LAMPUNG TIMUR – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat. Peserta Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan (Wilhan) Karhutla Dikreg LXVIII Seskoad memberikan penyuluhan kepada masyarakat di Desa Sukandana, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mencegah potensi terjadinya karhutla.
Dalam penyuluhan, peserta KKL memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam serta berbagai dampak yang dapat ditimbulkan akibat kerusakan lingkungan dan kebakaran hutan maupun lahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapten Inf Ahmad Rizaldi mengatakan, penyuluhan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan kesadaran dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Kapten Inf Ahmad Rizaldi.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan untuk kepentingan apa pun.
Pembakaran secara sembarangan berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan serta dapat berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Mayor Inf Foco, Mayor Chk Tambunan, Mayor Cba Yudha, dan Mayor Caj Rizki.
Kehadiran para peserta dan personel diharapkan dapat memperkuat edukasi sekaligus upaya pencegahan karhutla di wilayah Desa Sukandana.
Melalui KKL Wilhan Karhutla Dikreg LXVIII Seskoad, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari pembakaran hutan maupun lahan.
Upaya pencegahan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan potensi terjadinya karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut.
Penulis : Agus S
Editor : Atika Dian T



















