KPAI Minta Pengawasan Ketat Makanan Anak yang Beredar di Masyarakat

- Penulis Berita

Jumat, 26 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra. Sumber: JasraPutra.com

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra. Sumber: JasraPutra.com

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mendorong pengawasan ketat terhadap makanan yang beredar di masyarakat, terutama produk-produk yang gemar dikonsumsi oleh anak-anak. Jasra menyampaikan kekhawatiran ini menanggapi data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menyatakan satu dari lima anak mengalami gangguan ginjal.

Menurut Jasra, banyaknya anak-anak yang mengonsumsi makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak berlebih menjadi salah satu penyebab utama gangguan ginjal pada anak. Produk-produk ini sering dipasarkan dengan kemasan menarik yang menggoda anak-anak untuk mencobanya.

“Harga yang sangat murah dan industri kemasan yang kekinian, ternyata meninggalkan persoalan untuk anak-anak kita yang belum memahami komposisi gizi seimbang,” ujar Jasra Putra, melansir dari ANTARA, Jumat 26 Juli 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jasra juga menekankan pentingnya sosialisasi mengenai gejala gangguan ginjal pada anak serta cara pencegahannya. Ia mengingatkan bahwa konsumsi air putih yang cukup dan mengurangi zat berpemanis buatan, garam, serta lemak, sangat penting untuk kesehatan anak.

“Penting segera ada sosialisasi gejala sebelum terganggu ginjalnya dan cuci darah, kemudian konsumsi air putih yang perlu diperhatikan, mengurangi konsumsi zat berpemanis buatan, garam dan lemak,” katanya.

Selain itu, Jasra juga menyoroti perlunya edukasi kepada masyarakat agar anak-anak membatasi konsumsi gula berlebihan, termasuk makanan dengan rasa pedas, asam, manis, atau asin yang berlebihan.

“Konsumsi gula yang bila berlebihan akan mempengaruhi suasana hati mereka, yang berujung mudah cemas dan reaktif. Sehingga ujungnya bersikap agresif. Yang menyebabkan anak tidak memiliki kecerdasan emosi, reaktif, berujung rentan, dan mudah mendapat perlakuan salah,” tambahnya.

Selain menyebabkan gangguan ginjal, konsumsi makanan berlebihan juga dapat menyebabkan obesitas dan gizi yang tidak berimbang, yang tentunya berdampak buruk pada kesehatan anak-anak secara keseluruhan.***

Follow WhatsApp Channel freentalk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai
Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan
951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung
2.670 Kasus, Lampung Timur Tertinggi Angka Cerai di Lampung
Gagal Kabur Usai Curi Motor, Pelaku Diamankan Polisi dan Warga di Labuhan Maringgai
Kakek 77 Tahun Diamankan Polres Way Kanan atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sempat Viral di Media Sosial, Persoalan di SMA Teladan Way Jepara Berakhir Damai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram, MUI Jelaskan Alasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris, Ingatkan Hormati Wartawan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:33 WIB

951 Pinjol Ilegal Dihentikan, Satgas PASTI dan OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:44 WIB

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Akibat Serangan Jantung

Berita Terbaru

Berita Terbaru Lampung Timur

IWO Lampung Timur Sosialisasi Hoaks dan Kekerasan Anak di SMPN 1 Labuhan Maringgai

Jumat, 7 Nov 2025 - 13:06 WIB

PETIR800 LOGIN PETIR800