Aksi Nyeleneh Petani +62, Speaker Dijadikan Penunggu Jemuran

Rabu, 17 April 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Speaker jadi penunggu jemuran padi. Sumber: Tangkapan layar akun TikTok @prayogghy_cilacap

Speaker jadi penunggu jemuran padi. Sumber: Tangkapan layar akun TikTok @prayogghy_cilacap

FREENTALK – Di pedesaan, proses menjemur hasil panen seperti padi, kakao, dan lainya sebelum dijual merupakan langkah yang tak tertinggalkan bagi para petani.

Namun, gangguan dari burung atau ayam yang sering kali memakan hasil panen yang dijemur tersebut bisa menjadi masalah yang menyebalkan.

Bagi sebagian petani mungkin telah mencoba berbagai cara untuk mengusir ayam dan burung pengganggu tersebut. Salah satunya adalah dengan menunggu di sekitar jemuran, namun tentu saja hal ini bisa sangat membosankan.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @prayogghy_cilacap memberikan solusi praktis untuk masalah ini. Video tersebut, memperlihatkan cara yang sedikit nyeleneh namun cukup efektif untuk mengusir ayam dan burung dari jemuran hasil panen.

Mereka menggunakan speaker dengan suara mengusir hasil dari rekaman yang diletakkan di tengah celah jemuran. Meskipun terlihat agak absurd, namun cara ini dipandang sebagai solusi yang kreatif untuk mencegah jemuran dari gangguan ayam dan burung.

Video tersebut berhasil mencuri perhatian para pengguna media sosial, terutama di platform TikTok. Pada Rabu, 17 April 2024, video tersebut telah meraih sebanyak 1.996 suka dan 25 komentar.

Respons positif pun mengalir dari pengguna TikTok yang melihat video tersebut. Banyak dari mereka yang merasa terbantu dengan ide yang diunggah.

“Boleh ditiru,” tulis akun Wond** Wom**, dalam komentarnya.

“keren ide ne 👍,” komentar Aki** Kas**.

Meskipun begitu, tentu saja ada juga yang memberikan pandangan berbeda.

“yg jaga gak BS TDR siang,” komentar Nen* Sne.

Terlepas dari hal negatif, ide-ide kreatif seperti ini dapat terus muncul untuk memecahkan berbagai masalah di sekitar kita ya.***

Berita Terkait

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung
2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung
Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai
Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak
IWO Lampung Timur Salurkan Sembako di Tengah Sorotan Oknum LSM dan Wartawan Abal-abal
Pesulap Merah Diteror Telepon Pinjol, Diblokir Muncul Nomor Baru
Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan Oknum LSM Pemeras Penjual Kosmetik di Lampung Timur
Diperas Rp15 Juta, Usaha Diancam Dihancurkan: Cerita Korban OTT Oknum LSM di Lampung Timur

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:44

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:03

2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:15

Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:42

Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:17

IWO Lampung Timur Salurkan Sembako di Tengah Sorotan Oknum LSM dan Wartawan Abal-abal

Berita Terbaru

Keterangan Foto:Perwakilan PT Olam Food Ingredients (OFI) bersama Pemerintah Provinsi Lampung menyerahkan cendera mata usai peluncuran Program Inisiasi Regeneratif MUK–Restorasi Lanskap Perhutanan Sosial di Desa Sri Josari, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Rabu (15/7/2026). Program ini bertujuan memperkuat konservasi hutan melalui perhutanan sosial dan pengembangan agroforestri berkelanjutan. (Foto: Agus S)

Nasional

Lampung Perkuat Konservasi Lewat Perhutanan Sosial

Kamis, 16 Jul 2026 - 12:51

PETIR800 LOGIN PETIR800