Pawang Gajah TNWK Lampung Timur Tewas Oleh Gajah Tunggangannya Sendiri

Hasil dari pemeriksaan medis korban mengalami luka bagian tulang bahu kanan patah dan tulang rusuk kanan patah.

2 Min Read

FREENTALK – Ferdian Wana Pratama (23), pawang gajah yang bekerja di Elephant Response Unit (ERU) tewas setelah jatuh dari gajah tunggangannya, di Resort Penet, Lampung Timur, Selasa 19 Maret 2024, sekitar pukul 11.25 WIB. ERU merupakan NGO yang bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dalam menjaga kelestarian gajah.

Tangisan pecah di kediaman Ferdian di Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Selasa 19 Maret 2024, pukul 16.00 WIB. Terlihat sejumlah pelayat datang ke rumah Ferdian.

“Ya Allah anakku, gak usah naik naik gajah lagi, anakku, anakku,” teriakan histeris itu keluar dari pria sepuh bernama Tarman yang diketahui orang tua korban, seperti dikutip SuaraLampung.id

Menurut Kepala Resort Penet Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Sulis, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Ketika itu korban bersama dua rekannya melakukan ‘angon’ gajah jinak milik Balai TNWK.

“Ferdian itu bersama dua kawannya Defrianto dan Supardi sedang angon gajah sambil nyari borgol gajah. Tiba-tiba saya dapat telepon, Ferdian jatuh dari gajah,” kata Sulis.

Sulis mendapat kabar tersebut sekitar pukul 11.30 WIB, ketika dia sedang berada di kantor Resort Penet. Seketika Sulis mendatangi tempat kejadian dan langsung mengevakuasi korban untuk dibawa ke rumah sakit.

Dalam perjalanan Rumah Sakit Permata Hati, korban masih berbincang dengan rekannya bahkan sampai di rumah sakit korban masih sempat bisa berbincang dengan perawat. Namun baru menjalani perawatan beberapa saat korban meninggal.

“Sekitar pukul 15.05 WIB dinyatakan Ferdian meninggal, sontak kami syok dan menghubungi beberapa rekan Balai TNWK dan keluarga,” kata Sulis.

Hasil dari pemeriksaan medis korban mengalami luka bagian tulang bahu kanan patah dan tulang rusuk kanan patah. Sulis memastikan Ferdian terinjak gajah tunggangannya saat terjatuh.

Sementara itu Plt Kepala Balai TNWK Hermawan saat dimintai keterangan di rumah duka belum bisa memberi penjelasan. Dia hanya terdiam dan menggelengkan kepala. “Belum bisa ngasih keterangan saya mas masih berduka,” kata Hermawan.***

Ditulis oleh: Hadi Jakariya

Disunting oleh:

Bagikan Artikel ini

Treending Minggu ini

Berita Terbaru

Soal Kematian Driver Ojol Akibat oknum Brimob: HMI Lampung Timur Minta Pemerintah dan DPR Lebih Peka terhadap Nasib Rakyat

LAMPUNG TIMUR - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Lampung Timur menyampaikan…

HMI Kalianda: Rakyat Berdaulat, Bukan untuk Dibabat Polri

Kalianda, 28 Agustus 2025– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kalianda Lampung Selatan…

HMI Cabang Kalianda Audiensi dengan Dinas PPKB Lampung Selatan

Dalam ikhtiar memperkuat sinergitas antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah, Himpunan Mahasiswa…

27 Jurnalis Ikuti Media Visit 2025 PHE OSES di Jakarta

JAKARTA - Sebanyak 27 jurnalis asal Lampung bersama rekan media dari Jakarta…

Jadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Lapor ke IASC

Jakarta - Korban penipuan digital atau scam kini bisa langsung melapor ke…

Rayakan HUT PAN ke- 27, Edy Bisri anggota DPRD Lampung Timur adakan berbagai lomba bagi masyarakat

Pada 23 Agustus 2025, Partai Amanat Nasional (PAN) genap berusia 27 tahun.…

Populer