KALIMANTAN – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dikutip dari Komdigi pada Rabu (14/1/2026), peresmian dilakukan secara serentak dengan pusat kegiatan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/01).
Dalam peresmian tersebut, Presiden didampingi sejumlah menteri, termasuk Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Ia menyebut program tersebut sebagai langkah terobosan di bidang pendidikan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja mewujudkan langkah terobosan ini. Saya terharu melihat dampaknya bagi anak anak kita,” ungkap Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan pembangunan harus disertai pemerataan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Melalui Sekolah Rakyat, negara membuka harapan baru bagi anak anak dari keluarga yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang berdaya saing di masa depan,” harap Presiden.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota.
Program ini menampung 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kemkomdigi atas kesiapan jaringan dan infrastruktur digital yang mendukung kegiatan belajar,” tuturnya.
Sementara itu, Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan Kementerian Komunikasi dan Digital mendukung Sekolah Rakyat melalui penyediaan konektivitas internet, penguatan jaringan sekolah, serta literasi dan keterampilan digital.
“Dukungan ini memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar di seluruh wilayah,” tegasnya.
Penulis : Sukirno/Atika Dian Trihatno
Editor : Atika Dian Trihatno
Sumber Berita: Komdigi




















