Sebanyak 510 mahasiswa Tingkat III Politeknik Statistika (Polstat) STIS mendapat pelatihan langsung dari Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, sebelum diterjunkan sebagai Petugas Pencacah Lapangan (PCL) dalam pendataan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pembekalan tersebut diberikan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang digelar di Auditorium Polstat STIS, Senin (12/1). Para mahasiswa akan terlibat langsung dalam pendataan dampak bencana di sejumlah wilayah terdampak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan BPS sebagai anggota Satuan Tugas sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, khususnya dalam pengelolaan data kebencanaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendataan pascabencana itu dilakukan untuk mempercepat penyediaan data yang terkoordinasi dan terpadu sebagai dasar perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Adapun lokasi pendataan mencakup tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dikutip pada Rabu (14/1/2025, dari dari laman resmi BPS, wilayah-wilayah tersebut dipilih karena membutuhkan data rinci dan mutakhir guna mendukung proses pemulihan pascabencana secara terukur.
“Satu hal yang harus kita pahami, kita berangkat dengan semangat kemanusiaan. Tidak semua mahasiswa Politeknik Statistika STIS berkesempatan untuk berkontribusi langsung terhadap kemanusiaan dan penanganan bencana. Inilah ruang belajar kehidupan, asah profesionalisme, dan punya rasa empati serta kepemimpinan sejak dini,” ujar Sonny.
Ia menegaskan, statistik yang dihasilkan tidak hanya dituntut akurat secara metodologis, tetapi juga harus berpihak pada kepentingan kemanusiaan. “Bantulah negara dengan menghasilkan data yang dibutuhkan dalam penanganan bencana,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, para PCL akan didampingi Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang terdiri dari dosen Polstat STIS dan pegawai BPS RI.
Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, yakni pada 15 – 26 Januari 2026, dengan fokus pada pendataan infrastruktur pelayanan publik dan rumah tangga terdampak bencana.
Penulis : Itaul Hasanah
Editor : Hadi Jakariya
Sumber Berita: BPS




















