Lampung Selatan – Aliansi Lampung Selatan Bersatu yang terdiri dari elemen Cipayung Plus, BEM se-Lampung Selatan, serta berbagai lapisan masyarakat, menggelar aksi damai di pusat Kota Kalianda, Lampung Selatan, Senin (1/9/2025) lalu.
Ratusan massa aksi, sekitar 500 orang, berangkat dari Lapangan Cipta Karya, melintas di depan Kejaksaan Negeri, lalu berkumpul di Tugu Adipura yang menjadi titik keramaian kota. Aksi berlangsung lancar dan kondusif.
Ketua HMI Cabang Kalianda Lampung Selatan, Sandi Aprizal, selaku penanggung jawab aksi mengatakan pihaknya membawa delapan tuntutan nasional dan tiga tuntutan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Aksi ini membawa 8 tuntutan nasional dan 3 tuntutan daerah di antaranya, pengadaan Beasiswa putra-putri daerah dari S1-S3, keterlibatan unsur mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dalam setiap rapat paripurna dan reses DPRD Lampung Selatan,” kata Sandi dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi, Selasa (2/9).
Ia menegaskan aksi ini murni lahir dari keresahan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat yang ingin mendorong kemajuan Lampung Selatan.
“Kita perlu memajukan kualitas kesehatan, kesejahteraan ekonomi, dan pendidikan sumber daya manusianya,” ungkapnya.
Menurut Sandi, pengadaan beasiswa S1 hingga S3 bagi putra-putri daerah dianggap sebagai solusi nyata dalam membangun kemajuan daerah. Aspirasi itu pun langsung disanggupi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.
“Aspirasi ini kami terima, kami upayakan, dan akan kami anggarkan untuk di tahun 2026,” kata Bupati Radityo.
Sandi juga menyoroti kondisi ruang paripurna DPRD yang dinilainya kerap disalahgunakan.
“Pembelajaran dari beralihnya ruang sakral paripurna, yang mana di situlah nasib rakyat Indonesia dipertaruhkan, justru akhir-akhir ini menjadi tempat lelucon joget-joget. Sedangkan di luar sana banyak rakyatnya yang untuk makan saja sulit. Ke depan kami akan kawal setiap paripurna DPRD untuk memastikan keseriusan dalam membela kepentingan rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, massa aksi juga menuntut agar setiap reses anggota DPRD Lampung Selatan dijalankan sesuai prosedur, serta melibatkan unsur mahasiswa dan pemuda.
“Tuntutan terakhir kami meminta untuk setiap reses IPWK DPRD Lampung Selatan harus sesuai prosedural serta melibatkan unsur mahasiswa dan pemuda agar dapat membantu mengembangkan kreativitas anak muda. Reses DPRD Lamsel bukan hanya sebatas seremonial tetapi betul-betul menyerap aspirasi rakyat Lampung Selatan,” pungkas Sandi.




















