JAKARTA — Orangutan dikenal sebagai primata cerdas yang hidup di hutan hujan tropis. Satwa berbulu kemerahan ini menjadi ikon Kalimantan dan Sumatera. Namun, di balik itu muncul satu pertanyaan besar “mengapa orangutan sekarang hanya bertahan di dua pulau tersebut?”
Dikutip dari unggahan kanal YouTube @Dunia_Alam, Jumat (2/12/2025), keberadaan orangutan di Kalimantan dan Sumatera merupakan hasil dari proses evolusi panjang, perubahan iklim ekstrem, serta penyempitan habitat yang berlangsung ribuan tahun.
Pada masa lalu, wilayah jelajah orangutan jauh lebih luas dibandingkan sekarang. Catatan fosil menunjukkan orangutan purba pernah hidup di berbagai kawasan Asia, mulai dari Tiongkok bagian selatan, Vietnam, Thailand, Kamboja, Semenanjung Malaya, hingga Pulau Jawa. Persebaran ini dimungkinkan karena daratan Asia Tenggara dulu saling terhubung melalui kawasan yang dikenal sebagai Sundaland.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun kondisi tersebut berubah drastis ketika bumi memasuki akhir zaman es. Sekitar puluhan ribu tahun lalu, iklim menjadi lebih dingin dan kering.
Hutan hujan tropis yang selama ini menjadi rumah orangutan menyusut, berganti menjadi sabana terbuka. Situasi ini membuat populasi orangutan terus menurun dan menghilang dari banyak wilayah.
Dalam kondisi tersebut, hanya Kalimantan dan Sumatera yang masih menyisakan hutan lebat yang relatif stabil. Dua pulau ini menjadi tempat perlindungan terakhir bagi orangutan untuk bertahan hidup.
Ketika iklim kembali menghangat dan memasuki era Holosen, keadaan sudah berubah. Permukaan laut naik, Sundaland tenggelam, dan pulau-pulau terpisah oleh lautan. Jalur migrasi orangutan pun tertutup.
Selain faktor sejarah alam, karakter lingkungan Kalimantan juga berperan penting. Pulau ini minim predator darat besar, sehingga orangutan lebih leluasa bergerak, bahkan sesekali turun ke tanah.
Berbeda dengan Sumatera yang memiliki tekanan predator lebih tinggi, membuat orangutan di sana cenderung lebih banyak beraktivitas di atas pohon.
Orangutan sendiri sangat bergantung pada hutan hujan tropis. Mereka menghabiskan sebagian besar hidup di kanopi pohon, mencari buah, daun, madu, dan serangga. Ketika hutan hilang, orangutan tidak memiliki banyak pilihan untuk bertahan.
Kini, orangutan hanya menempati sekitar 20 persen dari wilayah jelajah aslinya di masa lalu. Kalimantan dan Sumatera menjadi benteng terakhir bagi primata ini, sekaligus pengingat bahwa perubahan iklim dan kerusakan hutan dapat menentukan nasib sebuah spesies.
Penulis : Itaul Hasanah
Editor : Atika Dian Trihatno
Sumber Berita: YouTube/Dunia_Alam




















