LAMPUNG TIMUR — Antusiasme warga membangun lingkungan kembali terlihat di Dusun 15 Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribawono, Lampung Timur. Sejumlah warga yang juga terdiri dari para pemuda setempat melakukan pengecoran jalan lingkungan secara swadaya, sebuah praktik yang disebut bukan kali pertama dilakukan.
Kegiatan ini sebelumnya pernah digelar oleh para pemuda Dusun Nogosari sebagai respons atas kondisi jalan yang telah bertahun-tahun tak tersentuh pembangunan.
Dikutip dari liputan86id, warga mengumpulkan dana secara mandiri, salah satunya melalui program Jumat Berkah yang dikumpulkan setiap tiga bulan, lalu direalisasikan untuk memperbaiki akses jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kegiatan tersebut, Kepala Desa Bandar Agung Aldi Guntoro turut hadir dan membaur bersama masyarakat. Ia juga berpartisipasi dengan menyumbangkan 200 sak semen untuk mendukung pengecoran jalan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan masyarakat serta saya ucapkan banyak terimakasih karna begitu antusias untuk membangun Lingkungan”. Ujar Aldi Guntoro Kepala Desa Bandar Agung. Minggu (14/12/2025)
Meski menuai apresiasi, keterlibatan warga secara berulang dalam pembangunan infrastruktur dasar justru menimbulkan pertanyaan lebih besar, sejauh mana peran pemerintah desa dan daerah dalam menjamin hak masyarakat atas fasilitas publik yang layak.
Ketua Garda Nogosari, Kristanto, secara terbuka mengungkapkan bahwa pembangunan jalan ini murni digerakkan oleh inisiatif warga dan pemuda, bukan program rutin pemerintah.
Kristanto Ketua Garda Nogosari mengatakan, sumber dana untuk pengecoran jalan ini ialah dari kumpulan Jumat berkah per tiga bulan, selain itu juga beberapa ada tambahan dari lingkungan yang kemudian direalisasikan untuk membenahi jalan yang sudah berpiluhan tahun ini tidak di bangun.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa kondisi jalan yang dibangun secara swadaya merupakan infrastruktur yang telah lama terbengkalai. Gotong royong warga, dalam konteks ini, menjadi solusi darurat atas keterbatasan perhatian anggaran.
Lebih jauh, Kristanto juga menyampaikan harapan agar pembangunan desa tidak terus-menerus bertumpu pada solidaritas warga.
“Saya mewakili pemuda harapannya kedepan pemerintah Desa Maupun Kabupaten Dan juga Kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk lebih lagi memperhatikan pembangunan di Desa. Ucapnya.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya
Sumber Berita: Liputan86id/Abdul Manan




















