Siswa SMP Negeri 7 Kotabumi Alami Pengeroyokan di Sekolah

- Penulis Berita

Jumat, 30 Agustus 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Siswa SMP Negeri 7, Kotabumi alami pengeroyokan. Sumber: Deri Kurnia

Siswa SMP Negeri 7, Kotabumi alami pengeroyokan. Sumber: Deri Kurnia

Seorang siswa kelas 9 dengan inisial EWD mengalami tindak kekerasan yang diduga akibat pengeroyokan oleh sejumlah murid SMP Negeri 7 Kotabumi. Insiden ini terjadi di teras kelas 9C pada pukul 10.00 WIB dan melibatkan sekitar 10 siswa.

Aiptu M. Husni Tamrin, orang tua korban, menjelaskan bahwa anaknya mengalami trauma psikologis dan sakit sekujur tubuh.

“Kejadian tersebut terjadi di teras lokal kelas 9C pukul 10.00 WIB, dengan kurang lebih 10 siswa yang mengeroyok dan melakukan kekerasan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Husni Tamrin juga menyarankan agar anak-anak yang berkelahi diadu satu lawan satu atau sparing yang dipimpin oleh wasit karate profesional untuk melatih mental sportivitas dan meningkatkan kemampuan melindungi diri dari ancaman.

“Saya berharap tidak ada lagi aksi bullying atau pengeroyokan di seluruh sekolah yang ada di Lampung Utara. Pihak sekolah dan dinas pendidikan harus bertanggung jawab atas hal ini,” tegasnya.

Yudi Bachtiar, Kabid SMP Dinas Pendidikan setempat, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah persuasif untuk menyelesaikan masalah ini. Ia bersama stafnya telah mendatangi SMP Negeri 7 dan meminta pihak sekolah memanggil orang tua murid yang terlibat dalam aksi tersebut.

“Saya sampaikan ke pihak sekolah untuk mencari solusi penyelesaian, bukan mencari pembenaran. Ketika sudah berkelahi atau baku hantam, itu tindakan yang salah, tetapi kita harus mencari solusi penyelesaian, bukan mengungkit kesalahan,” katanya.

Yudi juga menyebutkan bahwa pihak sekolah telah memanggil siswa-siswa yang diduga terlibat dalam perkelahian serta orang tua mereka untuk memberikan penjelasan.

“Jika ada yang tidak hadir, pihak sekolah akan mengambil tindakan persuasif secara kekeluargaan supaya urusan ini cepat selesai,” tambahnya.

Sebagai tanggapan terhadap aksi kekerasan remaja di sekolah, Yudi menegaskan bahwa sanksi tegas akan diberikan, namun tetap mengedepankan prinsip ketuntasan belajar siswa.

“Kenakalan remaja seperti ini pelakunya masih anak-anak di bawah usia dan tanggungan negara. Jika ditemukan fakta perkelahian, masing-masing anak yang terlibat akan diberikan sanksi yang sesuai dengan kesepakatan komite sekolah,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai
Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung
2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung
Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai
Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:33 WIB

951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:44 WIB

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB