Bayi Perempuan di Lampung Timur yang Ditinggalkan di Teras Rumah Terungkap, Ibu Kandung Ternyata Takut Sama Suami

Selasa, 13 Februari 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


FREENTALK – Misteri di balik penemuan seorang bayi perempuan yang ditinggalkan di teras rumah seorang warga di Desa Sukadana pada Kamis, 8 Februari 2024, telah menemukan titik terang dengan penyerahan diri seorang wanita yang diduga sebagai ibu kandungnya.

Kapolres Lampung Timur, AKBP M Rizal Muchtar, bersama Kasat Reskrim IPTU Johanes EP Sihombing, dalam konferensi pers pada, Selasa 13 Februari 2024 menjelaskan perkembangan terbaru dalam kasus tersebut.

AKBP M Rizal menjelaskan, pada Senin malam 12 Februari lalu seorang wanita yang diduga sebagai ibu kandung bayi tersebut, diketahui datang ke rumah tempat bayi ditemukan, setelah mendengar laporan dari masyarakat.

Wanita tersebut, berinisial LT (34) dan tinggal di Kecamatan Sukadana, diduga merasa terjepit oleh tekanan psikologis akibat persoalan ekonomi dan ancaman dari suaminya terkait kelahiran anak perempuan.

“Menurut pengakuan wanita tersebut, suaminya tidak segan-segan untuk membunuh bayinya jika lahir sebagai perempuan,” ungkap Kapolres.

Karena itu, setelah melahirkan sendiri di rumahnya pada malam Kamis 8 Februari lalu, LT meninggalkan bayi perempuannya di rumah warga dan kemudian menyerahkan diri setelah mendengar bahwa bayinya ditemukan.

Bayi perempuan tersebut ditemukan oleh warga dalam kondisi dibungkus kain dan ari-ari masih menempel di belakang salah satu warung pada pagi hari Kamis (8/2). Bersama bayi, terdapat selembar kertas yang berisi nama bayi dan pesan meminta agar bayi itu dirawat hingga usia 3 tahun.

“Setelah mendapatkan pemeriksaan medis, bayi tersebut akan diadopsi oleh salah satu Kepala Desa di wilayah Kecamatan Sukadana,” tambah Kapolres.

Meskipun demikian,  saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut terkait kasus ini untuk memastikan semua pihak yang terlibat bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.***

Berita Terkait

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung
2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung
Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai
Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak
IWO Lampung Timur Salurkan Sembako di Tengah Sorotan Oknum LSM dan Wartawan Abal-abal
Pesulap Merah Diteror Telepon Pinjol, Diblokir Muncul Nomor Baru
Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan Oknum LSM Pemeras Penjual Kosmetik di Lampung Timur
Diperas Rp15 Juta, Usaha Diancam Dihancurkan: Cerita Korban OTT Oknum LSM di Lampung Timur

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:44

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:03

2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:15

Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:42

Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:17

IWO Lampung Timur Salurkan Sembako di Tengah Sorotan Oknum LSM dan Wartawan Abal-abal

Berita Terbaru

Keterangan Foto:Perwakilan PT Olam Food Ingredients (OFI) bersama Pemerintah Provinsi Lampung menyerahkan cendera mata usai peluncuran Program Inisiasi Regeneratif MUK–Restorasi Lanskap Perhutanan Sosial di Desa Sri Josari, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Rabu (15/7/2026). Program ini bertujuan memperkuat konservasi hutan melalui perhutanan sosial dan pengembangan agroforestri berkelanjutan. (Foto: Agus S)

Nasional

Lampung Perkuat Konservasi Lewat Perhutanan Sosial

Kamis, 16 Jul 2026 - 12:51

PETIR800 LOGIN PETIR800