LAMPUNG TIMUR – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Way Jepara menggelar kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD) yang diikuti sebanyak 43 peserta dari 15 ranting. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu, 20–21 Juni 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema penguatan jati diri kader Fatayat NU yang militan, loyal, dan berdedikasi dalam menggerakkan organisasi. LKD ini menjadi bagian dari upaya kaderisasi untuk memperkuat peran perempuan dalam tubuh organisasi.
Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Pimpinan Cabang Fatayat NU Lampung Timur, Rida Rotul Alyah. Dalam sambutannya, ia menyoroti semangat para peserta yang didominasi perempuan usia produktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peserta ini rata-rata berusia 25 sampai 40 tahun. Mereka adalah perempuan yang di tengah kesibukan mengurus keluarga, tetap meluangkan waktu untuk mengikuti kaderisasi. Ini menunjukkan keikhlasan luar biasa untuk membesarkan Fatayat NU,” kata Rida dalam sambutannya, Sabtu (20/6/2026).
Rida menegaskan, peran kader Fatayat NU tidak hanya sebatas menjalankan organisasi, tetapi juga sebagai wadah refleksi diri dan mempererat silaturahmi dengan tujuan positif.
“Tugas kader Fatayat NU bukan hanya mengurus organisasi, tapi juga menjadi ruang silaturahmi dan refleksi diri dalam mendukung program-program Fatayat NU,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rida juga menyinggung maraknya kasus pencabulan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren. Ia mengingatkan bahwa pesantren merupakan institusi yang harus dijaga kesuciannya.
“Pondok pesantren itu ibarat kain putih. Ketika ada kasus pencabulan yang diduga dilakukan oknum, itu menjadi noda yang mengotori kesucian tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, kejahatan bisa terjadi di mana saja, termasuk di tempat yang dianggap suci. Karena itu, kader Fatayat NU diminta berperan aktif dalam memberikan edukasi dan perlindungan terhadap anak.
“Kejahatan bisa terjadi di tempat baik sekalipun. Maka kader Fatayat NU harus mampu membentengi putra-putri dengan mitigasi, termasuk selektif dalam memilih pondok pesantren,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya keikhlasan kader dalam berkontribusi bagi kemajuan daerah, khususnya Kabupaten Lampung Timur.
“Di luar itu semua, kader Fatayat NU harus memiliki jiwa ikhlas untuk ikut memajukan Kabupaten Lampung Timur,” pungkasnya.
Penulis : Agus S
Editor : Hadi Jakariya



















