Ustaz Hanan Attaki: Islam Mengajarkan Berdamai dengan Masa Lalu dan Mencintai Diri Sendiri

Kajian Ustaz Hanan Attaki menekankan pentingnya memaafkan diri, menerima takdir, dan menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari ajaran Islam.

- Penulis Berita

Sabtu, 13 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ustaz Hanan Attaki./YouTube/@HananAttaki

Ustaz Hanan Attaki./YouTube/@HananAttaki

JAKARTA – Ustaz Hanan Attaki mengingatkan bahwa banyak orang terjebak dalam rasa bersalah berkepanjangan akibat kesalahan dan kegagalan di masa lalu. Kondisi itu, menurutnya, kerap berujung pada overthinking, menyalahkan diri sendiri, hingga muncul kebencian terhadap diri sendiri.

Hal tersebut disampaikan Hanan Attaki (UHA) dalam kajian yang diunggah melalui kanal YouTube @HananAttaki. Dalam kajian itu, ia menegaskan bahwa Islam justru mengajarkan umatnya untuk berdamai dengan masa lalu, bukan terperangkap di dalamnya.

“Teman-teman yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Banyak dari kita yang kadang enggak bisa e memaafkan diri kita sendiri ketika kita pernah melakukan kesalahan di masa lalu atau pernah gagal dalam sebuah urusan, sebuah project,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, kegagalan tersebut sering kali membuat seseorang larut dalam rasa bersalah yang berlebihan. “Sehingga akhirnya kita larut dalam rasa bersalah, larut dalam eh overthinking eh menyalahkan diri sendiri dan benci kepada diri sendiri,” katanya.

Larangan Berandai-andai dengan Masa Lalu

Hanan menjelaskan, Islam memberi panduan jelas agar umat tidak terus-menerus berandai-andai terhadap masa lalu. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang sikap seorang mukmin ketika tertimpa musibah.

“Kata Nabi, ‘Tidaklah seorang mukmin mengalami sebuah musibah dalam hidupnya.’ Atau jika seorang mukmin mengalami sebuah musibah dalam hidupnya, janganlah dia mengatakan, ‘Lau annii fa’altu kadzaa wa kadzaa. Seandainya aku melakukan begini dan begini, mungkin enggak akan begitu.’ Ee tapi katakanlah ini adalah takdir Allah. Apa yang Allah kehendaki maka terjadi.”

Menurut Hanan, hadis tersebut menjadi panduan agar manusia tidak tenggelam dalam penyesalan yang tak berujung. “Allah enggak suka kita hanya berandai-andai tentang masa lalu dan larut dalam rasa bersalah yang berlebihan,” terangnya.

Ia juga mengingatkan pesan Alquran bahwa segala musibah telah tercatat sebelum terjadi. “Supaya kalian jangan menjadi orang yang terus berputus asa tentang apa yang sudah terjadi. Maksudnya kayak jadi orang yang larut dalam kesedihan dan rasa bersalah yang berlebihan,” kata UHA.

Self Love dalam Teladan Rasulullah

Lebih jauh, Hanan Attaki menekankan bahwa Islam tidak membebani manusia dengan sesuatu yang berada di luar kemampuannya, termasuk masa lalu.

“Sesungguhnya Islam itu la yukallifulahu nafsan illa wusaha, tidak pernah membebani kita tentang sesuatu yang di luar kemampuan kita, yaitu salah satunya masa lalu,” ucapnya.

Dari sini, ia mengaitkan konsep self love sebagai bagian dari ajaran Islam. Menurutnya, Rasulullah SAW memberi teladan nyata dalam menjaga kebutuhan fisik, mental, dan emosional.

“Nabi juga sangat memperhatikan self love diri beliau,” kata UHA.

Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW memperhatikan penampilan, termasuk rambutnya. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Nabi disebut memiliki tiga gaya rambut: wafrah, limmah, dan jummah.

“Ini menunjukkan kalau Nabi itu juga ada waktu buat memikirkan rambutnya,” jelasnya.

Bahkan, saat beriktikaf di Masjid Nabawi pada 10 malam terakhir Ramadan, Nabi masih meminta Aisyah RA untuk menyisir rambutnya.

“Dan ini menunjukkan bahwa Nabi masih mikirin tentang kebutuhan rambutnya,” tuturnya.

Kesehatan Mental dan Kehidupan yang Kalem

Hanan juga menyinggung bagaimana Allah memerintahkan Nabi untuk menjaga kesehatan mentalnya ketika menghadapi tekanan dan perlakuan verbal yang menyakitkan. Salah satunya melalui perintah salat malam.

“Melakukan ibadah di malam hari itu lebih kerasa tenang di hatinya dan lebih kerasa mudah untuk mentadaburi ayat-ayatnya,” ujar UHA.

Ia menegaskan bahwa Rasulullah SAW bukan sosok yang kaku, tetapi menjalani hidup dengan seimbang. “Artinya nabi itu enggak sekaku yang kita bayangin. Kalem aja kehidupan beliau,” katanya.

Menutup kajiannya, Hanan mengajak umat Islam untuk memberikan hak secara proporsional, termasuk hak terhadap diri sendiri. “Jadi, yuk kita jalanin Ramadan ini secara kalem dengan khidmat sehingga insyaallah Ramadan kita menjadi Ramadan kalem yang berkah di sisi Allah Subhanahu wa taala,” pungkasnya.

Penulis : Itaul Hasanah

Editor : Hadi Jakariya

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengguna Roblox Tanpa Verifikasi Usia Otomatis Masuk Akun Anak, Akses Chat Ditutup
Deni Caknan di Bawah Rembulan Sribhawono: Ketika Nada Menyulam Rindu Ribuan Jiwa
Lucinta Luna Cari Ketenangan, Pilih Korea dan Mulai Dekatkan Diri ke Tuhan
Juara KDI 2026 Asal Lampung Dapat Hadiah Mobil, Datang dari Bos Perusahaan Saat Dirawat di RS
Presidium KAHMI Provinsi Lampung hadiri Bukber KAHMI-HMI Lampung Timur
Pemerintah Terbitkan Pedoman Penggunaan AI di Pendidikan, Akses Anak Harus Sesuai Usia
Vidi Aldiano Tutup Usia, Deddy Corbuzier Kirim Pesan Duka
Orangutan Hanya Ada di Kalimantan dan Sumatera? Ini Penjelasannya
Freentalk.com membuka ruang opini untuk semua pembaca yang ingin bersuara. Kami menerima tulisan opini dengan gaya bebas, kritis, dan segar tentang berbagai isu yang sedang bergulir—mulai dari sosial, budaya, politik, hingga pengalaman personal yang layak dibagikan ke publik.Jika kamu merasa punya sudut pandang yang perlu didengar, kirimkan naskah opinimu ke redaksi@freentalk.com. Suaramu penting. Ceritamu kami tunggu.

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:39 WIB

Pengguna Roblox Tanpa Verifikasi Usia Otomatis Masuk Akun Anak, Akses Chat Ditutup

Minggu, 26 April 2026 - 08:49 WIB

Deni Caknan di Bawah Rembulan Sribhawono: Ketika Nada Menyulam Rindu Ribuan Jiwa

Senin, 6 April 2026 - 13:32 WIB

Lucinta Luna Cari Ketenangan, Pilih Korea dan Mulai Dekatkan Diri ke Tuhan

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:33 WIB

Juara KDI 2026 Asal Lampung Dapat Hadiah Mobil, Datang dari Bos Perusahaan Saat Dirawat di RS

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:36 WIB

Presidium KAHMI Provinsi Lampung hadiri Bukber KAHMI-HMI Lampung Timur

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800 Studi Desain Tingkat Kesulitan Pada Mahjong Ways 2 Penerapan Unsur Budaya Tionghoa Dalam Mahjong Wins 3 Cara Kerja Generator Angka Acak Pada Game Mahjong Digital Keunggulan Fitur Multi Kaskade Dalam Mahjong Ways 2 Mengenal Istilah Dan Kombinasi Ubin Dalam Mahjong Wins 3 Pengaruh Desain Audio Terhadap Pengalaman Main Mahjong Ways 2 Evaluasi Kinerja Aplikasi Mahjong Wins 3 Pada Perangkat Mobile Perbedaan Fitur Utama Mahjong Ways 2 Dibandingkan Versi Awal Optimasi Grafis 2d Dan 3d Pada Game Mahjong Modern Ulasan Komunitas Pemain Terhadap Pembaharuan Mahjong Wins 3 Ulasan Mekanika Permainan Interaktif Mahjong Ways 2 Analisis Estetika Visual Dan Simbolisme Mahjong Wins 3 Metode Simulasi Perhitungan Peluang Pada Mahjong Ways 2 Pembahasan Struktur Algoritma Pada Mahjong Wins 3 Kompatibilitas Lintas Platform Game Mahjong Ways 2 Studi Kasus Popularitas Mahjong Wins 3 Di Pasar Global Pemanfaatan Sumber Daya Memori Pada Mahjong Ways 2 Fitur Aksesibilitas Untuk Pemula Di Mahjong Wins 3 Evaluasi Kecepatan Muat Halaman Game Mahjong Ways 2 Perkembangan Mekanik Papan Ubin Pada Mahjong Wins 3 Panduan Lengkap Memahami Aturan Dasar Mahjong Ways 2 Penjelasan Sistem Kaskade Simbol Pada Mahjong Wins 3 Cara Membaca Tabel Pembayaran Skor Mahjong Ways 2 Mengenal Variasi Kombinasi Ubin Emas Mahjong Wins 3 Tips Mengatur Tempo Permainan Kasual Mahjong Ways 2 Pemahaman Tentang RNG Dalam Game Mahjong Wins 3 Sejarah Singkat Transformasi Mahjong Ways 2 Ke Media Layar Perbandingan Mode Demo Dengan Mode Penuh Mahjong Wins 3 Menganalisis Responsivitas Tombol Kontrol Mahjong Ways 2 Ringkasan Fitur Baru Yang Diperkenalkan Di Mahjong Wins 3 Studi Komparatif Mahjong Wins 3 Dengan Game Papan Digital Peran Animasi Transisi Dalam Meningkatkan Estetika Mahjong Ways 2 Penjelasan Teknis Sistem Pembayaran Skor Mahjong Wins 3 Tren Pengembangan Game Kasual Berbasis Mahjong Sejarah Pengembangan Serial Game Mahjong Digital Panduan Navigasi Menu Dan Pengaturan Mahjong Ways 2 Membedah Fitur Pengali Skor Pada Permainan Mahjong Wins 3 Dampak Desain Visual Terhadap Retensi Pemain Mahjong Ways 2 Analisis Pola Kemunculan Simbol Liar Mahjong Wins 3 Arsitektur Perangkat Lunak Di Balik Mahjong Ways 2 Studi Fitur Interaktif Pada Aplikasi Mahjong Wins 3 Teknologi Mesin Game Di Balik Animasi Mahjong Ways 2 Perkembangan Popularitas Game Tema Mahjong Di Asia Desain Grafis Dan Efek Suara Dalam Permainan Mahjong Wins 3 Panduan Pemula Memahami Sistem Skor Dalam Mahjong Ways 2 Mengenal Simbol Karakter Dan Arti Warna Pada Mahjong Wins 3 Analisis Fitur Kombinasi Simbol Pada Mahjong Wins 3 Sejarah Dan Evolusi Ubin Tradisional Mahjong Ke Format Digital Perbandingan Antarmuka Pengguna Mahjong Ways 2 Dan Versi Klasik Ulasan Lengkap Mekanisme Visual Permainan Mahjong Ways 2