Mengenal Lebih Dekat Sosok Meutya Hafid, Mantan Jurnalis yang Kini Jadi Menteri di Kabinet Merah Putih

- Penulis Berita

Selasa, 22 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Sumber: KOMINFO

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Sumber: KOMINFO

Pada Minggu 20 Oktober 2024, sejarah baru tercipta di kancah perpolitikan Indonesia. Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan jajaran Kabinet Merah Putih, dan satu nama yang langsung mencuri perhatian adalah Meutya Hafid, mantan jurnalis tangguh yang kini didapuk sebagai Menteri Komunikasi dan Digital.

Meutya bukan nama sembarangan di dunia jurnalistik. Karirnya bersinar terang saat ia menjadi wajah pemberitaan di Metro TV, meliput sejumlah konflik global.

Dikutip dari laman situs KOMINFO, Meutya Hafid pernah meliput berbagai kejadian penting, mulai dari darurat militer di Aceh, tsunami Aceh yang sempat menggemparkan dunia, hingga Pemilu di Irak yang penuh ketegangan.

Namun, momen yang paling membekas saat ia dan kameramennya disandera selama tujuh hari oleh Pasukan Mujahidin di Irak.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan 2.500 Desa Belum Terhubung Bisa Nikmati Internet pada 2026

Pengalaman itu ia abadikan dalam buku “168 Jam dalam Sandera” sebuah catatan yang menggambarkan betapa berbahayanya profesi yang ia cintai.

Setelah kembali dari Irak, Meutya menerima Elizabeth O’Neill Journalism Award, sebuah penghargaan bergengsi yang menandakan bahwa dirinya lebih dari sekadar reporter lapangan.

Kartu Pers Nomor Satu juga diberikan kepadanya, sebuah penghargaan yang hanya diberikan kepada jurnalis dengan integritas tinggi.

Namun, Meutya tak berhenti di situ. Tahun 2008, ia mengambil langkah berani masuk ke dunia politik bersama Partai Golkar.

Dua tahun kemudian, ia melangkah ke Senayan sebagai anggota DPR. Di sana, Meutya menunjukkan ketajamannya, baik di bidang keuangan, perbankan, hingga urusan pertahanan dan intelijen.

Satu hal yang tak bisa dilupakan adalah kunjungannya ke Gaza pada tahun 2012, ketika ia secara langsung memberikan bantuan kepada rakyat Palestina di tengah konflik yang berkepanjangan.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan 2.500 Desa Belum Terhubung Bisa Nikmati Internet pada 2026

Meutya bertemu dengan para pemimpin Hamas dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, membawa semangat solidaritas Indonesia ke tengah-tengah kancah internasional.

Di bawah kepemimpinannya di Komisi I DPR RI, Meutya berhasil menghasilkan berbagai undang-undang penting, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang menjadi tonggak utama dalam era digital di Indonesia.

Ia juga berperan dalam revisi UU ITE yang kerap dianggap sebagai “senjata digital” yang perlu diatur ulang untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak.

Kini, di posisi barunya sebagai Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid membawa pengalaman luas dan keberanian yang sudah terbukti.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung
2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung
Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai
Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak
IWO Lampung Timur Salurkan Sembako di Tengah Sorotan Oknum LSM dan Wartawan Abal-abal
Pesulap Merah Diteror Telepon Pinjol, Diblokir Muncul Nomor Baru
Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan Oknum LSM Pemeras Penjual Kosmetik di Lampung Timur

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:33 WIB

951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:44 WIB

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:15 WIB

Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:42 WIB

Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:17 WIB

IWO Lampung Timur Salurkan Sembako di Tengah Sorotan Oknum LSM dan Wartawan Abal-abal

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

Keterangan Foto:Perwakilan PT Olam Food Ingredients (OFI) bersama Pemerintah Provinsi Lampung menyerahkan cendera mata usai peluncuran Program Inisiasi Regeneratif MUK–Restorasi Lanskap Perhutanan Sosial di Desa Sri Josari, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Rabu (15/7/2026). Program ini bertujuan memperkuat konservasi hutan melalui perhutanan sosial dan pengembangan agroforestri berkelanjutan. (Foto: Agus S)

Nasional

Lampung Perkuat Konservasi Lewat Perhutanan Sosial

Kamis, 16 Jul 2026 - 12:51 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800