Wamen Komdigi: Bikin Media Kini Mudah, Tantangannya Bertahan dan Bisa Dijual

Wamen Komdigi Nezar Patria menilai tantangan industri media saat ini bukan lagi soal membuat platform, melainkan menjaga bisnis tetap hidup di tengah gempuran AI dan platform digital.

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 02:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen Nezar saat menerima audiensi manajemen Saburai TV di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat./komdigi.go.id

Wamen Nezar saat menerima audiensi manajemen Saburai TV di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat./komdigi.go.id

JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut industri media saat ini sedang menghadapi tekanan berat di tengah perubahan ekosistem digital dan dominasi platform teknologi.

Seperti dikutip dari laman Komdigi Senin (18/5/2026), , Menurut Nezar, persoalan media hari ini bukan lagi sekedar urusan bisnis perusahaan pers, melainkan menyangkut kualitas informasi publik hingga kesehatan demokrasi digital.

“Saat ini membuat media itu mudah, yang susah itu jualnya. Sekarang semua orang bisa bikin media, tapi apakah bisa bertahan dan sustainable? Itu tantangannya,” kata Wamen Nezar saat menerima audiensi manajemen Saburai TV di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Rabu (13/05).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan disrupsi teknologi digital telah mengguncang fondasi bisnis media, baik lokal maupun nasional. Kemudahan mendirikan media saat ini, kata dia, tidak otomatis membuat perusahaan media mampu bertahan secara ekonomi di tengah perubahan pola distribusi informasi dan pergeseran belanja iklan ke platform digital.

Nezar menyebut hampir seluruh perusahaan media masih mencari model bisnis baru agar tetap hidup di era dominasi platform digital dan kecerdasan artifisial atau AI.

Bahkan, media besar sekalipun disebut menghadapi tekanan yang sama.

Ia mengungkap laporan Asosiasi Media Siber Indonesia atau AMSI yang menyebut kehadiran fitur AI pada mesin pencari digital menyebabkan penurunan trafik media hingga hampir 10 kali lipat.

“Ada media yang biasanya memperoleh puluhan juta page views per hari, sekarang turun sampai hampir sepuluh kali lipat. Ketika traffic turun, revenue juga turun. Akibatnya perusahaan harus mengendalikan biaya dan akhirnya terjadi PHK,” jelasnya.

Menurut Nezar, tekanan terhadap industri media diperkirakan masih akan berlanjut pada pertengahan tahun ini, terutama bagi industri televisi termasuk televisi lokal.

Namun demikian, ia menegaskan persoalan utamanya bukan hanya soal bisnis media, melainkan ancaman terhadap kualitas informasi publik.

“Nah, kita tidak bisa membiarkan informasi publik ini hanya dikendalikan platform atau buzzer-buzzer yang kualitas informasinya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Information integrity atau kualitas informasi publik itu menjadi taruhan,” tegasnya.

Ia menilai melemahnya media arus utama dapat membuka ruang lebih besar bagi penyebaran disinformasi dan informasi manipulatif yang merusak kualitas demokrasi digital.

Karena itu, pemerintah disebut terus berupaya menjaga keseimbangan ekosistem informasi melalui kolaborasi dengan media, termasuk media lokal.

Salah satu langkah yang didorong pemerintah ialah penerapan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas atau Publisher Rights.

“Pemerintah sudah mencoba mengusahakan agar relasi dengan platform lebih fair dengan membuat Perpres Publisher Rights, supaya media punya posisi yang lebih setara ketika berbicara dengan platform,” tutur Nezar.

Penulis : Itaul Hasanah

Editor : Hadi Jakariya

Sumber Berita: Komdigi

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wapres Gibran Tinjau 5 Fasilitas Kampung Nelayan di Lampung Timur
YouTube Rancang Penonaktifan Akun Anak dan Penghentian Iklan Remaja
Lonjakan Nikah 2023–2025 Tembus 667 Ribu, Kemenag Jamin Layanan KUA Tetap Jalan Saat WFA
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Lamtim Temukan Harga Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu/Kg
Aturan Malam Takbiran Idulfitri di Bali saat Berbarengan dengan Nyepi
TPG Guru Madrasah Mulai Dicairkan Bertahap Pekan Ini, Kemenag Percepat Penerbitan SKAKPT
Ketegangan AS–Israel–Iran Meningkat, HMI UNU Lampung Desak Diplomasi Perdamaian
Hadapi Disinformasi dan AI, Komdigi Tekankan Peran Media di HPN 2026

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 02:34 WIB

Wamen Komdigi: Bikin Media Kini Mudah, Tantangannya Bertahan dan Bisa Dijual

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:57 WIB

Wapres Gibran Tinjau 5 Fasilitas Kampung Nelayan di Lampung Timur

Kamis, 23 April 2026 - 10:59 WIB

YouTube Rancang Penonaktifan Akun Anak dan Penghentian Iklan Remaja

Rabu, 1 April 2026 - 19:32 WIB

Lonjakan Nikah 2023–2025 Tembus 667 Ribu, Kemenag Jamin Layanan KUA Tetap Jalan Saat WFA

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:08 WIB

Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Lamtim Temukan Harga Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu/Kg

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800