Jakarta — Harapan guru madrasah swasta untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih terbuka. Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pengangkatan guru madrasah, terutama yang berstatus honorer, melalui berbagai kebijakan dan langkah strategis.
Pernyataan tersebut dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Selasa (10/2/2026). Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyampaikan hal itu saat menerima Ketua Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Heri Purnama.
“Kami berdiskusi cukup panjang dan saya menegaskan bahwa Kementerian Agama dengan seluruh kewenangan yang ada akan terus melakukan mengambil langkah-langkah produktif, membuat kebijakan untuk memperjuangkan dan memuliakan guru,” tegas Kamaruddin Amin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kamaruddin Amin, upaya pengangkatan guru honorer menjadi PPPK masih terus diperjuangkan selama peluang dan ruang kebijakan masih tersedia.
“Termasuk di antaranya, kita masih memperjuangkan bagaimana guru honorer, jika memungkinkan serta masih ada ruang dan masih ada peluang, kita akan terus memperjuangkan itu, agar guru swasta kita itu bisa diangkat menjadi PPPK,” sambungnya.
Selain pengangkatan PPPK, Kementerian Agama juga menyiapkan langkah percepatan sertifikasi guru. Saat ini, Kemenag membina 1.157.050 guru yang terdiri atas 360.632 guru PNS dan 796.418 guru non-PNS. Jumlah tersebut mencakup guru madrasah, guru pesantren (Pendidikan Diniyah Formal dan Muadalah), serta guru pendidikan agama lintas agama.
Kamaruddin Amin menyebut hingga kini masih terdapat 497.893 guru yang belum mengikuti sertifikasi. Rinciannya meliputi 423.398 guru madrasah, 24.057 guru Pendidikan Agama Islam, 11.501 guru PDF dan Muadalah, serta guru binaan Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Khonghucu.
“Kami juga akan terus berikhtiar agar mereka bisa disertifikasi,” tegas Kamaruddin Amin.
Ia menambahkan, Kementerian Agama juga terus mengupayakan berbagai kebijakan lain untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, dengan guru sebagai bagian penting dalam ekosistem pendidikan.
“Kita juga terus mengupayakan berbagai kebijakan lain untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Indonesia secara umum, dan tentu kualitas guru sebagai salah satu ekosistem terpenting dalam ekosistem pendidikan ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PGMNI Heri Purnama menyatakan pihaknya memahami langkah-langkah yang tengah ditempuh Kementerian Agama. Ia berharap perjuangan tersebut dapat membuahkan hasil nyata bagi guru madrasah dan guru binaan Kemenag.
“Mohon doa semuanya dan keberkahan dari Allah datang buat kita semua, seluruh guru madrasah di Indonesia Sejahtera, di bawah komando Kementerian Agama dan Sekjen Kementerian Agama. Mudah-mudahan pertemuan kami hari ini berkah dan bisa memahami teman-teman semua,” tandasnya.
Penulis : Hadi Jakariya
Editor : Hadi Jakariya
Sumber Berita: Kemenag




















