JAKARTA — Arus penyeberangan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Total penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat mencapai 37.715 orang atau naik 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data tersebut berdasarkan Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada Jumat (19/6) atau H-6. Informasi ini dikutip dari laman resmi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), asdp.id.
Pada periode tersebut, sebanyak 47 kapal tercatat beroperasi melayani arus penyeberangan. Selain penumpang, peningkatan juga terjadi pada volume kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kendaraan roda dua tercatat sebanyak 928 unit atau naik 59,5 persen, kendaraan roda empat mencapai 3.883 unit atau meningkat 11,6 persen, truk sebanyak 4.625 unit atau naik 24,5 persen, serta bus sebanyak 422 unit atau meningkat 17,2 persen. Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang mencapai 9.858 unit atau naik 21,1 persen.
Sementara itu, akumulasi arus penyeberangan sejak Senin (15/12) atau H-10 hingga H-6 mencatat total penumpang sebanyak 143.851 orang dan total kendaraan mencapai 37.714 unit.
Angka tersebut masing-masing meningkat 0,4 persen dan 5,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari arah sebaliknya, yakni Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu, pada H-6 tercatat 37 kapal beroperasi.
Jumlah penumpang mencapai 31.199 orang atau naik 2,2 persen, dengan total kendaraan sebanyak 8.131 unit atau meningkat 9,4 persen.
Di tengah tren peningkatan pergerakan masyarakat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Merak pada Sabtu (20/12).
Dalam kunjungan itu, AHY meninjau kesiapan fasilitas pelabuhan, pengaturan arus kendaraan, serta sistem pengendalian kepadatan yang diterapkan ASDP untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan selama periode Nataru.
Sejumlah pejabat turut mendampingi, di antaranya Direktur SDM dan Layanan Korporasi ASDP Capt. Rudi Sunarko, Direktur Teknik ASDP Nana Sutisna, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo RM Manuhutu, Direktur Sarana dan Prasarana TSDP Kemenhub Sigit Widodo, KSOP Banten Capt. Bharto Ari Rahardjo, serta Kepala BPTD Wilayah VIII Banten Eko Indra Yanto.
Menko AHY mengapresiasi perencanaan operasional ASDP yang dinilai matang dan terintegrasi, khususnya dalam penerapan manajemen arus dan sistem delaying.
“Saya mengapresiasi penerapan manajemen arus dan sistem delaying yang dipersiapkan secara matang. Langkah ini menjadi elemen krusial untuk menjaga kelancaran, keteraturan, dan keselamatan layanan penyeberangan, terutama pada periode puncak seperti Nataru,” ujar AHY.
Sebagai bagian dari pengendalian arus, ASDP menyiapkan buffer zone di wilayah Merak, termasuk di Rest Area KM 43 dan KM 68, yang difungsikan sebagai titik penampungan sementara kendaraan agar kepadatan tidak terpusat di kawasan pelabuhan.
Capt. Rudi Sunarko menyebut kesiapan tersebut merupakan hasil penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui Port Operation Control Center (POCC).
“Kami memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, mulai dari pengaturan jadwal dan kapasitas kapal, peningkatan fasilitas layanan pelabuhan, kesiapan sumber daya manusia, hingga penyediaan tugboat sebagai bagian dari contingency plan. Selain itu, pemantauan kesesuaian data tiket dan manifest terus kami lakukan untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa,” jelas Rudi.
ASDP optimistis mampu menjaga kelancaran arus penyeberangan selama Nataru 2025/2026, sekaligus menegaskan komitmennya menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya
Sumber Berita: PT ASDP Indonesia Ferry (persero)




















