pekerja tidak menjalani perjanjian kerja; PHK sepihak; pekerja tidak menerima tunjangan sosial, dan kesehatan adalah masalah yang banyak dialami para pekerja.

Pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2025, buruh / tenaga kerja menyampaikan 6 tuntutannya pada pemerintah. Menghapus Sistem Outsourcing, Membentuk Satgas PHK, Mewujudkan Upah Layak, Merevisi UU Ketenagakerjaan, Mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Hari Buruh sejatinya adalah momentum yang tepat bagi tenaga kerja, pemberi kerja, dan pemerintah melakukan refleksi,dan koreksi diri. Hari Buruh juga menjadi hari yang tepat untum terus merumusksn solusi bersama mengatasi permasalahan ketenagakerjaan yang adil bagi tenaga kerja, dan pengusaha.

Karena sesungguhnya tenaga kerja, pengusaha, dan pemerintah adalah 3 pilar ekonomi yang satu. Karena saling berhubungan, membutuhkan, sehingga harus saling menguatkan. Manakala salah satu soko ekonomi lemah, yang terjadi mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia sulit tercapai.

Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2025.

Penulis: Muklasin, Ketua Serikat Tani Indonesia (Sertani) Lampung Timur

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi ke Lampung: Silaturahmi atau Menjaga Api Politik Tetap Menyala?
Drama Comeback : Persib Bungkam Bhayangkara FC 4-2
Bhayangkara FC Kunci Mahkota Persib Bandung Raih Treble Winner
DPD PGK Lamsel Apresiasi A Burhanuddin Masuk Dewan Pendidikan Lampung
Saatnya Indonesia Menggerakkan GNB untuk Meredakan Konflik Iran–Israel dan AS
HMI Lampung Selatan Bersihkan Gedung Eks Kolonial 1883, Dorong Jadi Cagar Budaya
Alasan Tekanan Demonstran, HMI Pertanyakan Konsistensi Kepemimpinan Wali Kota
Pilkada oleh DPRD sebagai Jalan Tengah Memperbaiki Demokrasi dan Menekan Biaya Politik

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:35 WIB

Jokowi ke Lampung: Silaturahmi atau Menjaga Api Politik Tetap Menyala?

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:33 WIB

Drama Comeback : Persib Bungkam Bhayangkara FC 4-2

Kamis, 30 April 2026 - 09:10 WIB

Bhayangkara FC Kunci Mahkota Persib Bandung Raih Treble Winner

Selasa, 14 April 2026 - 01:01 WIB

DPD PGK Lamsel Apresiasi A Burhanuddin Masuk Dewan Pendidikan Lampung

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:41 WIB

Saatnya Indonesia Menggerakkan GNB untuk Meredakan Konflik Iran–Israel dan AS

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800 Komunitas Digital Mulai Mengamati Perkembangan Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Disebut Punya Karakter Visual Yang Kuat Mahjong Ways Dan Obrolan Santai Yang Sering Muncul Online Pemain Online Berbagi Cerita Ringan Tentang Mahjong Wins 3 Mahjong Ways Menjadi Bagian Dari Tren Digital Terbaru Mahjong Wins 3 Dan Momen Random Yang Menarik Perhatian Pengguna Komunitas Menyoroti Keunikan Fitur Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Jadi Bahan Diskusi Di Kalangan Pemain Digital Mahjong Ways Dan Gelombang Minat Baru Dari Komunitas Online Mahjong Wins 3 Mulai Banyak Dibicarakan Pada Jam Malam Pengguna Digital Menemukan Hal Menarik Di Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Tren Yang Terlihat Semakin Kuat Mahjong Ways Jadi Pusat Perhatian Dalam Obrolan Komunitas Mahjong Wins 3 Disebut Sering Muncul Di Media Sosial Mahjong Ways Dan Kisah Ringan Yang Dibagikan Pemain Online Forum Digital Kembali Membahas Perkembangan Mahjong Wins 3 Mahjong Ways Menarik Perhatian Karena Gaya Permainannya Mahjong Wins 3 Jadi Salah Satu Tren Komunitas Digital Mahjong Ways Dan Tren Online Yang Terus Berkembang Mahjong Wins 3 Menjadi Topik Obrolan Komunitas Digital Pengguna Online Mulai Melirik Keunikan Mahjong Ways Mahjong Wins 3 Dan Pengalaman Yang Sering Dibahas Mahjong Ways Muncul Di Berbagai Diskusi Pemain Online Komunitas Menyoroti Ritme Permainan Mahjong Wins 3 Mahjong Ways Disebut Punya Ciri Khas Yang Mudah Diingat Mahjong Wins 3 Dan Tren Baru Yang Mulai Populer Mahjong Ways Kembali Jadi Bahan Pembahasan Digital Pemain Online Berbagi Cerita Menarik Tentang Mahjong Wins 3 Mahjong Wins 3 Menjadi Salah Satu Topik Paling Sering Dicari Mahjong Ways Dan Fenomena Baru Yang Ramai Dibahas Pengguna Mahjong Wins 3 Mulai Sering Muncul Di Berbagai Forum Online Pola Permainan Mahjong Ways Menjadi Bahan Obrolan Komunitas Mahjong Wins 3 Dan Pengalaman Digital Yang Sering Diceritakan Mahjong Ways Kembali Menarik Perhatian Pengguna Online Aktivitas Komunitas Malam Hari Terkait Mahjong Wins 3 Mahjong Ways Muncul Sebagai Topik Baru Di Ruang Diskusi Digital Komunitas Online Menyoroti Perubahan Tren Mahjong Wins 3 Mahjong Ways Dan Kebiasaan Pemain Yang Mulai Berubah Pengguna Platform Digital Membahas Momen Unik Mahjong Wins 3 Mahjong Ways Jadi Perbincangan Karena Fitur Yang Mudah Dikenali