Jakarta — Modus penipuan online terus berubah mengikuti kebiasaan masyarakat. Salah satu yang belakangan marak adalah pengiriman undangan pernikahan digital palsu melalui WhatsApp dan SMS. Undangan tersebut tidak berbentuk tautan, melainkan file aplikasi berformat APK yang menyimpan malware berbahaya.
Dikutip Freentalk.com pada Kamis (18/12/2025) dari laman SiberMate, file APK itu sengaja disamarkan sebagai undangan pernikahan agar korban tergoda untuk membuka dan menginstalnya. Padahal, begitu aplikasi terpasang, pelaku bisa mengakses data pribadi di ponsel korban secara diam-diam.
Data yang dicuri bukan sekadar kontak atau pesan, tetapi juga informasi sensitif seperti akses mobile banking, dompet digital, hingga kode OTP transaksi keuangan. Dalam banyak kasus, korban baru sadar setelah saldo rekening atau dompet digitalnya terkuras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Modus Penipuan Dimulai dari Rasa Penasaran
Pola penipuannya relatif seragam. Korban menerima pesan singkat dari nomor tak dikenal yang berisi ucapan singkat dan file undangan pernikahan.
Bahasa yang digunakan biasanya sopan dan terkesan personal, sehingga penerima tidak langsung curiga.
Masalah muncul ketika file tersebut diinstal. Aplikasi palsu akan meminta izin akses ke SMS, kontak, dan sistem ponsel. Dari titik itu, malware bekerja di latar belakang tanpa disadari pengguna.
Ciri Undangan Pernikahan Digital yang Patut Dicurigai
SiberMate mengingatkan, undangan pernikahan digital yang asli umumnya berbentuk tautan website, bukan aplikasi. Jika undangan dikirim dalam bentuk file APK, itu sudah menjadi tanda bahaya.
Selain itu, undangan palsu biasanya datang dari nomor yang tidak dikenal atau tidak tersimpan di kontak. Berbeda dengan undangan asli yang umumnya dikirim langsung oleh pihak pengantin atau keluarga dekat.
Ciri lainnya, undangan palsu meminta pengguna menginstal aplikasi dan memberikan izin akses berlebihan. Undangan digital yang sah tidak pernah meminta izin membaca SMS atau mengontrol perangkat.
Langkah Sederhana Mencegah Jadi Korban
Ada beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan agar tidak terjebak modus ini. Pertama, jangan pernah menginstal file APK yang dikirim melalui WhatsApp atau SMS, apalagi dari sumber yang tidak jelas.
Kedua, lakukan konfirmasi. Jika menerima undangan digital, pastikan terlebih dahulu kepada pengirim melalui jalur komunikasi lain, seperti telepon atau media sosial.
Ketiga, aktifkan pengamanan tambahan pada akun keuangan. Hindari penggunaan OTP berbasis SMS dan beralih ke aplikasi autentikasi yang lebih aman.
Keempat, gunakan aplikasi keamanan untuk memindai file mencurigakan dan pastikan sistem ponsel selalu diperbarui.
Laporkan Jika Menemukan Pesan Mencurigakan
SiberMate juga menyarankan pengguna untuk tidak hanya mengabaikan pesan mencurigakan. Pesan semacam ini sebaiknya dilaporkan melalui fitur pelaporan di WhatsApp agar penyebarannya bisa ditekan.
Selain itu, laporan juga bisa disampaikan ke otoritas keamanan siber agar modus serupa dapat segera diantisipasi.
Ancaman Nya di Balik Undangan Palsu
Penipuan undangan pernikahan digital bukan sekadar gangguan pesan spam. Dampaknya bisa serius, mulai dari pencurian identitas hingga pengurasan rekening tanpa sepengetahuan korban.
Karena itu, kewaspadaan menjadi kunci utama. Undangan pernikahan seharusnya membawa kabar bahagia, bukan pintu masuk kejahatan siber.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya
Sumber Berita: SiberMate




















