Rachmat Pambudy Nilai MBG Ciptakan Kerja dan Rantai Pasok

Menteri PPN/Bappenas menilai Makan Bergizi Gratis menjadi instrumen pembangunan sosial-ekonomi yang menyerap tenaga kerja dan menggerakkan produksi desa

- Penulis Berita

Sabtu, 31 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Rachmat Pambudy saat memberikan sambutan dalam kegiatan Prasasti Center for Policy Studies – Prasasti Economic Forum 2026 bertema Navigating Indonesia’s Next Chapter, Kamis (29/1/2026). BAPPENAS

Rachmat Pambudy saat memberikan sambutan dalam kegiatan Prasasti Center for Policy Studies – Prasasti Economic Forum 2026 bertema Navigating Indonesia’s Next Chapter, Kamis (29/1/2026). BAPPENAS

Freentalk.com – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat rantai pasok lokal.

Hal itu disampaikan Rachmat Pambudy dalam sambutannya pada kegiatan Prasasti Center for Policy Studies – Prasasti Economic Forum 2026 bertema Navigating Indonesia’s Next Chapter, Kamis (29/1).

Menurutnya, pemenuhan gizi masyarakat merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera dituntaskan bersamaan dengan penciptaan kesempatan kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“MBG penting, lapangan kerja penting,” ujar Rachmat Pambudy, dikutip dari laman BAPPENAS.

Ia menegaskan, MBG merupakan program strategis nasional yang menopang dua Trisula Pembangunan, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia serta percepatan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Program MBG dirancang untuk menghasilkan multiplier effect ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan. Melalui penyerapan produk desa dan dorongan hilirisasi pangan sesuai standar mutu, MBG diharapkan mampu memperkuat integrasi desa ke dalam rantai pasok modern.

Rachmat Pambudy menilai pendekatan tersebut membuat MBG tidak berhenti pada bantuan konsumsi semata. Program ini, menurutnya, memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut menggerakkan ekonomi lokal melalui produksi dan distribusi bahan pangan.

“Program ini bukan hanya memberikan “ikan” ke penerima manfaat, melainkan juga memberikan “kail” untuk memutar roda perekonomian. Pemberian “ikan dan kail” mencerminkan bahwa program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, hingga memperkuat rantai pasok lokal,” jelasnya.

Hingga akhir Januari 2026, MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat melalui 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Keberadaan SPPG tersebut tercatat menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja.

Dari sisi hulu, program MBG juga mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan lokal yang menjadi pemasok utama bahan baku.

Menutup sambutannya, Rachmat Pambudy menegaskan MBG merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur nasional.

“Ketika kita berbicara tentang infrastruktur, mohon tidak dibatasi hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup infrastruktur sosial. Mohon kita dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita,” pungkasnya.

Penulis : Hadi Jakariya

Editor : Hadi Jakariya

Sumber Berita: BAPPENAS

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHE OSES Kembangkan Demplot Mangrove 2 Hektare untuk Lindungi Pesisir Lampung Timur
Mantan Jurnalis Tempo Danya Dewanti Jadi Head Comrel and CID PHE OSES
KKL Wilhan Karhutla Serahkan Hasil Penelitian
KKL Binsat Dikreg LXVIII Seskoad Tinjau Kesiapan Operasional Yonif TP 943/DPC
Cegah Karhutla Meluas, Warga Lampung Timur Diajak Kenali Sumber Api
Musim Kemarau Tiba, Warga Lampung Timur Diminta Tak Bakar Lahan
Kejar Swasembada Pangan, Kementan Percepat Tanam Serentak di 25 Provinsi
PALUGADA PHE OSES Olah 2,6 Ton Sampah Jadi Pakan Ikan, Omzet Capai Rp14,7 Juta per Siklus

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:10 WIB

PHE OSES Kembangkan Demplot Mangrove 2 Hektare untuk Lindungi Pesisir Lampung Timur

Selasa, 22 September 2026 - 01:32 WIB

Mantan Jurnalis Tempo Danya Dewanti Jadi Head Comrel and CID PHE OSES

Sabtu, 5 September 2026 - 18:35 WIB

KKL Wilhan Karhutla Serahkan Hasil Penelitian

Kamis, 3 September 2026 - 18:13 WIB

KKL Binsat Dikreg LXVIII Seskoad Tinjau Kesiapan Operasional Yonif TP 943/DPC

Rabu, 2 September 2026 - 15:22 WIB

Cegah Karhutla Meluas, Warga Lampung Timur Diajak Kenali Sumber Api

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

Tim KKL Wilhan Karhutla Dikreg LXVII Seskoad menyerahkan hasil penelitian kepada Pemda dan Kodim Lampung Timur, Sabtu (5/9/2026). Foto: Agus S

Nasional

KKL Wilhan Karhutla Serahkan Hasil Penelitian

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:35 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800