Dr. Fakhruddin Faiz: Kalian Tidak Baik-Baik Saja Kalau Ada Gejala-Gejala Ini

- Penulis

Kamis, 31 Juli 2025 - 01:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak semua orang menyadari bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja secara mental. Dalam ceramahnya di kanal YouTube Mengaji Hening, Dr. Fakhruddin Faiz menekankan pentingnya mengenali sinyal-sinyal tersebut sejak awal, sebelum kondisi memburuk dan berimbas pada kehidupan spiritual maupun sosial.

Gejala awal yang patut diwaspadai antara lain perubahan suasana hati secara drastis, kehilangan semangat terhadap aktivitas yang biasanya disukai, gangguan pola tidur, hingga munculnya keluhan fisik tanpa sebab medis.

Dr. Faiz menyebut gejala itu sebagai psikosomatis, yaitu ketika tubuh bereaksi terhadap tekanan batin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mood-nya berubah secara drastis. Tiba-tiba sedih dalam sekali tanpa alasan atau seperti orang ekstase ceria luar biasa. Padahal yo gak ada apa-apa,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini kerap tidak disadari dan dianggap hal biasa. Padahal, perubahan pola pikir yang membuat seseorang merasa tidak berharga, atau bahkan merasa menjadi beban bagi orang lain, bisa menjadi pertanda serius bahwa jiwa sedang tidak sehat.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa hilangnya orientasi hidup juga berakar dari keterputusan seseorang dengan sisi spiritualnya.

Dalam pandangan Islam, manusia secara fitrah memiliki dorongan bertuhan. Ketika dorongan ini dikesampingkan, jiwa bisa mengalami kehampaan dan kehilangan arah.

“Kalau kita tidak bertuhan, itu ada yang hilang, ada yang hampa,” kata Dr. Faiz dalam ceramahnya.

Sebagai solusi, ia merujuk pada pendekatan Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin untuk menata ulang kondisi kejiwaan.

Di antaranya adalah tobat dan penyucian diri untuk memperbaiki akhlak, sikap zuhud untuk mengatasi hampa makna, dan riyadhah untuk menguatkan daya tahan spiritual.

Selain itu, ia menyampaikan enam pendekatan psikologis yang juga bisa diterapkan untuk mengurangi tekanan batin. Mulai dari memisahkan pikiran negatif (isolation), menggantungkan diri pada nilai-nilai yang lebih tinggi (anchoring), mengalihkan perhatian (distraction), hingga memberi makna pada pengalaman hidup (meaning making).

“Kalau masih saja sulit, puncaknya adalah yuk kembali pada Allah. Leap of faith, kembali pada agama,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengguna Roblox Tanpa Verifikasi Usia Otomatis Masuk Akun Anak, Akses Chat Ditutup
Deni Caknan di Bawah Rembulan Sribhawono: Ketika Nada Menyulam Rindu Ribuan Jiwa
Lucinta Luna Cari Ketenangan, Pilih Korea dan Mulai Dekatkan Diri ke Tuhan
Juara KDI 2026 Asal Lampung Dapat Hadiah Mobil, Datang dari Bos Perusahaan Saat Dirawat di RS
Presidium KAHMI Provinsi Lampung hadiri Bukber KAHMI-HMI Lampung Timur
Pemerintah Terbitkan Pedoman Penggunaan AI di Pendidikan, Akses Anak Harus Sesuai Usia
Vidi Aldiano Tutup Usia, Deddy Corbuzier Kirim Pesan Duka
Orangutan Hanya Ada di Kalimantan dan Sumatera? Ini Penjelasannya

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:39 WIB

Pengguna Roblox Tanpa Verifikasi Usia Otomatis Masuk Akun Anak, Akses Chat Ditutup

Minggu, 26 April 2026 - 08:49 WIB

Deni Caknan di Bawah Rembulan Sribhawono: Ketika Nada Menyulam Rindu Ribuan Jiwa

Senin, 6 April 2026 - 13:32 WIB

Lucinta Luna Cari Ketenangan, Pilih Korea dan Mulai Dekatkan Diri ke Tuhan

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:33 WIB

Juara KDI 2026 Asal Lampung Dapat Hadiah Mobil, Datang dari Bos Perusahaan Saat Dirawat di RS

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:36 WIB

Presidium KAHMI Provinsi Lampung hadiri Bukber KAHMI-HMI Lampung Timur

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800