Lampung Timur — Seorang lansia yang hidup sebatang kara ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di sebuah rumah kontrakan di Desa Way Mili, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur, Sabtu (14/3).
Korban diketahui bernama Harianto atau kerap disapa Koh Atian (73). Ia tinggal seorang diri di rumah kontrakan yang berada di Dusun 3 desa setempat tanpa sanak saudara di sekitar lokasi.
Dikutip dari laporan l86news.com, penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan warga sekitar yang melihat rumah tersebut dalam kondisi tertutup dan terkunci dari dalam. Lampu rumah juga terlihat menyala terus menerus, baik siang maupun malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga kemudian meminta izin kepada pemilik rumah untuk membuka pintu kontrakan tersebut. Setelah pintu dibuka paksa, warga mencium bau menyengat dari dalam rumah dan segera melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian serta puskesmas setempat.
Saat dilakukan pemeriksaan di dalam rumah, petugas menemukan jasad korban dalam posisi terlentang di atas kasur dengan tubuh berselimut. Kondisi jasad sudah membusuk.
“Dari pemeriksaan awal tim medis, ada kemungkinan kematian korban kurang lebih 1 minggu sebelum jasad ditemukan,” kata Kapolsek Gunung Pelindung, Iptu Agus Sugiharto, Minggu pagi (15/3/2016).
Polisi menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga yang datang dari Bandar Lampung juga menerima kejadian tersebut sebagai kematian akibat sakit sehingga tidak dilakukan autopsi.
“Setelah pihak keluarga datang, jenazah korban langsung dibawa ke Lempasing, Bandar Lampung untuk di kremasi disana,” pungkas Kapolsek.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya




















